“Kebebasan finansial adalah milik orang yang mempekerjakan sistem dan uang untuk mendapatkan uang lebih banyak”

Setara.net – Dalam dunia kerja banyak orang lebih memilih zona nyaman daripada zona kebebasan. Di zona aman seseorang tidak lagi memikirkan ‘risiko’ ekonomi yang akan dihadapinya, sebab gaji yang pasti serta tunjangan yang selalu ada adalah beberapa sebab kenapa seseorang memilih zona nyaman.

Selain hal itu, zona nyaman juga menawarkan kepastian di masa depan. Melalui durasi kepegawaian, seseorang tidak lagi memikirkan dari mana pendapatan yang akan ia peroleh di masa tua, karena di masa itu perusahaan yang mempekerjakannya sudah memberikan tunjangan hari tua atau pensiun.

Namun hal itu tidak semena-mena dapat diraih begitu saja, butuh durasi yang berkepanjangan sampai tiba masa pensiun. Barulah tunjangan itu bisa didapatkan. Mungkin begitulah gambaran sederhana mengapa zona nyaman makin hari makin diburu.

Di lain pihak, ada juga yang disebut sebagai zona kebebasan. Orang mengatakan “untuk meraih zona kebebasan harus mampu menghadapi risiko-risiko yang tidak menentu datangnya”. Risiko ini datang karena dalam prosesnya tidak ada tunjangan atau jaminan yang diberikan kepadanya. Biasanya pelaku zona kebebasan adalah mereka yang berani berdiri sendiri, alias pengusaha.

Nah, dari fenomena ini perlulah adanya pembedahan dan perbedaan antara zona aman dan zona kebebasan dari dunia pekerjaan.

Zona Aman

Secara jenis, zona aman didominasi oleh pegawai atau seseorang yang bekerja mencari uang di bawah suatu perusahaan. Dari hasil kerjanya itulah kemudian ia mendapatkan sejumlah gaji sesuai dengan kesepakatan.

Karena zona nyaman didominasi oleh pegawai, maka uang yang didapat dalam bentuk gaji-pun sifatnya tetap. Tidak ada rasa kekhawatiran apakah bulan ini akan mendapatkan uang atau tidak, oleh sebab itu dari pihak perusahaan tentu akan memberikan gajinya sesuai dengan pekerjaannya.

Meski keamanan selalu berada di pihaknya, tapi hakikatnya usia hidupnya harus rela dirampas oleh perusahaan yang mempekerjakannya. Bagaimana tidak, jika seorang pegawai tidak bekerja sehari saja tanpa alasan apapun, maka gajinya bisa dikurangi. Ini menunjukkan adanya keterikatan atau kewajiban yang harus dipenuhi sampai masa pensiun tiba.

Selain itu, gaji yang diterimanya pun tidak akan bisa lebih, alias pasti. Alih-alih bisa lebih, yang ada justru malah semakin menurun tergantung keaktifan kerja pegawai tersebut. Karenanya tidak heran jika pelaku zona nyaman lebih menggunakan fasilitas kredit ketika membeli sesuatu, sebab gaji yang didapatnya sudah pasti dan ia hanya bisa mengandalkan gaji-gaji di bulan yang akan datang.

Zona Kebebasan

Berbeda sekali dengan pelaku zona kebebasan. Perjalanan yang dihadapinya di dunia kerja pastilah penuh dengan risiko ketidakpastian. Tidak ada yang menjadi berapa penghasilan yang akan diperolehnya hari ini, apakah lebih sedikit atau lebih banyak. Dalam karirnya pun juga begitu, akan selalu ada bayang-bayang dua kemungkinan, kalau bukan laba ya rugi.

Akan tetapi zona bebas juga menawarkan sesuatu yang cukup membahagiakan, yakni kebebasan. Maksudnya ialah jika dalam karir perdagangannya ia mampu menetapkan sistem yang baik, bukan tidak mungkin setiap harinya ia akan mendapatkan laba yang terus meningkat.

Bahkan salah seorang pakar Ekonomi Bisnis Robert Kiyosaki dalam bukunya Rich Dad Poor Dad mengatakan, Kebebasan finansial adalah milik orang yang mempekerjakan sistem dan uang untuk mendapatkan uang lebih banyak”

Artinya adalah melalui sistem yang dibangun, suatu bisnis atau perniagaan akan bisa berjalan dengan sendirinya, dan uang atau penghasilan juga akan datang dengan sendirinya. Sehingga seorang pelaku zona kebebasan yang mampu menakhlukkan risiko dan mengubahnya menjadi sistem akan bisa meraih kebebasan finansial.

Inilah yang diburu oleh pelaku-pelaku bisnis, dimana masa mudanya dihabiskan untuk menghadapi-menghadapi risiko yang akibatnya adalah kegagalan atau kebangkrutan, dan nantinya di masa dewasa dan masa tuanya ia tidak lagi berurusan dengan keuangan, sebab uang akan datang dengan sendirinya melalui sistem yang sudah terbangun.

Kelebihan yang dimiliki oleh pelaku zona kebebasan (Pengusaha/pelaku bisnis) ialah mereka mampu membuka lapangan pekerjaan, bahka bukan hanya itu, mereka juga mampu memberikan keamanan pada pegawai yang dipekerjakannya.

Itulah perbedaan zona aman dan zona kebebasan. Semua tergantung diri masing-masing, apakah mau bersantai-santai di zona aman dan harus memforsir diri sampai masa pensiun tiba sekaligus dengan gaji apa adanya, atau mau masuk ke zona kebebasan dengan risiko yang selalu ada tapi jika mampu menghadapinya ia akan bebas dari masalah finansial. Semua ada di tangan kita masing-masing.

Mas Halfi

Hanya seorang blogger yang terkagum-kagum dengan hermeneutika.

Latest posts by Mas Halfi (see all)

SHARE