Beberapa waktu lalu, tepatnya pada tanggal 9 dan 11 Oktober 2018, di Nusa Dua Bali, Indonesia Investement Forum 2018 digelar. Penyelenggaraan ini ramai dibicarakan oleh masyarakat Indonesia, baik di media sosial twitter, facebook maupun di obrolan tempat ngopi. Dalam forum ini beberapa BUMN dan investor bertemu untuk membuat kesepakatan kerjasama.

Tema yang diusung adalah “A New Paradigm in Infrastructure financing” atau paradigma baru dalam pembiayaan infrastruktur. Dalam acara ini, telah ditandatangani beberapa kesepakatan kerjasama investasi dan pembiayaan dengan nilai USD 13,5 Miliar.

Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Perekenomian, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dan Gubernur Bank Indonesa Perry Warjiyo.

Kerjasama ini akan bisa mempercepat laju perekonimian di Indonesia. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno

“Adanya inovasi pembiayaan infrastruktur ini, diharapkan akan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur dan peluang investasi pada pembangunan infrastruktur Indonesia kedepan. Selain itu diharapkan para investor lainnya juga mengetahui adanya komitmen pemerintah yang tinggi berupa kebijakan yang diambil untuk mendorong peran pihak swasta dalam pembangunan infrastruktur dan inovasi instrument keuangan untuk pembiayaan infrastruktur,” ungkap Rini Soemarno.

Menteri BUMN Rini Soemarno
Menteri BUMN Rini Soemarno

Selain itu, di Kementerian BUMN juga terus meningkatkan kapasitas sumber daya dengan mencari sumber pendanaan dari pasar keuangan melaluicinovasi instrument pembiayaan dan juga membangun kemitraan atau kerjasama dengan sektor swasta. Harapannya dengan kerjasama atau kemitraan tersebut, BUMN bisa mendapatkan pembelajaran dari keahlian sektor swasta untuk pembangunan infrastruktur.

“Dalam implementasi pembangunan infrastruktur, BUMN memiliki peran penting dalam pencapaian pembangunan infrastruktur yang ditetapkan oleh Pemerintah. Guna mendukung pembangunan infrastruktur kedepan, keterlibatan BUMN dan sektor swasta masih sangat diperlukan,” lanjut Menteri BUMN, Rini Soemarno.

Selain itu, pada forum ini juga dilakukan inisiatif untuk pembiayaan infrastruktur, yakni dengan menerbitkan Kontrak Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK-DINFRA). kontrak ini diterbitkan oleh Bank Mandiri Group netsama anak perusahaannya yakni Mandiri Sekuritas dan Mandiri Manajemen Investasi dan bekerjasama dengan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Hasil produk kerjasama tersebut, rencananya akan menyasar pada investor lokal maupun global.

Alternatif pembiayaan infrastruktur melalui pasar modal juga dapat dimanfaatkan perusahaan di bidang infrastruktur, guna mendapatkan sumber pendaaan. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmojo

“Inisiatif ini juga akan membantu pendalaman pasar keuangan domestik melalui penambahan produk investasi berbasis proyek infrastruktur,” kata Kartika.

Dirut Bank Mandiri
Dirut Bank Mandiri

Bank Mandiri, sebagai perbankan nasional telah menyalurkan pembiayaan langsung ke sektor infrastruktur mencapai 24% dari total portofolio kredit perseroan. Di akhir semester 1 tahun 2018 ini, nilainya Rp 165,8 triliun dari total komitmen Rp 255,3 triliun yang telah diberikan ke berbagai proyek infrastruktur. Artinya, penyaluran tersebut naik 23% secara year-of-year atau Y.O.Y.

Selain itu, Bank Mandiri juga berhasil mengkoordinasikan investasi langsung senilai Rp 200 triliun di 21 proyek Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Total keseluruhan kerjasam investasi dan pembiayaan yang telah ditandatangani di Indonesia Forum Investment 2018 terdapat 19 kerjasama, antara lain sebagai berikut:

  1. Strategic Partnership senilai antara PT GMF AeroAsia Tbk dan Airfrance Industries serta KLM Enginering & Maintenance
  2. Partnership senilai USD 500 juta antara GMF AeroAsia dan China Communications Contruction Indonesia
  3. Peluncuran penawaran kerjasama strategis bandara Kualanamu oleh PT Angkasa Pura II (Persero) kepada investor, senilai hingga USD 500 Juta
  4. Strategic Partnership senilai USD 100 juta antara PT Pindad (Persero) dan Waterbury Farrel
  5. Strategic partnership senilai USD 320 juta antara PT Aneka Tambang Tbk dengan Ocean Energy Nickel International Pty. Ltd
  6. Strategic Partnership senilai USD 850 juta antara PT Inalum (Persero), Antam dan Aluminium Corporation of China Limited
  7. Kerjasama senilai USD 500 juta antara PT KAI (Persero), PT INKA (Persero) dan Progress Rail (Caterpillar Group)
  8. Kerjasama senilai USD 185 juta antara PT Boma Bisma Indra (Persero) dan Doosan Infracore serta Equitek
  9. KIK-Dinfra senilai USD 112 juta oleh PT Jasa Marga dan Bank Mandiri serta pernyataan efektif OJK
  10. RDPT PT Jasa Marga dan Bank Mandiri serta AIA, Taspen, Wana Artha, Allianz dan Indonesia Infrastruktur Finance (IIF) senilai USD 224 juta
  11. Kerjasama investasi senilai USD 6.5 miliar antara PT Pertamina (Persero) dan CPC Corporation
  12. Kerjasama investasi senlai EUR 150 juta antara PLN dan KfW
  13. Kredit investasi Senilai USD 523 juta dari Bank Mega kepada PT Hutama Karya (Persero) untuk pembangunan ruas tol Pekanbaru – Dumai
  14. Asset monetization senilai USD 336 juta oleh Hutama Karya dengan ICBC, MUFG, Permata Bank, SMI
  15. Kredit Sindikasi USD 684 juta kepada Hutama Karya dari Bank Mandiri, BRI, BNI, CIMB Niaga dan SMI
  16. Investasi senilai USD 310 juta antara Menjangan Group, ITDC dan Amorsk Group
  17. Investasi senilai USD 198 juta antara PT Wijaya Karya (Persero), ITDC dan Menjangan Group
  18. Kerja sama pembiayaan proyek Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika antara ITDC dengan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) senilai USD 248 Juta
  19. Kerjasama Hedging nilai tukar berbasis Syariah senilai USD 128 juta antara PT SMI dan Maybank

Semoga dengan kerjasama antara berbagai pihak dan stake-holder, di Indonesia Investment Forum 2018, akan mempercepat pertumbuhan perekonimian di Indonesia.

Robit Mikrojul Huda

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.
Robit Mikrojul Huda

Latest posts by Robit Mikrojul Huda (see all)