Setara.net – Ojek berbasis online merupakan layanan ojek yang saat ini menjadi primadona bagi masyarakat kota-kota besar di Indonesia. Jakarta dan sekitarnya khususnya. Beberapa tahun belakangan, perkembangan startup di bisnis ini semakin gencar berpromosi. Adu promo saat ini adalah langkah yang harus dilakukan bagi startup ojek online. Jika tidak, berat rasanya bisa bertahan di ranah ojek online Indonesia.

Pemain ojek online semakin hari terus memberikan promo kepada penggunanya, namun, jangan lupa juga untuk berinovasi. Startup karya anak bangsa Go-Jek, Grab dan Uber adalah 3 pemain utama dalam bisnis ini di Indonesia.

GO-JEK

Go-jek adalah pelopor ojek online di Indonesia. Dalam aplikasinya, Go-jek telah diunduh lebih dari 10 juta. Hal ini membuktikan, bahwa ojek online bukan hanya layanan jasa mengantar saja. Namun sudah memberikan solusi bagi warga Jakarta dan kota lainnya.

Bisa dikata, startup besutan Nadiem Makarim ini adalah startup terbesar di Indonesia. Dengan layanan yang tak hanya di ojek saja, membuat Go-jek semakin terbang tinggi. Layanan yang diberikan Go-jek adalah sebanyak 15 jasa. Kelima belas jasa tersebut adalah Go-Ride, Go-Car, Go-Food, Go-Send, Go-Mart, Go-Box, Go-Massage, Go-Clean, Go-Glam, Go-Tix, Go-Busway, Go-Pay, Go-Med, Go-Auto dan terbaru adalah Go-Pulsa.

Grab

Grab adalah kompetitor terkuat saat ini terhadap Go-Jek. Tidak bisa dipungkiri akan hal itu. Berbeda dengan Go-Jek, Grab adalah startup berasal dari Malaysia. Sebelum ke Indonesia, di negara asalnya bernama MyTeksi. Ketika merambah negara Indonesia, Grab juga belum melakukan layanan ojek berbasis online. Namun mereka pertamakali datang memberikan jasa booking online taxi, yang diberi nama GrabTaxi. Kemungkinan layanan ini kurang diminati oleh warga Jakarta. Alhasil, Grab berinovasi dan melebarkan sayapnya kepada Grabbike. Nama tersebut adalah layanan ojek online seperti Go-jek [Go-Ride]. Selain itu, Grab sekarang telah berinovasi dan memiliki layanan jasa yang tak kalah juga dengan Go-Jek.

Grab memberi layanan kepada penggunanya dari GrabBike, GrabCar, GrabTaxi, GrabHitch, GrabExpress dan GrabFood. Belakangan ini, di GrabBike telah berinovasi. Selain GrabBike yang biasanya, sekarang muncul baru lagi yaitu GrabMasnya.

Dalam urusan unduhan aplikasi, Grab juga angkanya sangat fantastis. Lebih dari 10 juta unduhan telah dipasang di samartphone warga Jakarta dan kota-kota di Indonesia dan di Asia tenggara.

Uber

Uber adalah startup yang mempelopori jasa mobil booking online di dunia. Pertamakali muncul, Uber hanya menyediakan jasanya pada mobil. Pun ketika Uber pertamakali datang di Indonesia. Mereka layaknya GrabCar, hanya di mobil saja. Itupun pembayarannya khusus menggunakan kartu kredit.

Inovasi-pun muncul. Karena tak semua warga jakarta yang menggunakan kartu kredit dan masih banyak yang suka menggunakan ojek daripada mobil. Membuat Uber melebarkan jasanya pada motor. Adalah UberMotor yang akhir-akhir ini juga telah menjadi saingan ketat kedua pemain awal, Go-jek dan Grab.

Walaupun saat ini, Uber baru menyediakan tiga jasa, diantaranya Uber Black, Uber X dan Uber Motor. Namun, saya kira tak akan lama perusahaan ini akan memunculkan layanan-layanan lainnya.

***

Itulah tiga pemain ojek berbasis online yang saat ini bersaing dengan ketat. Ketiganya memberikan promo terus menerus. Bakar membakar uang telah dilakukan oleh ketiga startup tersebut. Tak hanya promo, namun strategi yang jitu dan unik agar mendapatkan hati penggunanya harus mereka lakukan. Jika tidak, gulung tikar adalah jawabannya.

Laopran khusus :

  1. Go-Jek Lahir dan Berkembang Menjadi Contoh Startup di Indonesia
  2. Persaingan Ojek Online di Indonesia Semakin Ketat
  3. Mereka yang Menghabiskan Waktu di Jalan

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.
SHARE