Jangan ada lagi yang saling menyakiti karena kan sama-sama cari nafkah buat perut, buat anak bini, kalau terjadi apa-apa kasihan keluarga yang menunggu di rumah.

Setara.net – Zaman globalisasi seperti sekarang membuat apapun serba mudah. Sejak 3 tahun lalu, kemudahan dalam transportasi mulai menggurita. Mulai ojek, taksi sampai mobil omprengan semua berbasis online. Adanya kemajuan dalam teknologi ini mendapat sambutan dan animo dari masyarakat yang positif. Namun di balik kelebihannya terdapat pula kekurangannya. Berawal dari baca curhatan teman di medsos mengenai angkutan umum. Mungkin bisa dijadikan Ibrah atau pelajaran untuk para pengemudi angkutan umum baik online maupun konvensional.

Memudahkan Namun Menambah Kemacetan

Banyak yang berpendapat angkutan online anti macet, cepat sampai dan lain sebagainya. Untuk pengguna angkutan online itu memang benar, tapi untuk pengguna jalan lain, angkutan online berupa ojek, taksi, mobil yang berbasis online itu menambah penuh jalanan.

Terjadi Kesenjangan Sosial

Sejak ada angkutan online, angkutan konvensional merasa terpinggirkan. Padahal masih ada kok yang menggunakannya, walau tidak seramai dulu. Para pengemudi angkutan konvensional tidak terima, demo dan bahkan menyakiti pengemudi angkutan online. Sebagian pengemudi menyikapi dengan tidak memakai atribut online-nya.

Tarif Yang Berbeda

Dari segi tarif, memang lebih murah angkutan online. Biarpun angkutan konvensional lebih mahal, tidak justru membuat angkutan konven hilang pelanggan. Berkurang memang iya, tapi tidak sampai sama sekali tidak dapat penumpang, karena angkutan konven juga memang masih sangat diperlukan.

Segi Keamanan

Dari segi keamanan, angkutan online lebih aman karena pengemudi terdata di server pusat dari perusahaan online yang mengadakan jasa angkutan online tersebut. Selain itu, penumpang dapat memberi nilai yang pastinya berpengaruh terhadap kinerja dan pendapatan dari pengemudi tersebut. Hal ini membuat pengemudi berusaha memberikan pelayanan yang terbaik. Ada asuransi juga yang diberikan oleh perusahaan transportasi online ini bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Pendapatan Taksi Konvensional

Dari laporan perusahaan Blue Bird Group dan Express Transindo Utama, memang turun. Baik di Blue Bird maupun Express. Pendapatan PT Blue Bird Tbk sepanjang 2016 menyusut 12,36 persen menjadi Rp 4,8 triliun dari tahun sebelumnya. Demikian pula pendapatan PT Express Transindo Utama Tbk hingga September 2016 juga turun 28,95 persen menjadi Rp 512,6 miliar saja dari periode yang sama tahun sebelumnya. Di tahun 2015 Blue Bird group mengantongi pendapatan sebesar 5,5 triliun rupiah. Sedangkan Express memperoleh pendapatan di tahun 2015 sebesar 970,1 miliar rupiah.

Pedapatan Taksi Konvensional Menurun
Pedapatan Taksi Konvensional Menurun

Walaupun berbeda, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri. Sebaiknya untuk para abang pengemudi bisa saling bersaing secara sehat. Jangan ada lagi yang saling menyakiti karena kan sama-sama cari nafkah buat perut, buat anak bini, kalau terjadi apa-apa kasihan keluarga yang menunggu di rumah. Penumpang juga banyak yang ketakutan, berikanlah rasa aman dan nyaman. Tanpa dimintapun penumpang pasti akan datang dengan sendirinya.

Laporan Khusus:

Desti

Blogpreneur yang gak peduli sama sakit hatinya dihina orang, yang tetap berjalan menuju mimpinya sampai terwujud dan akan membuat si penghina berubah sikap menjadi bertepuk tangan dan pengagum rahasia.
SHARE