Masih segar dalam ingatan kita bagaimana Palu terkena gempa dan dihantam tsunami pada 28 Sptember 2018 lalu. Seolah bencana demi bencana menghampiri Indonesia. Sebelum Palu, ada Lombok yang juga terkena gempa.

Meski saya tinggal di Jakarta dan tidak terkena dampaknya secara langsung, akan tetapi rasa duka juga menghinggapi hati dan pikiran. Sebab, rasa kemanusiaan itu diuji ketika sedang dalam keadaan sulit. Kemanusiaan bukan sekadar omongan saja, akan tetapi bukti dan aksi nyata yang dilakukan.

Gempa bumi dengan kekuatan 7,4 skala rikter dan disusul dengan tsunami, yang terjadi di Palu pada 28 September 2018, hingga hari ini masih menyisakan trauma yang mendalam bagi para korban, khususnya masyarakat Palu dan sekitarnya.

Kita sebagai manusia dan sebagai saudara setanah air, sudah seharusnya membantu dengan apa yang kita mampu. Tidak hanya soal harta, akan tetapi semuanya. Mulai dari simpati, dukungan, doa, moril, dan lain sebagainya. Karena dari siapa lagi kalau bukan kita yang membantu.

Bukan hanya kita saja, akan tetapi juga dari pemerintah, perusahaan swasta, dan stake holder lainnya harus bahu membahu untuk membantu Palu kembali seperti semula. Dengan bantuan dari kita sekecil apapun akan membuat Palu bisa bangkit. Sekecil apapun yang kita laukan untuk Palu, akan berdampak bagi perkembangan Palu pasca bencana.

Hal ini juga dilakukan oleh Bank Mandiri. Sebagai perusahaan Badan Bsaha Milik Negara (BUMN), Bank Mandiri telah membantu pemulihan Palu agar bisa berjalan normal seperti sedia kala.

Setelah gempa berlangsung, pada 30 Oktober 2018 Bank Mandiri berinisiatif untuk membantu korban dengan mempercepat pembangunan SD Inpres Sibalaya Selatan, Sigi, Sulawesi Tengah yang terkena dampak bencana gempa. Tujuan pembangunan ruang kelas sementara di SD Inpres ini agar para siswa dapat melakukan aktivitas belajar mengajar dengan baik.

Pasca gempa yang melanda di Sulawesi Tengah, Bank Mandiri terus berperan aktif dalam mengelola bencana, baik pada tanggap bencana maupun proses rehabilitasi. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmojo

“Kami membantu penyediaan 250 hunian sementara bagi masyarakat yang menjadi korban bencana alam. Untuk sekolah, kami berharap dapat segera selesai dan digunakan oleh anak-anak usia sekolah pada tanggal 30 Oktober 2018 agar mereka dapat kembali melakukan proses belajar mengajar dengan baik,” jelas Kartika.

Rohan Hafas menjelaskan kepada Menteri BUMN saat berkunjung di Palu
Rohan Hafas menjelaskan mengenai Hunian Sementara kepada Menteri BUMN saat berkunjung di Palu

Dengan mempercepat pembangunan sekolah adalah salah satu langkah yang tepat. Karena anak-anak harus bisa belajar dengan baik. Selain belajar juga bisa membuat anak-anak bisa melupakan kesedihan atas bencana yang dilanda.

Selain itu Bank Mandiri juga tidak hanya membangun dan mempercepat pembangunan sekolah saja, akan tetapi juga mendirikan posko trauma healing bersama Mandiri Amal Insani Foundation. Posko ini terletak di Desa Sibaya Selatan, Kecamatan Tanambulaya, Sigi. Lokasi ini merupakan kawasan yang sempat terisolir karena bencana gempa bumi. Akibatnya, bantuan yang didistribusikan mendapatkan kendala dan lebih sulit dibanding dengan kawasan lainnya.

Posko trauma healing di Kabupaten Sigi dibantu oleh 5 orang tenaga Psikolog untuk membantu mengembalikan dan menghibur anak-anak korban bencana.

Bukan hanya itu saja, Bank Mandiri juga melakukan pembangunan hunian sementara (huntara) di wilayah Sibalaya, dengan membangun sebanyak 100 unit hunian. Rumah hunian sementara ini dirancang khusus terhadap gempa dengan menggunakan dinding GRC dan rangka baja ringan.

MCK di Huntara
MCK di Huntara

Dalam membangun Huntara, Bank Mandiri juga telah memikirkan beberapa hal, salah satunya adalah MCK. Di kawasan ini, terdapat 20 MCK yang dilengkapi dengan tempat cuci. Sudah itu saja? Tidak. Di Huntara juga dibangun aula warga dengan menggunakan bahan dasar pohon kelapa. Aula dengan berbahan pohon kelapa ini menunjukkan sebagai simbol kearifan lokal.

Aula Serbaguna Warga
Aula Serbaguna Warga

Semoga dengan bantuan dari berbagai pihak baik dari pemerintah, swasta, dan lembaga lainnya, Sulawesi Tengah bisa bangkit dan para korban bencana bisa menjalankan aktivitas seperti biasa. Bantuan terus mengalir dan Palu sedikit demi sedikit terus berbenah dan kembali normal. Selain itu, anak-anak juga bisa bisa menjalankan kegiatan belajar mengajarnya seperti sedia kala.

Anak-anak menyanyi bersama Menteri BUMNRini Soemarno
Anak-anak menyanyi bersama Menteri BUMN Rini Soemarno

Kejadian yang menimpa Sulawesi Tengah ini bisa menjadikan kita pelajaran, bahwa bencana itu tidak bisa kita hindari. Jika sudah terjadi, hal yang bisa kita lakukan adalah dengan membantu sesama. Terus bangkit Palu, semoga para korban khususnya anak-anak bisa menjadi generasi bangsa yang bisa diandalkan untuk masa depan.

Anak-anak belajar dan bermain bersama relawan
Anak-anak belajar dan bermain bersama relawan

Luka, duka Palu dirasakan oleh kita semua. Semoga Palu lekas pulih secepatnya.

NB: Sumber foto: Jadimandiri.org

Robit Mikrojul Huda

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.
Robit Mikrojul Huda

Latest posts by Robit Mikrojul Huda (see all)