Setara.net – Hal mengerikan di dunia selain pembunuhan dan mati karena kelaparan adalah bunuh diri. Bunuh diri adalah proses terakhir, pemicunya adalah suatu masalah yang berulang terjadi karena sang penderita tidak punya teman bicara yang bisa minimal mendengarkannya. Atau menjadi pendengar yang baik tanpa sok jadi seolah psikolog yang memberi nasihat dan men-judge suatu  masalah hanya dari situasi yang digambarkan dari satu sisi yakni sisi penderita.

Saat seseorang memiliki masalah yang dirasa lebih berat dari masalah yang sebelumnya pernah dialami otomatis akan mengalami penurunan kepercayaan diri, galau, merasa tidak mampu melaluinya dan sangat down. Dalam posisi inilah yang dibutuhkan hanyalah perasaan diperdulikan dan kebutuhan non verbal seperti pelukan atau rangkulan.

Jika jadi pendengar yang baik, berusahalah untuk bersikap netral, jangan terlalu mendukung tapi juga jangan menyalahkan. Menurut Dr. Firyansyah di siaran Iradio Jakarta, Jumat 28 Juli 2017. Fase orang yang depresi dapat terlihat dari prinsip 3P:

  1. Pemikiran, biasanya mereka cenderung berpikir ingin mengakhiri hidup karena merasa beban hidupnya begitu berat dan merasa sendirian di dunia ini.
  2. Perilaku, memberikan barang yang sangat disukainya kepada orang lain atau menjauh dari kerumunan dan lebih suka menyendiri, tertutup dan tidak ingin bicara dengan orang lain
  3. Perasaan, mereka akan curhat yang mengarah pada keluhan dan keinginan untuk mengakhiri hidup bila ada yang mengajaknya bicara, tapi juga bisa cenderung berbohong mengatakan dirinya baik baik saja, namun tanpa gesture dan mimik yang bersemangat atau malah terlihat muram.

Akhir-akhir ini banyak pemberitaan mengenai bunuh diri, namun semakin hari kejadian serupa justru semakin ekstrem. Penderita depresi biasanya men-copy atau meniru kejadian yang sama hanya dibuat lebih berbeda dan lebih berbahaya. Dalam hal ini hanya bisikan setan teman setianya. Perasaan dihargai dan dibutuhkan adalah dua hal yang bisa membuat seseorang merasa berharga dan berarti ada di dunia. Sehingga mereka memiliki alasan kuat untuk tetap hidup karena perasaan tidak dihargai dan sendirian lebih parah merusak dari dalam ketimbang luka luar yang berdarah. Untuk introvert sebagian dapat menyembunyikan masalahnya tanpa menunjukkan di mimik wajah namun bila dilihat lebih dekat dari sorot mata akan terlihat jelas karena mata adalah jendela hati.

Ada pula yang lebih suka melukai dirinya sendiri dengan melihat luka luar yang berdarah dia merasa lebh tenang daripada luka hati yang tidak terlihat. Saat dia lihat luka luar itu sembuh maka otomatis akan merasa tenang seakan luka dalam pun ikut sembuh.

Selain masalah, pemicu lain dari bunuh diri adalah narkoba seperti yang terjadi pada vokalis Linkin Park yang baru-baru ini mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Kesakitan luar biasa akibat sakau kadang pemakai tidak sanggup melewatinya dan memilih bunuh diri.

Intinya, hanya orang yang depresi ingin didengar curahan hatinya. Dan kita berusahalah jadi pendengar yang baik. karena jarang orang yang sabar untuk bisa mendengar keluh kesah orang lain, toh masalahnya sendiri aja sudah dirasa berat.

Baca juga:

Desti

Blogpreneur yang gak peduli sama sakit hatinya dihina orang, yang tetap berjalan menuju mimpinya sampai terwujud dan akan membuat si penghina berubah sikap menjadi bertepuk tangan dan pengagum rahasia.
SHARE