Sebagai konsumen kita diuntungkan dengan banyaknya gerai ritel di Indonesia. Namun, mengapa Indomaret dan Alfamart terus menambahkan gerainya dan melebarkan ke pelosok desa?

Setara.net – Berita setelah lebaran tahun ini yang lumayan mengejutkan adalah, ditutupnya seluruh gerai 7-Eleven di Indonesia, yaitu di penghujung bulan Juni, 30 Juni 2017. Pada tanggal 12 Maret 2017, kami pernah menulis mengenai gerai ini, dengan judul “Tumbangnya Satu Demi Satu Gerai 7-Eleven di Indonesia”, pada waktu itu, gerai ini sudah menunjukkan gelagatnya akan ditutup. Sebab, gerai 7-Eleven terus menurun jumlahnya di Indonesia.

Dengan hal ini menunjukkan bahwa berbisnis di Indonesia tak akan selalu mulus meskipun memiliki modal yang kuat. Pelajaran dari tumbangnya gerai 7-Eleven ini membuat pelaku usaha, harus terus belajar dan berinovasi dan siap bersaing.

Jumlah Gerai 4 Toko Ritel

Jika kita tadi melihat cerita sedih dari gerai 7-Eleven. Namun tidak berlaku bagi beberapa toko ritel di Indonesia seperti Indomaret, Alfamart dan Alfamidi. Ketiga gerai ini justru terus membangun gerai-gerai di tempat lain. Bahkan Indomaret dan Alfamart terus bersaing untuk mendapatkan konsumen sebanyak-banyaknya.

Hal ini bukan isapan jempol belaka, data Nielsen Ritel Audit dalam prsentasi PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk, menunjukkan bahwa gerai Alfamart di bulan Januari 2017 sebanyak 12.456 gerai dan bertambah menjadi 12.710 unit gerai di bulan Maret 2017. Dalam dua bulan itu, Alfamart justru membangun 254 gerai baru.

Lain lagi dengan si Domar, atau Indomaret. Indomaret di bawah PT. Indomaret Prismatama Tbk, sama dengan Almart dalam jumlah gerainya yang terus bertambah dan melebarkan ke berbagai pelosok. Pada bulan Januari 2017 jumlah gerai Indomaret di Indonesia sebanyak 13.900 unit. Namun di bulan Maret 2017, bertambah menjadi 14.200 unit gerai.

Jumlah Gerai 4 Toko Ritel di Indonesia
Jumlah Gerai 4 Toko Ritel di Indonesia | Setara.net

Di waktu yang sama, gerai 7-Eleven kembang kempis untuk bisa bertahan. Dan menutup satu persatu gerainya. Namun hal ini juga tidak berlaku untuk 7-Eleven saja, misalnya Ramayana juga menutup salah satu gerainya di daerah Blok M. Bahkan Hypermart juga menutup beberapa tokonya.

Perilaku Konsumen

Sebagai konsumen kita diuntungkan dengan banyaknya gerai ritel di Indonesia. Namun, mengapa Indomaret dan Alfamart terus menambahkan gerainya dan melebarkan ke pelosok desa? Tentu ini jawabannya bisa jadi karena perilaku konsumen saat ini sudah berbeda dengan cara berpikir 10 tahun lalu. Misalkan pada kasus Ramayana, kemungkinan konsumen sudah beralih ke belanja online. Walaupun belanja online itu sendiri tidak semuanya melakukan.

Balik lagi ke persaingan Indomaret dan Alfamart, jika kita melihat gerai Indomaret di suatu lokasi tertentu, maka Alfamart tak akan diam untuk membangun gerainya bersebelahan, berhadap-hadapan dan pokoknya dekat sekali. Begitupun juga sebaliknya, jika ada Alfamart, maka tak akan jauh dari situ ada Indomaret.

Persaingan kuat ini terus berlaku sampai saat ini. Pendek kata, Alfamart dan Indomaret ini tak bisa berdiri berjauhan antara satu sama lain. Hal ini juga membuat konsumen diuntungkan. Sebabnya adalah konsumen bisa membandingkan mana harga yang termurah dari kedua toko ritel tersebut.

Pertarungan Abadi

Jika kita melihat data tadi, Indomaret masih memimpin jumlah gerai ritel terbanyak di Indonesia. Hingga Maret 2017, perbedaan antara Alfamart dengan Indomaret sebanyak 1.700-an gerai. Konsumen gak pusing-pusing dengan jumlah gerai yang tersebar di seluruh Indonesia. Yang dibutuhkan konsumen adalah harga, pelayanan dan tentu lokasi.

Jika di kota besar, terutama di Jakarta, jarak gerai ritel ini sangat berdekatan. Dan hal ini memudahkan konsumen yang ingin belanja. Jadi tak melulu pergi ke supermarket untuk belanja bulanan, yang jaraknya jauh dari konsumen.

Yang menariknya lagi adalah, banyaknya promo kedua toko ritel tersebut sangat menguntungkan bagi konsumen. Terus bersaing dengan promo membuat toko ritel tadi akan memenangkan petarungan abadi ini. Siapa yang kuat dengan melakukan strategi, misalkan pada banyaknya promo, ia akan bertahan. Namun pertarungan ini tak melulu antara promo dan banyak-banyakan gerai, namun lebih dari itu.

Kalau kamu tim mana, apakah Albi (Alfamart) atau Si Domar (Indomaret)?

Laporan Khusus:

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.

Latest posts by Robit Mikrojul Huda (see all)

SHARE
  • Sukowati Cyber

    Dimana ada alfamart di seblahnya atau didepannya ada Indomaret atau sebaliknya