Sebelum membahas lebih jauh tentang bisnis startup, ada baiknya kita mengetahui sejarah singkatnya terlebih dahulu. Istilah startup mulai dikenal secara global di akhir tahun 1990-an, hingga awal tahun 2000-an.

Ketika itu, jumlah pengguna internet di dunia, khususnya di beberapa negara maju, mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Hal ini membuat banyak perusahaan berlomba – lomba membuat website untuk bisnisnya. Dimana waktu itu masih didominasi oleh domain berakhiran .com. Inilah cikal bakal munculnya istilah bubble dot com.

Karena sejak saat itu, semakin banyak bermunculan bisnis baru (Rintisan), yang kemudian dikenal dengan istilah startup. Di tulisan kali ini kami akan membahas lebih detail tentang apa itu bisnis startup. Mencakup contoh dan tips praktis untuk memulai startup company.

Siap?

Let’s start!

Pengertian Bisnis Startup

Apa Itu Bisnis Startup
Apa Itu Bisnis Startup

Bisnis startup adalah bisnis rintisan yang bergerak di bidang teknologi, atau mengoptimalkan teknologi untuk mensupport serta mencapai tujuan bisnis tersebut.

Jadi sangat wajar kalau bisnis ini hampir selalu menggunakan situs atau aplikasi, untuk mengakomodir kebutuhan para penggunanya.

Selain itu, bisnis ini juga biasanya masih dalam tahap pengembangan.

Bisa dilihat dari eksistensinya yang umumnya kurang dari 3 tahun, jumlah SDM yang tidak lebih dari 20 orang, dan income yang masih belum stabil.

Contoh Bisnis Rintisan Yang Sudah Berhasil

Saat ini tidak begitu sulit untuk menemukan contoh bisnis rintisan yang sudah sukses.

Di tingkat lokal, ada gojek, traveloka, tokopedia, dan bukalapak.

Sedangkan di tingkat global tentunya lebih banyak lagi. Mulai dari google, facebook, amazon, alibaba, ebay, Airbnb, dan lain – lain.

Tips Memulai Bisnis Startup

1 – Memberikan Solusi Dari Permasalahan Yang Ada

Salah satu ciri khas bisnis startup adalah, memiliki produk atau jasa yang fokus memberikan solusi bagi target market.

Contoh:

Bukalapak dan tokopedia sama – sama ingin merangkul para pedagang di Indonesia, untuk beralih ke cara baru dan powerful dalam berjualan. Yakni berjualan online.

Facebook awalnya berusaha menghubungkan semua orang di satu kampus. Dan ketika diterima dengan baik, saat ini jangkauannya sudah melebar ke seluruh dunia.

Jadi kalau ingin memulai bisnis startup, kamu harus fokus memberikan solusi untuk target market-mu.

2 – Menentukan Target Market Yang Spesifik

Karena di sini kamu masih baru merintis bisnis, maka kamu harus lebih spesifik dalam menentukan target market-mu.

Karena biasanya, bisnis rintisan (Startup) memiliki budget dan SDM yang terbatas.

Kalau kamu bisa mengetahui target market-mu secara spesifik, kamu akan mampu mengalokasikan budget dan SDM yang dimiliki dengan lebih optimal.

3 – Menyiapkan “Produk” Berkualitas

Langkah berikutnya adalah menyiapkan produk yang berkualitas.

Apapun ide dan strategi bisnis yang ingin kamu terapkan, pada akhirnya, tujuannya adalah agar orang – orang mau menggunakan produk atau jasa yang kamu miliki.

Untuk itu pastikan kalau produk yang kamu tawarkan memang berkualitas dan layak pakai.

4 – Melakukan Promosi Secara Efektif Dan Efisien

Kamu harus melakukan promosi secara bijak. Usahakan agar aktivitas promosi yang kamu lakukan bisa segera mendatangkan sales.

Berikut ini merupakan cara promosi recommended untuk bisnis startup-mu.

Iklan berbayar

Untuk iklan berbayar, kamu bisa menggunakan google ads kalau target market-mu adalah pengguna google.

Namun kalau ternyata target marketmu bukan pengguna google, facebook ads adalah pilihan terbaik untuk iklan berbayar.

Organik

Jika memungkinkan, kamu pastinya ingin segera lepas dari beriklan. Salah satu tujuannya agar profit bisnis meningkat.

Solusinya, kamu bisa menggunakan SEO (Search Engine Optimization) sebagai cara promosi.

Penting untuk diingat kembali, karena ini adalah startup, maka kamu harus berhemat.

Jadi, ketimbang menggunakan Jasa SEO dengan investasi mencapai 40 – 50 Juta / project, atau bahkan lebih, ada baiknya kalau kamu mengikuti program Kursus SEO.

Di sini kamu akan dipandu step by step untuk mengoptimasi website startup-mu sendiri.

Ketika nantinya website startup-mu sudah berhasil muncul di halaman 1 mesin pencari, kamu bisa mempertimbangkan untuk meminimalisir biaya iklan-mu.

***

Semoga bermanfaat dan selamat praktik.

Redaksi