Dengan konten yang segar dan kekinian, bukan tidak mungkin radio bisa sedikit mengalihkan para milenial terhadap gawai-gawainya. 

Setara.net – “iya, kalau di perjalanan naik mobil pribadi” ujar Renny Wagia. Saat saya tanya masih sering tidak mendengarkan radio.

Memang, fungsi radio di era digital seperti sekarang tidak sepenting jaman dulu. Radio hanya untuk menghindari rasa bosan di perjalanan. Walaupun isi konten radio berupa hiburan dan informasi, namun alasan utama mengapa mendengarkan radio ya karena bosan di perjalanan saat naik mobil pribadi.

Hal ini dikarenakan adanya internet yang secepat kilat mengenai laju informasi. Arus informasi di internet setiap detik terus berkembang. Menurut survey yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), alasan pengguna internet di Indonesia mengakses internet adalah untuk mengupdate informasi.  Maka dari itu, sekalipun radio memuat konten informasi berita dan situasi lalu-lintas terkini, rasanya masih dikalahkan oleh internet.

Namun yang membuat lega para pelaku industri radio di Indonesia adalah, setidaknya dalam sepekan masyarakat di perkotaan mendengarkan radio selama 139 menit. Hal ini rasanya radio masih baik-baik saja. Dengan kecepatan internet, maka para pelaku media khususnya radio harus berinovasi agar tidak ditinggalkan oleh pendengarnya.

Radio terpopuler di Twitter

Pada minggu kedua di tahun 2017 tepatnya tanggal 13 hingga 19 Januari, sebuah startup asal Indonesia, GDILab.com telah menganalisa obrolan-obrolan para pengguna twitter di Indonesia mengenai percakapan terhadap radio apa dan terpaan brand radio di twitter dengan dan tanpa mention.

Hasilnya adalah radio Elshinta yang paling banyak dibicarakan. Radio Elshinta di twitter mendapatkan sebanyak 16.134 posts. Kemudian radio yang paling banyak dibicarakan nomor dua adalah radio Prambors, ia mendapatkan postingan sebanyak 3.798 post. Jumlahnya beda jauh sekali dengan radio Elshinta lebih dari 4 kali lipat. Lalu yang ke tiga ada Mustang fm yang mendapatkan percakapan sebanyak 1.358 postingan. Ada radio GEN fm yang memperoleh 950 post dan di posisi paling buncit terdapat radio Hard Rock fm yang hanya dibicarakan sebanyak 680 postingan saja.

Menilik analisa yang dilakukan GDILab tersebut, artinya secara logika bahwa radio Elshinta adalah radio yang sering didengarkan oleh para pengguna twitter. Walaupun ini masih menjadi persoalan. Belum tentu Hard Rock FM yang jarang dibicarakan di twitter, pendengarnya lebih sedikit dibanding dengan Elshinta. Kemungkinan-kemungkinan lain sangat bisa trejadi.

Radio Terpopuler di Twitter
Radio Terpopuler di Twitter | Setara.net

Menyikapi para pendengar radio (generasi milenial)

Generasi milenial memang berbeda dengan generasi sebelumnya yaitu generasi X, bahkan terkadang perilaku para milenial ini membuat bingung para generasi X. Tentunya para pelaku industri radio harus terus membuat konten-konten yang segar untuk para pendengarnya khususnya para milenial ini.

Konten-konten yang sedang tren, informasi mengenai kondisi lalu lintas, berita terkini, dan tentunya lagu-lagu yang tidak ketinggalan jaman. Tentunya tidak harus terpatok dengan kriteria-kriteria yang disebutkan tadi. Semua stasiun radio pasti memiliki progra andalannya masing-masing. Baik itu di kancah musik pop, indie, rock, bahkan dangdut sekalipun. Program-program tersebut harus dikemas dengan sedemikian kreatif, tidak melulu mendengarkan lagu dan informasi lalu lintas saja, namun pengetahuan tentang musik kalau bisa dikupas agar menambah wawasan para pendengarnya. Dengan konten yang segar dan kekinian, bukan tidak mungkin radio bisa sedikit mengalihkan para milenial terhadap gawai-gawainya.

Bertahan atau tumbang

Dengan program-program yang kreatif, rasanya radio tak akan ditinggalkan oleh pendengarnya. Hal ini juga pundi-pundi perusahaan akan berjalan dengan lancar. Pengiklan akan berdatangan. Tentunya, para perusahaan radio dalam mengemas iklan tidak melulu soal menjual dan promosi yang terang-terangan. Hal ini kadang membuat para pendengarnya bosan. Dan dalam mengatur durasi iklan harus sekreatif mungkin, jangan sampai lebih banyak iklannya dibandingkan dengan konten lagu dan informasi.

Laporan Khusus:

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.

Latest posts by Robit Mikrojul Huda (see all)

SHARE