Kuliah kerja nyata Bina Desa dari Universitas PGRI Madiun yang dilaksanakan pada akhir bulan januari dan bertempatkan di desa Tileng Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun kurang lebih 1 bulan telah berjalan. Banyak potensi desa yang terdapat pada desa ini, seperti kekayaan alam yang melimpah ruah, pemandangan yang begitu indah dan suhu yang sangat menyejukkan membuat hati tertarik dan ingin selalu berkunjung.

Pada kesempatan kali ini tim KKN Bina Desa yang ditempatkan di desa Tileng berkesempatan untuk dapat membantu desa dalam mengembangkan potensi wisatanya. Dari banyaknya potensi yang ada di desa, tim berencana menarik perhatian para masyarakat dan para pengunjung yang selalu melewati desa ini untuk singgah menikmati keindahannya dengan cara membuat spot selfie di jembatan deram yang menjadi penghubung antara dusun Njiwet dan dusun Pokolimo, desa Tileng dan desa Mendak, dengan menyajikan keindahan alam disekelilingnya dan sungai yang elok rupawan. Sebenarnya banyak program yang dilaksanakan, namun 1 yang menjadi program unggulan di KKN Bina Desa ini yaitu membantu desa dalam mengembangkan potensi wisata yang terfokuskan pada jembatan tersebut.

Jembatan deram atau yang sering disebut oleh tim kkn bina desa Tileng yaitu “Jeder” ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa KKN Bina Desa Universitas PGRI Madiun dalam mengembangkan potensi desa wisata yang nantinya pengembangan desa wisata ini akan berkelanjutan dan dimulai dari kkn ini sudah dirancang potensi apa saja yang ada di Desa Tileng dan program apa yang akan dilakukan kedepannya yang nantinya bisa dijalankan oleh Desa ataupun dari KKN Universitas PGRI Madiun berikutnya.

Jembatan deram yang dikelola oleh tim ini  dirancang sedemikian rupa dan didesain semenarik mungkin untuk dapat menarik perhatian dari para penglihat nya. Langkah awal yang dilakukan yaitu mengkonsep jembatan deram dan tema yang akan digunakan yaitu bertemakan klasik dengan asesoris, warna dan keperluan lainnya berwarnakan gelap. Tidak hanya itu tim juga menyiapkan penerangan pada jembatan deram dan membuat tiang lampu yang di desain sesuai rancangan awal.

Setelah proses yang begitu lama dijalankan,  akhirnya masuk ketahap akhir yaitu finishing. Mengechek semua rencana awal yang direncanakan. Semuanya telah diselesaikan, kini jembatan deram “Jeder” siap di gunakan dan dinikmati oleh masyarakat setempat dan para pengunjungnya. Semoga dengan langkah awal ini menjadi langkah keberlanjutan untuk dapat mengembangkan potensi desa sehingga desa Tileng menjadi pusat Wisata utama yang ada di wilayahnya. (Tim KKN Bina Desa Tileng)

Redaksi

Temukan informasi yang menarik dari Setara.net yang diupdate setiap hari.
Redaksi