Setara.net – Moda transportasi jenis sepeda motor memang telah menjadi moda transportasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, Badan Pusat Statistik (BPS) telah mencatat jumlah sepeda motor di Indonesia pada tahun 2016 lalu sebanyak 105,2 juta sepeda motor. Jumlah ini mengukuhkan bahwa sepeda motor memang menjadi pilihan utama atau bisa dikatakan primadona untuk menunjang aktivitas masyarakat.

Jika dilihat dari jumlah tersebut, saat ini populasi Indonesia mencapai 262 juta jiwa, artinya hampir semua orang dewasa memiliki sepeda motor. Dengan harga yang terjangkau, membuat kendaraan ini tiap tahunnya terus bertambah.

Dulu yang memiliki sepeda motor itu hanya dari kalangan tertentu, namun kini hampir semua kalangan bisa membeli sepeda motor. Bahkan sekarang dalam satu keluarga, banyak yang memiliki lebih dari dua sepeda motor.

Sepeda motor menjadi primadona masyarakat Indonesia alasannya sangat jelas, selain murah, jenis kendaraan ini juga sangat tepat untuk menunjang aktivitas apalagi di kota-kota besar yang ada di Indonesia.

Kita lihat di wilayah Jabodetabek saja, banyak masyarakat kelas menengah ke atas yang sebenarnya mampu memiliki mobil, namun mereka memilih menggunakan sepeda motor untuk bekerja. Hal ini karena jika menggunakan mobil atau kendaraan umum, waktu yang ditempuh lebih lama. Jika dengan menggunakan sepeda motor, akan lebih cepat sampai ke tujuan, karena bisa menghindari macetnya jalan raya.

Tidak cukup sampai di situ, mudahnya masyarakat mendapatkan sepeda motor juga sangat mempengaruhi jumlah sepeda motor di Indonesia. Keadaan ini bisa dilihat ketika ingin membeli sepeda motor, hanya dengan modal di bawah satu juta rupiah sudah bisa membawa motor ke rumah dengan kondisi baru. Tentunya situasi ini menyumbang angka yang besar untuk masyarakat memiliki sepeda motor.

Akan tetapi yang menjadi persoalan baru adalah dengan banyaknya jumlah sepeda motor di Indonesia, terdapat banyak pula pelanggar lalu lintas. Pelanggaran-pelanggaran yang dianggap sepele oleh masyarakat ini sebenarnya bisa menyebabkan kerugian baik oleh pengendara maupun pengendara lain.

Data dari Polda Metro Jaya mencatat sepanjang tahun 2017 sebanyak 3.132 laporan kecelakaan di Jakarta yang telah dilaporkan. Kabar agak baiknya, jumlah ini menurun 13 persen dibanding dengan tahun sebelumnya yakni 3.605 laporan.

“Pada tahun 2016 jumlah kejadian kecelakaan sebanyak 3.605 laporan. Sedangkan pada tahun 2017 terjadi 3.132 laporan. Ada penurunan kejadian sebesar 13 persen,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto dalam keterangan tertulis, Selasa (5/9/2017).

Jenis Pelanggaran Lalu Lintas Oleh Motor

Lantas dengan jumlah sepeda motor tersebut, apa saja yang banyak dilanggar oleh pengendara sepeda motor? Hal ini menarik untuk disiamak karena bisa menjadi catatan penting bagi masyarakat. Mari kita bahas satu-persatu.

Melanggar Batas Kecepatan

Ternyata yang paling sering atau banyak dilanggar adalah melanggar batas kecepatan. Jenis pelanggaran ini sering kita jumpai di jalan kota-kota besar yang ada di Indonesia. Masih banyak pengendara yang tidak menaati rambu-rambu lalu lintas yang ada. Padahal jika dilanggar bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain. Selain itu juga mengakibatkan kecelakaan. Banyak kecelakaan yang terjadi karena atas pelanggaran yang telah dilakukan.

Pelanggaran Lalu Lintas Oleh Sepeda Motor
Pelanggaran Lalu Lintas Oleh Sepeda Motor

Tidak Memiliki SIM
Jenis pelanggaran ini juga banyak. Syarat untuk berkendara atau mengendarai sepeda motor harus memiliki Surat Izin Mengumudi (SIM). Namun yang terjadi di lapangan adalah masih ada masyarakat yang tidak memiliki SIM dan menganggap sepele akan aturan ini. Padahal syarat ini wajib.

Tidak Memawa SIM
Pelanggaran jenis ini juga sering ditemukan di lapangan. Sebenarnya pelanggaran ini antara alasan tidak memiliki atau tidak membawa SIM batasnya sangat tipis. Beberapa masyarakat saat sedang ada operasi tertib lalu lintas dan diberhentikan oleh petugas (Polisi) banyak yang beralasan dengan SIM-nya tidak dibawa.

Pengemudi di bawah umur
Nah ini sangat banyak kita temukan. Padahal syarat untuk mengendara adalah minimal umur 17 tahun atau harus memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan memiliki SIM. Namun yang terjadi adalah, banyak anak di bawah umur yang bebas mengendarai sepeda motor di jalan raya. Jenis pelanggaran ini khususnya dilakukan oleh anak-anak sekolah. Ringannya sanksi yang diterapkan membuat para pelanggar yang menyepelakan.

Itulah sebagian yang bisa kami ulas atau rangkum. Berkendaralah dengan menaati rambu lalu lintas dan mengikuti aturan yang berlaku. Dengan melakukan hal tersebut, setidaknya bisa menimialsir atas kecelakaan yang terjadi.

Laporan Khusus:

Robit Mikrojul Huda

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.
Robit Mikrojul Huda