Setara.net – Kegiatan mendaki atau naik gunung beberapa tahun terakhir ini jumlahnya semakin banyak. Entah karena hanya sekadar ikut teman, ingin narsis dengan foto di puncak gunung atau memang benar-benar sebagai pecinta alam. Dibalik itu semua Anda harus mengetahui tips mendaki bagi pemula. Jika Anda tidak mengerti tipsnya, apalagi Anda baru pertama kali ingin mendaki akan menyusahkan teman.

Mendaki telah menjadi gaya hidup bagi sebagian orang di Indonesia. Hal ini juga memacu atau bercita-cita menaklukkan beberapa gunung. Beruntungnya di Indonesia memiliki banyak sekali gunung untuk didaki. Mulai dari Gunung Bromo, Kerinci, Gede,Jaya Wijaya, Lawu dan masih sederet daftar nama-nama gunung yang bisa Anda daki.

Sebagai pemula, Anda harus mengetahui tips saat Anda ingin pergi mendaki. Apa saja sih tipsnya?

Buatlah daftar barang perlengkapan yang akan Anda bawa

persiapkan pakaian
Perlengkapan yang harus Anda bawa, jangan banyak-banyak juga..

Bawalah barang yang benar-benar dibutuhkan. Jangan bawa barang yang berlebihan. Selain memudahkan saat Anda mendaki, juga bisa membuat Anda tak kerepotan dengan barang bawaan. Jangan lupa membawa beberapa makanan tahan lama agar Anda tidak kelaparan di puncak gunung. Mengenai hal pakaian, bawalah pakaian yang tebal dan Anda harus membawa syal agar tidak kedinginan. Karena di gunung ini suhunya berbeda sekali dengan tempat Anda tinggal. Apalagi jika Anda tinggal di kota Surabaya atau Jakarta yang panasnya seperti di gurun pasir. Hehehe

Buatlah rencana perjalanan Anda

persiapkan pakaian
Rencana perjalanan sangat saat Anda mendaki

Mendaki adalah hal yang bisa dibilang kegiatan “bahaya” jika tidak mengerti seluk beluk ilmu pendakian. Merencenakan kapan waktu pendakian dan berapa lama atau estimasi waktu adalah hal yang sangat penting bagi pendaki. Baik pendaki pemula maupun profesional. Ketika merencenakan pendakian sebaiknya juga melihat musim atau cuaca. Tanyalah ke pendaki yang berpengalaman atau cari informasi mengenai gunung yang akan Anda daki. Tidak salahnya Anda melakukan pencarian informasi melalui internet, atau carilah referensi sebanyak mungkin.

Melatih fisik serta mental

melatih fisik
Latihan fisik dan mental setiap hari sebelum mendaki

Melatih fisik dalam hal ini adalah seberapa kuat kemampuan Anda untuk mendaki. Dengan kata lain, latihlah terus sebelum Anda berangkat. Latih otot-otot kaki Anda agar saat di medan, tidak kaget. Apalagi Anda adalah pemula, maka persiapan fisik adalah yang utama. Setelah latihan fisik sudah “matang”, maka selanjutnya Anda memepersiapkan mental. Gunung bukan seperti tempat wisata lainnya, semisal pantai. Jadi, di gunung Anda bisa juga menemukan binatang buas dan lainnya. Maka mental adalah hal terpenting selain fisik.

Jangan mendaki sendirian, ajaklah pendaki yang sudah berpengalaman

ajak teman saat mendaki
Ajak temanmu saat mendaki, jangan sendirian ya..

Anda adalah pemula, maka dari itu ajaklah teman yang sudah memiliki pengalaman sebagai pendaki. Selain untuk menemani, teman juga untuk saling bagi barang bawaan. Teman juga bisa menjadi teman suka maupun duka saat di pendakian. Mengajak teman bahkan sangat menguntungkan, misalnya Anda masih bingung mengemas pakian ke tas gunung, atau lainnya.

Booking penginapan dan transportasi lebih awal

menginap di hotel
Menginap di hotel sebelum atau sesudah mendaki sangat bagus lho…

Mendaki akan memerlukan banyak biaya serta waktu. Lebih baik Anda memesan penginapan dan trasportasi di awal. Karena jika tiba-tiba atau ngedadak kemungkinan akan susah. Selain itu, jika Anda memesan lebih awal, harga yang diberikan juga lebih murah daripada langsung memesan.

Jangan Buang air kecil / besar sembarangan

Buang air kecil di tempat yang disediakan
Buang air kecil di tempat yang disediakan ya

Beberapa gunung atau tempat pendakian memiliki tempat yang sakral. Usahakan jika ingin buang air kecil di tempat yang telah disediakan. Jangan sampai membuat orang lain terganggu dengan “kegiatan” Anda. Pada intinya, patuhilah aturan yang diberlakukan. Karena Anda disini bisa dikatakan sebagai “pendatang”.

Jangan menjadi alay atau norak!

Jangan menjadi alay saat mendaki
Menulis atau membuat caption boleh-boleh saja, tapi jangan nyampah juga

Banyak sekali pendaki yang alay, dan dipastikan kelompok alay ini menyasar ke semua komunitas. Dimana-mana ada, tak terkecuali saat mendaki. Jika di gunung melarang untuk mencorat-coret berbagai fasilitas yang ada, ya harus Anda patuhi. Kemudian untuk membuang sampah harus pada tempatnya. Jangan asal buang sampah. Karena jika satu orang saja buang sampah sembarangan, maka akan menjadi kebiasaan di kemudian hari. Dan membuat alam yang indah bak pembuangan sampah. Terakhir yang paling penting juga adalah saat kita mengabadikan foto di puncak, hati-hatilah dengan spot yang Anda ambil. Sudah banyak yang jadi korban lho, karena saking narsisnya mengambil foto di tempat yang berbahaya.

Demikian tujuh tips mendaki bagi pemula. Pada intinya mendaki adalah hal yang menyenangkan bagi para pecinta alam. Jadilah pendaki yang baik dan bermanfaat bagi sesama ya…

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.
Robit Mikrojul Huda