Saat ini masyakarakat khususnya di kota-kota besar di Indonesia dalam memperoleh informasi bisa dipastikan sebagian besar melalui internet. Internet memang menjadi garda terdepan untuk memperoleh atau menjadi sumber informasi. Jutaan informasi tersebar di internet baik informasi yang bagus maupun tidak. Maka media online menjadi salah satu hal terpenting dalam perkembangan informasi yang beredar di masyarakat.

Sebenarnya bukan hanya media massa saja, sih. Blogger dan orang yang bergelut di dunia online juga bisa mempengaruhi informasi yang beredar di masyarakat, tak terkecuali di media sosial. Untuk itu, perusahaan atau instansi pemerintahan sering mengundang atau temu dengan awak media untuk berdiskusi mengenai isu-isu yang sedang tren di masyarakat.

Begitupula langkah yang diambil oleh PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau JNE, perusahaan nasional yang berkonsentrasi di bidang jasa pengiriman dan pendistribusian ini melakukan kumpul bareng dengan kawan pers. Acara ini merupakan acara diskusi secara berkala yang dilakukan nantinya di 8 kota di Indonesia yang dinamakan program Explore JNE 2018. Kota Jakarta adalah kota pertama yang menggelar program ini yang dilangsungkan pada Selasa, 08 Mei 2018 di Mercantile Atheletic Club, WTC Lt. 1, Jakarta. Acara ini khusus untuk jurnalis media massa dan teman-teman blogger yang bekerja sama dengan Harian Bisnis Indonesia.

“Acara diskusi antara pihak-pihak yang berkepentingan harus terus terlaksana. Tujuannya sebagai wadah yang dapat menghasilkan solusi dari setiap tantangan yang ada dalam berbagai bidang terkait industri pengiriman ekspres dan logistik. JNE yang telah lebih dari 27 tahun mengemban amanah pengiriman paket seluruh pelanggan setianya, harus berperan aktif menyelenggarakan program maupun acara untuk mendukung kemajuan insdustri ini, serta mendorong terciptanya kolaborasi dan sinergi antara seluruh stakeholder” ungkap Presiden Direktur JNE, M. Feriadi  dalam keterangan rilisnya.

Di kota Jakarta, diskusi ini mengambil topik “Tiga Kebijakan Penanganan Macet Jalan Tol Jakarta-Cikampek: Perspektif Regulator dan Pengusaha” yang dihadiri oleh beberapa pembicara di antaranya adalah Setijadi dari Chairman Supply Chain Indonesia, M. Feriadi selaku direktur JNE,  Bambang Prihartono selaku Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, dan Budi Paryanto selaku Wakil Ketua Umum ASPERINDO dan dihadiri pula Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan dalam acara JNE Kumpul Bareng Kawan Pers
Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan dalam acara JNE Kumpul Bareng Kawan Pers

Topik tersebut diambil karena setelah tiga kebijakan penanganan macet di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sudah mulai diterapkan di jalan tol Jakarta – Cikampek. Ketiga kebijakan tersebut adalah penerapan Ganjil – Genap nomor kendaraan di gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur, pembatasan jam operasional angkutan barang, serta jalur khusus angkutan umum.

Diskusi JNE Bareng Kawan Pers (JNE Keren)
Diskusi JNE Bareng Kawan Pers (JNE Keren)

Setelah diberlakukan selama tiga pekan, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) merilis mengenai tiga kebijakan penanganan kemacetan itu dengan menurunnya rata-rata VC Ratio, sebagai alat pengukur volume dan kapasitas kendaraan yang meilintas di jalan (jalan tol Jakarta – Cikampek).  Bahwa semakin mendekat ke angka 1 maka kondisi jalan tersebut padat dan tidak bergerak. Dengan diterapkan kebijakan selama tiga pekan tersebut, maka menjadi 0,48 atau turun dibanding dengan sebelum penerapan kebijakan yakni di angka 1,05.

Dengan keberhasilan kebijakan yang telah dilakukan selama tiga pekan tersebut, ternyata memperlambat pengiriman  barang. Kebijakan yang dilakukan oleh BPTJ jelas berpengaruh pada perusahaan pengiriman ekspres yang hanya memiliki satu kendaraan, yaitu ganjil atau genap saja.

“Era digital saat ini menuntut perusahaan jasa pengiriman eskpres untuk dapat lebih cepat dalam mendistribusikan paket. Dengan peningkatan performa dalam hal waktu pengantaran tersebut, maka dampaknya pun akan besar dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut karena banyaknya aktifitas bisnis yang bergantung pada proses distribusi yang dijalankan untuk pelanggan perusahaan sampai dengan UKM.” jelas M Feriadi.

Dengan diadakannya diskusi dari JNE Kumpul Bareng Kawan Pers (JNE Keren) ini, semoga bisa memberikan solusi bergbagai hal terkait industri pengiriman ekspres dan logistik.

Robit Mikrojul Huda

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.
Robit Mikrojul Huda

Latest posts by Robit Mikrojul Huda (see all)

SHARE