Buku adalah jendela ilmu. Maka dengan kita membaca buku akan menambah ilmu yang sebelumnya kita tidak tahu. Buku juga menjadi salah satu benda berharga. Karena ketika kita menulis buku itu, tak akan ada ruginya. Tentunya jika kita menulis buku dengan yang sebenar-benarnya.

Jika kita orang biasa saja, dan ingin dikenang sepanjang masa, maka salah satu yang bisa kita perbuat adalah dengan cara berkarya melalui menulis buku.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” ― Pramoedya Ananta Toer

Oleh karena itu betapa penting dan berharganya berkarya melalui buku. Berbicara mengenai buku, beberapa waktu lalu terdapat acara bedah buku berjudul: “Melawan Konspirasi Global di Teluk Jakarta”.

Buku Melawan Konspirasi Global di Teluk Jakarta ditulis oleh Ahmad Khoirul Fata dan MD Aminudin. Buku ini diluncurkan pada Kamis, 31 Mei 2018 di Meseum Kebangkitan Nasional, Jl Abdurahman Saleh, Senen, Jakarta.

Pada saat peluncuran buku, Ahmad Khoiurul Fata mengatakan bahwa buku Melawan Konspirasi Global di Teluk Jakarta menceritakan sebuah konspirasi global yang bertabrakan dengan semangat berdikari sekaligus perwujudan Nawacita dalam pengelolaan gerbang ekonomi Indonesia, yaitu Terminal Petikemas JICT dan TPK Koja, Jakarta.

Untuk itu, beberapa waktu lalu, tepatnya pada Rabu, 15 Agustus 2018, diadakan bedah buku Melawan Konspirasi Global di Teluk Jakarta yang digelar di Sanggar Maos Tradisi (SMT), Sleman, Yogyakarta.

Bedah Buku Melawan Konspirasi Global di Teluk Jakarta 2
Bedah Buku Melawan Konspirasi Global di Teluk Jakarta 2

Pada diskusi dan bedah buku ini dihadiri oleh narasumber di antaranya: Dr. Arie Sujito (Sosiolog UGM), Dr. Aris Arief Mundayat (Dosen Lembahanas), Nova Sofyan Hakim (Ketua Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia) dan dimoderatori oleh Ahmad Fadli, pegiat SMT.

Kota Yogyakarta dipilih sebagai tempat diskusi karena Yogya adalah kota pelajar. Nantinya diskusi dan bedah buku ini juga akan digelar di kampus-kampus di seluruh Indonesia, agar mahasiswa atau para akedemisi memahami persoalan teluk Jakarta yang sesungguhnya.

Bedah Buku Melawan Konspirasi Global di Teluk Jakarta
Bedah Buku Melawan Konspirasi Global di Teluk Jakarta

Selain itu, tujuan diadakannya diskusi agar masyarakat tahu bahwa pelabuhan itu seharusnya dikelola oleh bangsa sendiri atau pemerintah, bukan malah dikelola oleh pihak asing.

Sebab saat ini, pengelolaan pelabuhan dilakukan oleh Jakarta International Container Terminal (JICT), dan pengelolaan ini diperpanjang kembali hingga 2039.  Perpanjangan kontrak yang dilakukan oleh JICT, Pelindo II, dan Hutchison dilakukan tanpa adanya tender terbuka.

Selama 20 tahun ke belakang, pelabuhan dikelola oleh JICT dan TPK Koja, dan telah menghasilkan kemajuan dan terobosan yang diraih oleh pekerja JICT. Tapi kini malah dipercayakan ke pihak Hutchison. Lantas, ada apa sih di balik kontrak ini?

Nah untuk mengetahui semua itu dan konspirasi apa di balik kontrakn ini, teman-teman bisa membaca buku Melawan Konspirasi Global di Teluk Jakarta. Semoga dengan adanya buku ini, masayarakat semakin tahu tentang kondisi yang sebenarnya.

Robit Mikrojul Huda

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.
Robit Mikrojul Huda

Latest posts by Robit Mikrojul Huda (see all)

SHARE