Tahapan perkembangan anak kerap dijadikan panduan orang tua.  Di mana tumbuh artinya perubahan secara fisik anak menjadi lebih besar.  Sementara perkembangan berarti perubahan menuju lebih baik.  Organ tubuh semakin sempurna fungsinya. Siklus tumbuh kembang anak yang sejatinya berbeda pada tiap anak.  Namun, hanya dikenali secara garis besar oleh orang tua.

Berdasarkan hal di atas, orang tua harusnya mengenali 4 tahapan perkembangan anak.  Mengapa?  Agar orang tua tidak terlalu khawatir atau terlalu dini menganggap anak berbeda dibandingkan yang lain.

Tahapan perkembangan anak tersebut secara umum, yaitu:

  1. Perkembangan Kognitif

Perkembangan anak secara kognitif mengacu pada kesiapan anak dalam memecahkan masalah.  Perkembangan kognitif ini yang secara awam dikenal sebagai kecerdasan.  Anak dikatakan kognitifnya berkembang baik jika dapat berhitung atau berprestasi secara akademis.

  1. Perkembangan Sosial

Interaksi sosial dan pengendalian emosi termasuk dalam perkembangan sosial.  Perkembangan sosial yang sering diabaikan orang tua, melahirkan anak yang cerdas dengan emosi tidak stabil.

  1. Perkembangan Bahasa

Anak dapat berbicara dengan baik, mengungkapkan perasaan, dan menuliskannya bagian dari perkembangan bahasa. Perkembangan bahasa akan mempengaruhi interaksi sosial dan kognitif anak ketika usia bertambah.

  1. Perkembangan Motorik

Perkembangan motorik terbagi menjadi dua, motorik kasar dan motorik halus.  Motorik kasar umumnya berkembang lebih dahulu, seperti merangkak, berjalan, berlari, naik sepeda, dan seterusnya.  Motorik halus berkembang lebih lambat, seperti memegang benda kecil, menggunting, dan menulis.

Dengan mengetahui 4 tahapan perkembangan yang harus dilalui di atas, orang tua dapat lebih mengoptimalkan seluruh potensi anak.  Khususnya perkembangan di masa emas, usia 0 sampai 5 tahun.  Orang tua juga memahami bahwa tidak anak yang sempurna.  Mereka cerdas di bidangnya masing-masing.

Bagaimana dengan tumbuh kembang bayi prematur? Bayi prematur mungkin sedikit keterlambatan tumbuh kembang.  Beberapa bayi bahkan dapat mengalami masalah pendengaran, penglihatan, kognitif, dan emosional.  Tetapi banyak pula anak yang berkembang normal dan melebihi anak lain. Yang terpenting sebagai orang tua memahami dan menerima dengan lapang dada apa pun kondisi anak.

Sekian artikel kali ini.  Semoga bermanfaat!

Robit Mikrojul Huda

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.
Robit Mikrojul Huda