Kabar terbaru dari dunia startup adalah Bukalapak mencatatkan namanya di jajaran startup unicorn Indonesia pada 17 November 2017.

Setara.net РPerkembangan dunia digital yang semakin cepat membuat  startup harus terus berinovasi. Jika kekeuh dan mempertahankan yang ada, maka bisa dipastikan startup tersebut akan tumbang. Karena saat ini startup dengan layanan yang hampir sama selalu ada dan saingannya terlalu banyak.

Akhir-akhir ini santer terdengar berita mengenai beberapa startup yang mendapatkan kucuran dana dari venture capital. Di sisi lain, banyak pula startup yang tumbang dan ada pula startup yang pivot, mislanya Yes Boss menjadi Kata.ai.

Kata.ai pada akhir Agustus 2017 mendapatkan pendanaan Seri A sebesar Rp 46 Miliar dari Trans-Pacific Technology Fund (TPTF). Selain mendapatkan dana besar, dan ada yang tumbang, kabar baru lagi adalah bahwa ternyata Indonesia kini memiliki 4 unicorn startup.

Apa itu Startup Unicorn?

Bagi yang berkecimpung di dunia startups, maka kata “Unicorn” pasti sudah tidak asing lagi. Namun, nyatanya ada juga beberapa pelaku startup yang tak paham dengan “startup unicorn”. Apalagi masih banyak masyarakat yang awam dengan dunia startup.

Istilah unicorn adalah startup yang memiliki valuasi senilai 1 Miliar Dollar Amerika, atau setara Rp 13,3 triliun. Di kancah internasional pun, saat ini startup unicorn belum banyak. Menurut data yang dicatat oleh CB Insight, hingga 21 November 2017, jumlah total startup unicorn di dunia mencapai 217 startups. Jumlah ini belum termasuk Bukalapak, yang pada 17 November 2017 lalu menyusul Tokopedia dan mencatatkan namanya menjadi startup Unicorn asal Indonesia.

Untuk startup dengan nilai valuasi terbesar di dunia adalah Uber, dengan nilai valuasi sebesar 68 miliar dolar Amerika.

4 Startup Unicorn Asal Indonesia

Jika dilihat paling pertama yang menyandang gelar unicorn asal Indonesia, sudah dipastikan adalah Go-Jek, yakni pada bulan Mei 2017. Startup besutan Nadiem Makarim ini hingga artikel ditulis memiliki 17 layanan. Inovasi yang cepat, jika dilihat awalnya Go-Jek hanya memberikan layanan jasa ojek berbasis online. Go-Jek juga menjadi acuan para anak-anak muda yang ingin terjun dalam dunia startup.

Tokopedia

Siapa yang tak kenal dengan marketplace yang didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison ini. Tokopedia muncul pertama kali pada tahun 2009. Tokopedia resmi menjadi unicorn dan menyusul Go-Jek pada Agustus 2017, karena mendapat kucuran dana segar dari Alibaba, raksasa e-commerce asal China milik Jack Ma.

Startup Unicorn Indonesia
4 Startup Unicorn Indonesia

Traveloka

Layanan penjualan tiket transportasi dan pemesanan hotel bernama Traveloka mencatatkan namanya dalam jajaran startup unicorn ketiga asal Indonesia. Traveloka yang didirikan oleh Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan Albert Zhang ini sekarang bahkan sudah menjangkau Asia Tenggara, negara-negara yang telah beroperasi dengan adanya Traveloka adalah seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand dan tentunya Indonesia.

Bukalapak

Kabar terbaru dari dunia startup adalah Bukalapak mencatatkan namanya di jajaran startup unicorn Indonesia pada 17 November 2017. Hal ini sebenarnya tidak mengejutkan, karena jika kita melihat persaingan antara Bukalapak dengan Tokopedia, memang sangat seru. Dengan menjadi unicorn, persaingan kedua marketplace terbesar di Indonesia semakin sengit.

Lalu, startup mana lagi yang menyusul?

Laporan Khusus:

Robit Mikrojul Huda

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.
Robit Mikrojul Huda
SHARE