Remaja adalah generasi bangsa, bila generasinya hancur bagaimana negara akan maju?

Setara.net – Akhir-akhir ini marak terjadi kejahatan kriminal di jalanan, yang terbaru adalah gengster yang menyerang daerah-daerah lain. Kalau begal membacok korbannya untuk mengambil motornya, lain halnya dengan gangster yang hanya membacok saja tanpa diambil motornya. Mereka berharap terlihat keren dan ditakuti, padahal sebenarnya gak akan berani kalau melakukannya sendirian.

Banyak alasan mendasar mengapa mereka berani dan tega menyakiti orang lain. Selain dari kepuasan diri karena merasa keren dan ditakuti, ternyata ini alasan secara psikologinya.

Berasal Dari Keluarga Broken Home

Harus tumbuh tanpa orangtua memang membuat seorang anak menjadi depresi. Tidak ada tempat mengadu atau menceritakan masalah yang dialaminya. Tidak ada tempat pulang untuk merasakan kasih sayang sebuah keluarga. Hidup hanya dengan salah satu dari orangtuanya atau mungkin tidak ada sama sekali. Merasa iri dengan kehidupan anak lain yang bahagia dengan orangtuanya. Oleh karena itu mereka mencari tempat pelampiasan lainnya.

Minuman Keras dan Obat-obatan Terlarang

Salah pelampiasan malah berakibat fatal. Lari dari masalah ke obat-obatan terlarang dan minuman keras malah membuat hidup tambah hancur. Gaul dengan anak-anak yang salah, mengajarkan tidak baik, menjadi salah satu penyebab mereka berani membegal.

Seneng Kumpul Nongkrong Tetapi Tidak Ada Tempat Menyalurkan Hobi

Anak-anak remaja banyak yang senang berkumpul, membentuk komunitas dengan persamaan hobi mereka. Kebanyakan bingung harus ngapain selain nongkrong, ngobrol dan bercanda. Karena kurang fasilitas juga untuk menyalurkan hobinya, sehingga terjadi tindakan destruktif yang meresahkan masyarakat.

Ingin Dibilang Keren dan Ditakuti Kelompok Lain

Saling mencela antar geng itu sudah biasa, dan keinginan untuk bisa jadi pemimpin atau minimal bisa ditakuti oleh kelompok lain menjadi suatu hal yang harus geng mereka lakukan. Menganggap itu adalah suatu prestasi yang membanggakan, padahal gak banget!

Jumlah Kasus Bunuh Diri Menurut Provinsi di Indonesia
Jumlah Kasus Bunuh Diri Menurut Provinsi di Indonesia | Setara.net

Kurang Kasih Sayang Orangtua dan Keluarga Besar serta Lingkungan Yang Buruk

Merasa tidak dianggap dalam suatu keluarga adalah hal yang menyakitkan. Tidak mendapatkan kasih sayang dari keluarga sendiri dan merasa tidak dianggap sebagai bagian dari keluarganya, menjadikan mereka mencari tempat pelarian yang terkadang salah. Hal yang tidak baik dianggap benar di mata mereka. Padahal tindakan-tindakannya sangat merugikan orang lain. Membuat susah keluarganya jadi seperti hal yang benar dilakukan untuk membalas dendam atas perlakuan keluarganya yang tidak peduli padanya. Ditambah bergaul dengan lingkungan dan teman sebaya yang memberi pengaruh buruk. Masya Allah!

Susah Mendapatkan Pekerjaan

Sudah cukup umur untuk bekerja namun susah mendapatkan pekerjaan. Perusahaan bonafit memberikan syarat penerimaan karyawan dengan kualitas yang tinggi. Untuk anak-anak yang mungkin hanya lulusan sekolah menengah jadi mundur teratur. Padahal kebutuhan hidup semakin meningkat namun tidak bisa mendapat penghasilan karena tidak bekerja. Niat jahat jadi timbul karena ingin mendapatkan uang dengan cara cepat.

Ingin Mendapatkan Uang Secara Instan

Setan selalu menggoda manusia untuk melakukan hal yang salah. Sedang dilanda kesusahan dan tidak bekerja pula, membuat seseorang menjadi kalap dan gelap mata. cara-cara tidak baik kadang menjadi hal yang sering bermunculan sebagai ide cemerlang di kepala akibat dari bisikan sang penggoda.

Emosi Yang Meledak-ledak dan Pencarian Jati Diri

Sebagai remaja yang masih labil dan mencari jati diri. Emosinya selalu meledak-ledak dan harus bisa melampiaskan ke hal yang positif. Jika tidak bukan hanya merugikan orang lain tapi dirinya sendiri. Berujung pada penyesalan yang dalam atau yang paling parah kematian. Banyak kasus bunuh diri karena remaja tidak bisa mengontrol emosinya saat menghadapi suatu masalah. Itulah mengapa para remaja masih butuh bimbingan dan pengarahan dari orang yang lebih berpengalaman dalam hidup.

Betapa sebuah keluarga sangat diperlukan kehadirannya oleh para remaja agar mereka dapat menentukan arah hidup dan jati dirinya kemana. Remaja adalah generasi bangsa, bila generasinya hancur bagaimana negara akan maju. Keluarga mempunyai peranan penting bagi kemajuan remaja sebagai generasi emas suatu bangsa. Harus dibimbing agar berprestasi secara positif dan membanggakan bangsa. Seperti kata Bung Karno , “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”. Betapa remaja adalah aset berharga suatu bangsa.

Laporan Khusus:

Desti

Blogpreneur yang gak peduli sama sakit hatinya dihina orang, yang tetap berjalan menuju mimpinya sampai terwujud dan akan membuat si penghina berubah sikap menjadi bertepuk tangan dan pengagum rahasia.
SHARE