Dengan kecendrungan orang Indonesia yang menggunakan lebih dari satu kartu membuat jumlah pelanggan seluler di Indonesia melebihi populasi. Lantas, Siapa yang menjadi raja operator di Indonesia?

Setara.net – Hari ini siapa yang tak mengenal telepon seluler. Ya, telepon genggam yang sekarang harganya murah meriah itu. Lima belas tahun silam telepon genggam adalah barang mewah. Hanya orang-orang tertentu saja yang memilkinya. Benda kotak kecil yang membuat masyarakat Indonesia khususnya kalangan kelas bawah terkanggum-kagum akan kecanggihannya.

Masih pada periode 2000-an awal, Indonesia dalam masa perpindahan sistem pemerintahan. Demokrasi baru berjalan dan tentunya perekonomian nasional masih terseok-seok. Dampaknya, perkembangan teknologi juga agak terlembat dibandingkan dengan negara-negara di dunia apalagi dengan negara maju.

Awal masuknya telepon genggam di Indonesia

Sebenarnya awal mula telepon genggam masuk di Indonesia sudah lama sekitar tahun 1984. Namun mulai menyebar dan menjadi konsumsi semua golongan baru beberapa tahun belakangan ini. Sekitar 2005-2006 adalah tahun dimana telepon genggam sudah ditenteng oleh berbagai macam orang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Mulai dari anak sekolah, guru, karyawan, pengusaha dan lainnya.

Provider favorit di Indonesia

Endo Putra adalah seorang karyawan swasta yang saat ini bekerja di Ibukota. Ia menggunakan 2 provider sekaligus di handpone-nya. “Ada Telkomsel dan Tri” ujar Endo. “Telkomsel untuk telepon orangtua di kampung, sedangkan Tri untuk internet” lanjutnya sambil terkekeh. Endo memakai provider jenis Telkomsel sudah 6 tahun lamanya dan untuk Tri baru setahun. Dan¬†menghabiskan uang dalam sebulan sekitar 120 ribu. Dengan memakai keduanya ia sangat nyaman. “nyaman banget” kata Endo yang saat ini juga mengelola website Takaitu.com.

Hal senada diungkapkan oleh Muchol Huda, seorang pedagang dan wiraswasta di Jakarta ini juga menggunakan dua operator sekaligus. “Ane pakai Telkomsel dan Axis om, Telkomsel mah gak ada duanya. Jadi jangan tanya kelebihannya” aku Huda – sapaan akrabnya. Ketika saya tanya sudah berapa lama dan mengapa memilih provider tersebut jawabannya “Make Telkomsel sejak SMP, tapi untuk nelpon saudara doang, sedangkan Axis untuk internet”. “Ane pakai Axis dari pertama kali keluar Axis” lanjut Huda.

Lain pula dengan seorang pelajar sekolah menengah pertama di kota Apel, Malang bernama Ratna Dewi. Dengan uang yang masih diberi oleh orangtua maka Ratna tak menggunakan provider banyak-banyak. “Pakai Axis, sebulan paling menghabiskan 25 ribu” ungkapnya. Tentu, keadaan ini akan berbeda jika Ratna sudah bekerja atau menginjak bangku kuliah. Karena ia akan membutuhkan setidaknya kuota yang banyak untuk berkomunikasi dengan teman-temannya.

Berbeda dengan Ratna Dewi, lelaki bernama Geraldi Rizki Akbar saat ini menggunakan dua operator seluler. Namun yang membuat beda lagi adalah jumlah kartu yang dimilikinya. Betapa tidak, saat ini ia¬†memakai 5 nomor sekaligus. “Ane Telkomsel 2 kartu, dan Indosat (Ooredoo) 2 kartu” kata Geraldi. “Dan Bolt satu” lanjutnya sambil ketawa. Dengan sebanyak itu, ia bisa menghabiskan dalam sebulan sebesar empat ratus ribu.

Keunggulan dan kekurangan

Dengan banyaknya provider di Indonesia pengguna dihadapkan dengan berbagai macam pilihan. Tentunya konsumen akan mencari kelebihan dan kekurangan operator. Pada empat nama yang saya tanya, ketiganya memakai Telkomsel. Mengapa Telkomsel menjadi pilihan yang paling banyak? Sebabnya adalah sinyal yang kuat dan telah menyebar di pelosok Indonesia. Dengan sebaran yang begitu luas, tidak salah jika Telkomsel menjadi pilihan masyarakat. Telkomsel identik dengan sinyal yang kenceng namun soal harga, sepertinya provider ini rasanya paling mahal diantara yang lain. Meskipun demikian, pengguna Telkomsel dari tahun ke tahun terus melonjak.

Pelanggan operator seluler terbanyak

Beberapa waktu lalu Telekomunikasi Indonesia telah merilis pengguna operator terbanyak di Indonesia. Operator paling puncak rasanya sudah jelas dipegang oleh Telkomsel. Hingga tahun 2016, pengguna Telkomsel di Indonesia sebanyak 157,4 juta atau sekitar 46 persen dari total pelanggan di Indonesia. Selanjutnya disusul oleh Indosat Ooredoo dengan pengguna sebanyak 80,5 juta pengguna. Lalu ada provider Tri yang mengantongi pengguna sebanyak 55,5 juta. Di posisi keempat ada XL Axiata yang membuntuti Tri dengan jumlah pengguna sebesar 46 juta. Urutan kelima ada operator Smartfren yang memiliki pengguna sebanyak 12 juta.

Pelanggan Operator Seluler di Indonesia 2016
Pelanggan Operator Seluler di Indonesia 2016

Dengan kecendrungan orang Indonesia yang menggunakan lebih dari satu kartu membuat jumlah pelanggan seluler di Indonesia melebihi populasi. Saat ini junlah penduduk di Indonesia adalah 250 juta orang, namun pelanggan seluler di Indonesia jumlahnya sebanyak 300 juta pelanggan.

Melihat data di atas sudah diprediksi oleh banyak orang. Justru yang layak kita tunggu adalah adu harga antara Indosat, Tri dan XL. Dengan jumlah pelanggan yang tak beda jauh, membuat ketiga provider ini terus melancarkan serangannya. Walaupun banyak yang mengatakan peperangan antar provider di Indonesia antara Telkomsel dan Indosat, nyatanya Indosat masih tertinggal jauh dengan saingan utamanya. Justru Indosat harus terus jaga jarak dengan Tri dan XL. Jika tidak, posisi kedua akan hilang.

Nah, kalau menurutmu provider apa yang saat ini kamu gunakan dan mengapa menggunakan provider itu? (kalau ada keluhan, sertakan. Biar dibaca admin operator seluler :v ) Silahkan tulis di kolom komentar.

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.

Latest posts by Robit Mikrojul Huda (see all)

SHARE