Dengan kasus Starbucks yang sedang ramai ini, sebenarnya kita bisa mengambil langkah yang positif. Bandingkan saja kopi Starbucks dengan kopi-kopi asli Indonesia, rasanya malah lebih nikmat kopi Indonesia.

Setara.net – Indonesia adalah penghasil kopi terbaik di dunia. Hal ini sudah tidak diragukan lagi oleh penikmat kopi di Indonesia maupun dunia. Bahkan, biji kopi Starbucks yang sedang ramai di media online maupun di media sosial yang ingin diboikot itu, diambil dari Sumatera.

Kopi di Indonesia sangat terkenal di dunia. Sebut saja kopi Aceh Gayo, Kopi Sidikalang, Kopi Lanang Banyuwangi, Kopi Bali Kintamani, Kopi Toraja dan masih banyak sederet kopi-kopi Indonesia yang namanya mendunia.

Banyaknya Cafe bermunculan

Cafe atau kedai kopi di kota-kota besar di Indonesia akhir-akhir ini banyak bermunculan. Dengan berbagai konsep dan pemasaran, kedai kopi setiap tahunnya terus bertambah. Kendati demikian, ternyata produksi kopi di Indonesia dalam kurun waktu empat tahun terakhir justru menurun. Begitupula dengan produktivitas kebun kopinya. Pada tahun 2013 produktivitasnya mencapai 739 kg/ha, namun tahun ini hanya 704 kg/ha saja.

Bandingkan saja dengan produksi nasional pada tahun 2012 mencapai 691.163 ton, menurun di tahun selanjutnya di angka 675.881 ton. Keadaan ini terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Di tahun 2016, produksi kopi nasional mencapai 639.305 ton. Dan di tahun ini, tahun 2017 produksi kopi di Indonesia diprediksi hanya menghasilkan 637.539 ton saja. Artinya mengalami penurunan sebanyak 0,28 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Produksi Kopi di Indonesia
Produksi Kopi di Indonesia | Infografis: Robit Mikrojul Huda – Setara.net

Penikmat Kopi

Menurut data yang dikeluarkan oleh Asosiasi Eksportir Kopi di Indonesia (AEKI), Indonesia dalam setiap tahunnya berada di tingkat konsumsi sebesar 4-5 juta karung per tahun atau sekitar 300.000 ton. Hal ini masih kalah jauh dengan misalnya negara Jepang, yang mengonsumsi 7,5 juta karung pertahun. Dan jumlah populasi di Jepang hanya 126 juta jiwa saja.

Kendati demikian, konsumsi kopi di Indonesia sebenarnya dari tahun ke tahun terus naik. Hal ini mencakup semua kopi, baik peminum kopi tubruk maupun kopi kemasan. Bahkan untuk kopi kemasan sendiri, brand-brand terkemuka di Indonesia seperti Indocafe, Kapal Api dan TOP Coffee terus bersaing dengan ketat. Ketiga produsen kopi kemasan ini terus meluncurkan strategi untuk memenangkan pasar kopi kemasan.

Mengenalkan Kopi Indonesia

Dengan kasus Starbucks yang sedang ramai ini, sebenarnya kita bisa mengambil langkah yang positif. Bandingkan saja kopi Starbucks dengan kopi-kopi asli Indonesia, rasanya malah lebih nikmat kopi Indonesia. Langkah yang harus kita perbuat sebaiknya memperkenalkan lagi dan lebih luas terhadap dunia, bahwa kopi-kopi dari Indonesia rasanya juara. Dengan begitu, dominasi cafe atau kopi seperti Starbucks, dan lainnya lambat laun akan goyah.

Dengan harga yang relatif murah dibandingkan dengan kopi Starbucks kita bisa menikmati kopi setiap hari. Di kala bangun pagi, nikmatilah segalas kopi. Atau ketika Anda mengobrol dengan teman, keluarga dan lainnya bisa disuguhi kopi lokal.

Laporan Khusus:

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.
SHARE