Walaupun banyak mengalami tekanan pada perusahaan rokok, namun perusahaan ini adalah perusahaan yang paling royal sepanjang tahun 2016.

Setara.net – Media di Indonesia sampai sekarang masih dipegang oleh televisi. Walaupun beberapa tahun terakhir ini sebagian sudah beralih ke online, namun tampaknya televisi masih jadi andalan untuk beriklan.

Perusahaan-perusahaan besar di Indonesia tak tanggung-tanggung dalam menggelontorkan biaya pemasaran di layar kaca. Setiap tahun, perusahaan ini rela mengeluarkan budgetnya untuk iklan di televisi hingga triliunan rupiah.

Hal ini terjadi tak hanya di beberapa perusahaan saja, namun puluhan perusahaan yang menggelontorkan biaya iklan di televisi. Sebut saja Gudang Garam, Djarum, dan Sampoerna. Merek-merek rokok ini sering sekali muncul di layar televisi. Alih-alih hanya perusahaan rokok saja, namun perusahaan mie instan Indomie juga menggelontorkan dana yang cukup besar.

Persaingan antar perusahaan
Dengan banyaknya persaingan antar perusahaan maka jalan yang tepat agar produknya laku dan menyebar ke pelosok Indonesia adalah dengan beriklan. Iklan di layar kaca adalah strategi pemasaran yang ampuh walaupun harga setiap detiknya mahal. Namun cara itu mau tak mau harus ditempuh oleh perusahaan. Pemasaran terbaik pada saat ini di Indonesia adalah di layar kaca.

Mengapa beriklan di televisi?

Menurut Kompas bahwa di DKI Jakarta tahun lalu saja warganya dalam memperoleh berita masih mengedepankan televisi dibandingkan dengan smartphone atau membaca berita online. Sebanyak 71 persen berita yang diperoleh dari televisi.

Lantas bagaimana dengan di luar Jakarta, televisi justru masih menjadi primadona bagi masyarakat di luar Jakarta dan khususnya di luar Jawa. Angka yang didapat adalah lebih dari 90 persen masyarakat menerima berita di televisi dibandingkan dari media online, radio dan koran.

Merek dengan Belanja Iklan Terbesar pada 2016

Perusahaan Djarum adalah perusahaan yang paling royal selama 2016 untuk beriklan di layar kaca. Djarum menggelontorkan dana sebanyak 1,9 triliun hanya untuk iklan. Disusul oleh Walls yang menghabiskan uang sebanyak 1,6 triliun rupiah. Selanjutnya ada perusahaan pasta gigi, Pepsodent yang menghabiskan belanja untuk iklan sebesar 1,3 triliun. Lalu ada Gudang Garam, Pond’s dan Lifebuoy yang menghabiskan biaya iklan pada tahun 2016 sebesar 1,3 triliun.

Kemudian disusul oleh perusahaan mi isntan Indomie dengan menghabiskan dana sebanyak 1,1 triliun rupiah. Perusahaan Frisian Flag juga menggelontorkan biaya iklan sama dengan Indomie sebesar 1,1 triliun. Lalu yang paling akhir adalah perusahaan telekomunikasi bernama Telkomsel pada tahun 2016 menghabiskan biaya iklan sebesar 1 triliun rupiah.

10 Merek dengan Belanja Iklan Terbesar pada 2016
10 Merek dengan Belanja Iklan Terbesar pada 2016

Perusahaan yang loyal terhadap iklan

Melihat data di atas, perusahaan rokok menjadi perusahaan yang paling loyal diantara perusahaan lainnya. Ada tiga perusahaan dalam daftar sepuluh besar. Walaupun banyak mengalami tekanan seperti dibatasinya ruang bagi perokok di tempat umum,  peringatan kesehatan di setiap kemasan, kenaikan tarif cukai, serta penayangan iklan, perusahaan rokok tetap paling banyak yang membelanjakan iklan di televisi sepanjang tahun 2016.

Laporan Khusus :

  1. Menjadi Penguasa Mie Instan di Indonesia
  2. Indonesia, Penikmat Mie Instan Terbesar Kedua di Dunia
  3. Perusahaan yang Paling Royal Belanja Iklan di TV

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.
Robit Mikrojul Huda