Setara.net – “Apapun cerita travelingmu, awali dengan traveloka dulu!” Kutipan tersebut adalah salah satu iklan dari aplikasi traveloka. traveloka adalah salah satu situs pencarian tiket pesawat dan hotel terkemuka di Asia Tenggara, melayani lebih dari 18.000 rute penerbangan dan ribuan hotel di kawasan Asia Pasifik.

Saat ini, siapa yang belum tahu dengan traveloka? Hampir semua orang Indonesia yang menggunakan internet hampir pasti akan tahu dengan startup yang satu ini. Kendati tidak tersambung dengan internet, orang Indonesia juga akan tahu mengenai traveloka. Karena startup ini sering lalu-lalang di iklan televisi nasional.

traveloka didirikan oleh Ferry Unardi di tahun 2012 silam. Hanya dalam waktu 4 tahun, startup ini telah menjadi besar dan menjadi rajanya pemesanan tiket pesawat dan hotel secara online.

Kita sangat mudah dan gak ribet ketika akan memesan tiket pesawat ataupun hotel di traveloka. Dengan harga yang murah dibandingkan dengan lainnya, maka traveloka menjadi startup yang banyak digunakan oleh orang yang akan menggunakan pesawat atau menginap di hotel.

“Dulu membeli tiket pesawat sangat ribet dan harus melengkapi ini-itu. Namun, semenjak adanya traveloka, booking tiket pesawat jadi mudah” Ujar seorang teman bernama, Henny Rosyana.

Henny tak sendirian. Jutaan orang Indonesia telah merasakan manfaatnya kehadiran traveloka. Kita tak akan capek-capek datang ke sebuah agen tiket. Hanya dengan membuka situs atau aplikasi traveloka, tentukan kota asal dan tujuan, dan tentunya tanggal bepergian. Maka akan muncul sederet harga tiket pesawat dari mulai kelas ekonomi hingga bisnis. Semua terpampang jelas. Dan harga yang tertera adalah harga yang akan kita bayarkan. Tidak ada tambahan biaya sepeserpun.

Hadirnya traveloka

Dengan banyaknya orang Indonesia yang sering melakukan traveling atau bepergian ke luar kota menggunakan pesawat terbang. Maka traveloka memanfaatkan kesempatan ini dengan brilian.  Harga tiket yang dijual traveloka dibandingkan dengan agen tiket konvensional maupun online adalah bisa dikatakan yang paling murah.

Sangat wajar, dengan harga yang murah maka traveloka banyak sekali penggunanya.

Strategi traveloka

Dengan beriklan di berbagai media, dari televisi nasional, iklan di berbagai media daring membuat nama traveloka terkerek naik di puncak situs pemesanan tiket. Tak hanya itu, traveloka sering membuat promo terhadap penggunanya. Booking hotel dengan harga yang sangat murah. Tentunya, strategi ini memang banyak digunakan oleh startup. Istilah “bakar duit” memang sering dilakukan oleh startup yang ingin perusahaan menjadi besar. Masalah profit, belakangan.

Peringkat traveloka

Jika menilik peringkat dengan startup sejenis, maka traveloka adalah jawaranya. Peringkat alexa untuk negara Indonesia, traveloka berada di urutan 103. Tiket.com membayangi pada urutan 152, lalu ada pegipegi.com dengan menduduki peringkat 474, sedangkan nusatrip.com jauh tertinggal, ia berada di urutan 1.277 dan ada Reservasi.com masih sangat jauh tertinggal di peringkat 1981.

Tak hanya dari alexa saja namun dalam segi jumlah kunjungan website, traveloka menduduki tempat paling atas dari ke-empat startup lainnya.

Jumlah kunjungan website traveloka menurut statshow.com tiap bulannya ada di angka 7,375,350. Seperti peringkat alexa, Tiket.com selalu membayangi, tiket.com dalam sebulan websitenya telah dikunjungi sebanyak 4,213,500. Menyusul Pegipegi di 1,408,620; Nusatrip di angka 628,290 dan di urutan paling buncit ditempati oleh Reservasi yang dalam sebulan hanya dikunjungi sebanyak 310,680 saja.

peringkat dan kunjungan aplikasi pemesan tiket di Indonesia
peringkat dan kunjungan aplikasi pemesan tiket di Indonesia

Persaingan antar startup

Dengan pengguna yang menggunakan jasa pemesanan tiket pesawat dan hotel semakin banyak dari tahun ke tahun. Maka para startup akan saling adu harga dan promo secara gencar-gencaran. Selain promo yang menarik bagi para pengguna, maka mereka harus terus melakukan inovasi yang berbeda dengan yang lainnya. Jika tidak, siap-siap saja akan gulung tikar dengan sangat menyedihkan.

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.
SHARE