Indonesia akan menikmati bonus demografi dengan penduduk usia produktif lebih besar pada rentang tahun 2020-2030, namun sayangnya hal tersebut dapat menjadi ancaman ketika tahun 2030 berakhir.

Setara.net – Bicara soal BPJS yakni singkatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, suatu program pemerintah yang memberikan jaminan sosial kepada masyarakat dalam bidang kesehatan dan ketenagakerjaan. Namanya suatu produk pasti ada plus-minusnya. Kali ini kami akan bahas mengenai BPJS Ketenagakerjaan, program Jamsostekpun sekarang tergabung di dalamnya. Program ini diprediksi akan membuat jumlah pensiunan pada tahun 2040 membludak. Ada apa gerangan ya di tahun 2040? Mari kita cek!

BPJS Ketenagakerjaan logo
BPJS Ketenagakerjaan logo

Keterlambatan kesadaran akan pentingnya jaminan sosial

Dalam acara Indonesia Economic Outlook 2017 yang diselenggarakan di Hotel Pullman, Jakarta  pada hari Selasa tanggal 31 Januari 2017 dan diadakan oleh Koran SINDO dan SINDOnews.com, membahas masalah sistem jaminan sosial yang diterapkan di Indonesia masih menggunakan sistem open growth yang mengakibatkan masyarakat yang memasuki pensiun akan mendapatkan jaminan sosial seperti jaminan pensiun, namun pada periode 2040 ke atas, jumlah pembayar iuran jaminan sosial akan lebih menurun.

Menurut Direktur Utama Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Bapak Agus Susanto, jaminan sosial adalah hak dasar manusia yang sifatnya umum atau universal. Sayangnya, baru sekitar 27% masyarakat dunia yang menikmati jaminan sosial  di jaman sekarang, sedangkan sisanya yang 73% belum mendapatkannya.

Indonesia memang terlambat untuk mengadakan program ini dan menyadari pentingnya perlindungan jaminan sosial untuk kehidupan yang layak untuk masyarakatnya. Padahal negara-negara lain sudah mengadakannya namun baru negara mapan secara ekonomi yang memiliki kesadaran untuk menyiapkan program jaminan sosial dan mengantisipasi hal paling mendasar yaitu dibangunnya kesejahteraan masyarakat untuk kehidupan yang lebih layak.

Pak Agus-pun menyebutkan bahwa Jerman sudah menyiapkan program ini sejak 1857 dan Inggris sudah dari tahun 1930. Walau terlambat, pihak penyelenggara tetap optimis akan terus menyediakan program ini untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Kepersetaan Aktif BPJS Ketenagakerjaan
Kepersetaan Aktif BPJS Ketenagakerjaan

Periode Tahun 2020 – 2030 tenaga kerja membludak

Menurut Agus Susanto, Indonesia akan menikmati bonus demografi dengan penduduk usia produktif lebih besar pada rentang tahun 2020-2030, namun sayangnya hal tersebut dapat menjadi ancaman ketika tahun 2030 berakhir. Kondisi ini harus disikapi dengan dua sisi yang berlawanan. Tantangan peningkatan tenaga kerja tetapi juga sebagai ancaman terhadap penyelenggaraan jaminan sosial.

Pada periode 2020-2030, Indonesia memiliki banyak tenaga kerja yang dapat menggerakkan perekonomian. Namun pada 2040 tenaga kerja itu akan memasuki masa pensiun dan menjadi beban bagi penyelenggara jaminan sosial ini. Makanya, penduduk dengan usia produktif sekarang harus dipaksa ikut dalam jaminan sosial. Kebijakan ini dilakukan agar ada cadangan dana yang terkumpul di BPJS Ketenagakerjaan untuk membayar jaminan pensiun pada saat penduduk usia pensiun membludak nantinya dan sangat berguna untuk mendongkrak perekonomian.

Sudahkan Anda terdaftar di program BPJS Ketenagakerjaan? Jika belum, silahkan daftar disini.

Laporan Khusus :

  1. Berapa Besar Pendapatan Setiap Bulan Karyawan di Indonesia?
  2. 6 Alasan Mengapa Mayoritas Orangtua Lebih Mendukung Anaknya Jadi Karyawan Dibandingkan Pengusaha
  3. Perusahaan yang Paling Royal Belanja Iklan di TV

Desti

Blogpreneur yang gak peduli sama sakit hatinya dihina orang, yang tetap berjalan menuju mimpinya sampai terwujud dan akan membuat si penghina berubah sikap menjadi bertepuk tangan dan pengagum rahasia.