Semenjak saya menikah, hampir setiap bepergian bersama istri. Beberapa waktu lalu, ketika saya usai menikah, tidak genap satu bulan, kami memutuskan untuk jalan-jalan ke Jogja. Saya dan istri kurang lebih 3 hari berada di Jogja.

Memang dari sebelum menikah, kami sudah menjadikan kota Jogja sebagai salah satu kota tujuan kami. Maka dari itu, ketika kami mendapat kesempatan untuk berlbiut ke Jogja, kami gak akan menggunakan waktu tersebut dengan sebaik mungkin.

Kami dari Jakarta berangkat menggunakan kereta api. Selain menghemat biaya, juga menikmati setiap detik bersama istri. Sebelum ke Jogja, itinerary sudah dibuat oleh istri jauh-jauh hari. Jadi, ketika sampai di Jogja, kami tidak bingung inging mengunjungi apa dan ke mana.

Entah ada berapa lokasi yang ada di itinerary, tapi kami tidak kesampaian mengunjungi. Hal ini disebabkan karena saya dan istri kurang disiplin masalah waktu. Jadi harusnya di lokasi A 60 menit, tapi kami bisa menghabiskan waktu lebih dari 90 menit.

Jadi saya ketika datang di stasiun Lempuyangan, hal pertama kali yang saya lakukan adalah dengan mencari rental motor. Hal ini akan menjadi lebih hemat dibanding saya menggunakan transportasi online atau lainnya. Di Candi Prambanan, kami menikmati setiap candi untuk diabadikan.

Setelah dari Candi Prambanan, perjalanan kami dilanjut ke ke Alun-alun Jogja. Ya, kami di sini dari sore sampai malam. Oh ya, kami juga mampir di salah satu angkringan dekat kraton, entah apa namanya, lupa. Kami ke sini, bersama teman yang kebetulan tinggal di daerah situ, jadi sekalian meetup di situ.

Setelah santap dari angkringan, perjalanan kami lanjut ke Malioboro. Lokasi ini, mungkin adalah tempat yang memang wajib dikunjungi ketika orang ke Jogja. Meski padat ramai, tapi suasananya tetap asyik dan ingin ke sana lagi.

Pokoknya beberapa yang saya dan istri kunjungi adalah Candi Prambanan, Alun-alun, wisata kuliner sate klathak, dan masih banyak lagi. Sebagai pengantin baru, saya sangat menikmati perjalanan tersebut. Bagaimana tidak, jika sebelumnya saya ke mana-mana sendirian, kini bisa bersama istri berduaan.

Berbicaca mengenai kota Jogja, kota ini sering saya kunjungi. Bisa jadi, Jogja menjadi salah satu kota yang sering saya kunjungi. Saya masih ingat, pertama kali ke kota ini sekitar tahun 2010. Saat itu Jogja sedang mendapat musibah gunung merapi meletus. Pada saat itu, saya dan teman-teman berangkat ke Jogja untuk memberikan bantuan.

Oh ya, dengan perkembangan zaman yang serba cepat ini. Dari waktu ke waktu, Jogja juga terus berubah. Salah satunya saat ini terdapat moda transportasi yang memudahkan kita, yakni shuttle bus Joglosemar. Bus excutive ini menjadi pemain utama di shuttle bus (travel) di Jogja.

Bus ini menghubungkan berbagai kota, di antaranya adalah Yogyakarta, Semarang, Solo, Purwokerto, Salatiga, dan Pulir. Maka tidak salah lagi, jika namanya adalah Joglosemar, yang berarti singkatan dari beberapa kota.

Nah untuk teman-teman yang mau ke beberapa kota Jogja, Semarang, Solo, Salatiga, bisa menggunakan bus Joglosemar Semarang, semoga dengan adanya shuttle bus Joglosemar, kamu bisa lebih mudah dan bisa menikmati perjalanan tersebut.

Oh ya, apa sih yang paling kamu ingat tentang kota Jogja? APakah gudegnya, bakpia pathok, alun-alun, atau apa sih? Coba share di komen ya, kali aja saya malah belum pernah ke sana.

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.
Robit Mikrojul Huda