Jika Anda tidak memiliki skill dan juga selembar kertas (ijazah), maka akan susah untuk mendapatkan pekerjaan.

Setara.net – Hari ini adalah hari buruh internasional atau sering disebut dengan May Day. Disini tak akan membahas sejarah tentang hari buruh, pemogokan pekerja di dunia dan lain sebagainya. Artikel yang singkat ini akan sedikit membahas tentang pekerja di Indonesia. Buruh tak hanya yang bekerja di lapangan, seperti buruh bangunan, buruh pabrik, dan lainnya. Akan tetapi para pekerja yang berada di kantor mewah dan berdasi tetap saja mereka buruh. Jadi tak ada bedanya. 

Dalam kehidupan mayoritas masyarakat di Indonesia bahwa para pekerja kantoran ini banyak yang tidak mau disebut dengan buruh. Maunya disebut karyawan. Ya, sampai di sini sudah ada perbedaan pandangan dan merasa karyawan lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan buruh. Padahal ya sama aja, masih mendapatkan upah bulanan dari perusahaan.

Berapa besar pendapatan pekerja di Indonesia?

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pendapatan pekerja di Indonesia itu masih sangat ditentukan oleh tingkat pendidikan. Jadi pendidikan dalam mendapatkan pekerjaan serta menentukan upah itu sangat penting. Para perusahaan mayoritas dalam mencari karyawan baru, persyaratan utamanya adalah pendidikan.

Jadi, misalkan Anda memiliki skill yang mumpuni ingin melamar ke perusahaan besar akan tetapi ijazahnya hanya SMK/SMU, maka bisa jadi ditolak. Begini, contoh sederhananya. Perusahaan PT. Maju Bersama sedang membutuhkan karyawan baru di posisi Manager Marketing dengan persyaratan pendidikan terakhir Strata 1. Nah, ketika ada yang melamar, misalkan Andi melamar ke PT. Maju Bersama. Andi adalah seorang yang sudah berpengalaman di bidang marketing namun ia hanya lulus sampai SMA saja. Apakah perusahaan akan menerimanya? Tentu Andi akan ditolak. Dalam persyaratan “administrasi” saja, ia sudah tidak memenuhi. Mayoritas perusahaan akan mengambil langkah ini. Walaupun tidak semuanya.

Jumlah Pekerja di Indonesia

BPS Indonesia telah mengeluarkan data mengenai jumlah pekerja di Indonesia. Hasilnya adalah pada tahun 2011 jumlah pekerja di Indonesia mencapai 111,3 juta orang. Di tahun berikutnya, pekerja di Indonesia menambah menjadi 113 juta pekerja. Lalu di tahun 2013, menurun dua ratus ribu orang, menjadi 112,8 juta. Kemudian di tahun 2014 naik menjadi 114,6 juta, di tahun berikutnya naik dua ratus ribu menjadi 114,8 juta. Lalu pada tahun 2016 kemarin, jumlah pekerja di Indonesia naik signifikan menjadi 120,8 juta pekerja.

Jumlah Pekerja di Indonesia
Jumlah Pekerja di Indonesia | Setara.net

Pekerja di Indonesia

Rona Ariyolo adalah seorang Network Engineer di perusahaan swasta yang berlokasi di Jakarta. Dengan skill yang dimiliki ia mendapatkan gaji yang menurutnya sudah cukup. “sudah kok” ujarnya. Lalu dengan kehidupan di Jakarta dan biayanya yang mahal, menurut Yolo – sapaan akrabnya, masih bisa mencukupi kehidupannya. “Cukup” kata Yolo. “Hidup di Jakarta itu murah kok, asal gak banyak gaya. Saya masak nasi sendiri terus beli lauknya di warteg” lanjutnya. Gaya yang dimaksud oleh Yolo adalah, misalkan perbandingan membeli gudeg di pingiran jalan dan di Bale Dahar.

Yolo bekerja sebagai Network Engineer di perusahaannya sudah hampir 2 tahun. Ia tak mempermasalahkan jam kerja di kantornya. “di (tempat) saya kan fleksibel” aku Yolo. Walaupun secara peraturan bahwa jam kerjanya senin hingga jumat dimulai dari jam 9 sampai 5 sore. Namun pada praktiknya perusahaan creative digital jam kerja tersebut tak bisa dilakukan. Lalu dengan jam kerja yang fleksibel tersebut bagaimana menghitungnya? “Jadi andai hari ini lembur sampai nginap (8 jam), maka boleh ambil hari libur di hari aktif” jelasnya.

Dengan pekerjaan dan jam kerja yang fleksibel, membuat Yolo puas di tempat kerjanya hingga kini. “tetap stay di sini karena betah”. Pungkasnya.

Pengangguran di Indonesia

Jumlah pengangguran di Indonesia menurut BPS pada tahun 2016 lalu mencapai tujuh juta orang. Pengangguran di Indonesia dilihat dari tahun ke tahun trennya naik turun. Memang, di Indonesia khususnya di kota-kota besar, walaupun lowongan pekerjaan berlimpah, namun yang mencarinya juga berkali-kali lipat. Jika Anda tidak memiliki skill dan juga selembar kertas (ijazah), maka akan susah untuk mendapatkan pekerjaan. Faktanya memang seperti ini, dan masih berlangsung sampai sekarang.

Laporan Khusus:

Robit Mikrojul Huda

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.
Robit Mikrojul Huda

Latest posts by Robit Mikrojul Huda (see all)

SHARE