Penting untuk diketahui bahwa, wisata ramah terhadap muslim bukan berarti wisata yang dikhususkan untuk muslim saja. Namun wisata ini juga untuk non muslim.

Setara.net – Pariwisata adalah salah satu devisa negara yang paling menggiurkan selain pendapatan pajak. Selain itu pariwiasata juga mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar tempat wisata. Bahkan, pemerintah menjadikan pariwisata sebagai pembangunan prioritas selain pangan, energi, maritim, dan Kawasan Industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Melihat hal demikian, tentunya Indonesia yang sudah terkenal di mata dunia oleh salah satunya pariwisata, harus membuat objek wisata yang nyaman, bersih, dan lain sebagainya.

Target di pemerintahan Joko “Jokowi” Widodo ini pada akhir tahun 2019 adalah jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia mencapai 20 juta. Sedangkan wisatawan lokal sebanyak 275 juta. Menilik target tersebut, pemerintah sedang gencar-gencarnya membangun insfraksturtur wisata di Indonesia. Pembangunan “Wonderful Indonesia” terus dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

Tujuan Wisata Ramah Muslim di dunia

Data yang dirilis oleh lembaga survei Mastercard-CresentRating pada tahun 2017, yang berjudul “Global Muslim Travel Index 2017″, negara Indonesia menempati posisi ketiga dari 130 destinasi pasar travel muslim di dunia. Indonesia menduduki peringkat ketiga dengan skor 72,6. Di bawah Malaysia 82,5 dan Uni Emirat Arab 76,9.

Di tahun ini juga Indonesia berhasil menggeser posisi negara Turki yang sebelumnya berada di peringkat tiga menjadi empat dunia. Penilaian ini dilakukan oleh Mastercard-CresentRating atas empat kriteria strategis, yaitu pada akses, lingkungan, layanan dan terakhir pada komunikasi.

Global Muslim Travel Index 2017
Global Muslim Travel Index 2017 | Setara.net

Walaupun Indonesia nomor tiga dunia, nyatanya perbandingan skor dengan negeri jiran Malaysia masih jauh tertinggal. Kabar baiknya adalah, seperti yang telah disinggung di atas bahwa saat ini pemerintah Indonesia sedang gencar-gencarnya membangun infraksturtur, salah satunya di sektor pariwisata. Bukan tidak mungkin, pada tahun 2018 mendatang Indonesia berhasil menggeser negara Uni Emirat Arab.

Wisata Ramah Muslim Indonesia

Penting untuk diketahui bahwa, wisata ramah terhadap muslim bukan berarti wisata yang dikhususkan untuk muslim saja. Namun wisata ini juga untuk non muslim. Indikator sebagai wisata halal adalah seperti makanan halal, non alkohol, kebersihan, terdapat musholla atau masjid serta penunjang lainnya.

Pada tahun lalu, Indonesia, khususnya pantai Lombok telah meraih World Best Halal Tourism Destination dan World Best Halal Honeymoon 2015 serta pemenang Wisata Halal Indonesia 2016. Hal ini membuktikkan bahwa Indonesia layak, dan sangat direkomendasikan menjadi destinasi wisata muslim di dunia. Selain itu, Pulau Lombok juga diganjar penghargaan sebagai Pariwisata Halal Terbaik Indonesia pada tahun 2016.

Selain Pulau Lombok, destinasi wisata ramah terhadap muslim juga banyak sekali di Indonesia. Misalkan Banda Aceh, Sumatera Barat, Jakarta, Kota Bandung dan masih banyak sederet tempat wisata halal di Indonesia.

Peran Pemerintah

Upaya pemerintah dalam mendorong target wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia mencapai 20 juta pengunjung pada tahun 2019 harus didukung oleh Semua Kementerian. Tentunya Fasilitas Umum, Fasilitas Pariwisata, aksesibilitas harus dipercepat pembangunannya.

Peran pemerintah sangat dibutuhkan. Selain itu pengawasan yang baik akan mendapatkan hasil yang baik pula. Pada akhirnya, para wisatawan asing dan lokal yang berkunjung akan nyaman menghabiskan liburannya.

Laporan Khusus:

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.
SHARE