Mantab! Pariwisata Indonesia Menyumbang Devisa Negara yang Tinggi

Rata-rata seorang turis yang datang ke Indonesia akan menghabiskan sebanyak 1.100 hingga 1.200 USD dalam sekali kunjungan. Apakah ini akan terus berlanjut ke tahun-tahun selanjutnya?

0
Visit Indonesia

Setara.net – Pariwisata adalah hal yang sangat mendongkrak ekonomi bagi suatu negara. Dengan adanya pariwisata bagus dan destinasi yang banyak, maka negara akan sangat terbantu dalam bidang ekonomi.

Itu semua dari para wisatawan yang berkunjung ke suatu tempat wisata. Mereka akan menghabiskan tak sedikit uang untuk berwisata atau liburan.  Dan juga, mereka tak akan segan menghabiskan uang pada saat liburan.

Dari menyewa transportasi, penginapan atau hotel, kuliner dan lain sebagainya. Pariwisata sangat menunjang perputaran ekonomi negara dan tentunya masyarakat sekitar.

Data dari BPS menunjukkan bahwa setiap tahunnya para wisatawan manca negara yang datang ke Indonesia jumlahnya terus naik. Ini adalah tren yang positif bagi pariwisata dan perekonomian di Indonesia. Karena pada sektor lainnya, perekonomian Indonesia bisa dibilang agak lesu.

Rata-rata seorang turis yang datang ke Indonesia akan menghabiskan uang sebanyak 1.100 hingga 1.200 USD dalam sekali kunjungan. Di sektor pariwisata Indonesia juga beberapa tahun terakhir memiliki pertumbuhan kunjungan yang bagus. Pertumbuhan pariwisata di Indonesia tahun 2015 adalah 7,2%. Sedangkan rata-rata dunia sendiri hanya 4,7%. Artinya, turis yang datang ke Indonesia dari tahun ke tahun semakin banyak dibandingkan negara-negara lain.

Tahun 2010, para turis yang datang ke Indonesia jumlahnya sebanyak 7 juta orang. Tahun selanjutnya, 2011 turis yang berliburan ke Indonesia meningkat di angka 7,65 juta. Lalu tahun 2012 sebanyak 8,04 juta. Tahun 2013 bertambah sekitar 800 ribu pengunjung, yaitu di angka 8,8 juta dan tahun 2014 sudah tembus di angka 9,44 juta. Lalu terakhir, di tahun 2015 wisatawan asing yang datang ke Indonesia sebanyak 9,73 juta jiwa.

Dari data tersebut pariwisata Indonesia semakin bagus. Pendapatan devisa negara dari sektor pariwisata menyumbang 4% dari total perekonomian Indonesia.

Pada tahun ini, pengunjung yang datang ke Indonesia belum bisa dilihat secara keseluruhan. Namun, hingga di bulan september, jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia saja sudah di angka 8,4 juta. Jika rata-rata setiap bulannya sekitar satu juta kunjungan. Maka angka 10 juta wisatawan yang datang ke Indonesia rasanya tak akan salah pada tahun 2016 ini.

Kunjungan wisatawan asing di Indonesia tahun 2010 - 2015.
Kunjungan wisatawan asing di Indonesia tahun 2010 – 2015. Infografis travelizt.com

Dengan semakin banyaknya wisatawan yang datang ke Indonesia, maka akan semakin baik bagi perekonomian Indonesia. Juga bagi masyarakat sekitar.

Contoh terbaik saat ini adalah dari negara asal The Hobbit, Selandia Baru. “Di Selandia Baru, apa yang kamu lihat di film bisa kamu lihat di dunia nyata. Kami tidak menjual filmnya. Tapi kami mencoba menghadirkan perasaan terpesona dalam film itu ke dunia nyata,” ujar Anderson, seperti dikutip situs Forbes.

Di negara Selandia Baru, penghasilan dari pariwisata sebanyak 500 juta dollar, itu hanya dari wisatawan domestik. Belum lagi yang datang dari luar Selandia Baru. Itu hanya dalam kurun waktu setahun. Ia memperoleh total pendapatan dari sektor pariwisata lebih dari 1 milliar dollar.

Selandia Baru, sangat tahu dan cerdas memanfaatkan wisatanya ke dunia. Mulai dari promosi melalui film dan lainnya. Contoh yang paling nyata adalah dari hadirnya beberapa film seperti Lord of the Ring dan The Hobbit. Dari film tersebut, wisatawan akan berbondong-bondong datang ke negara tersebut.

Keuntung pada bidang pariwisata memang sangat menggiurkan jika diatur dengan benar oleh negara. Dalam hal ini adalah kementerian pariwisata. Yang terjadi di Indonesia sepertinya banyak tempat wisata yang masih minim urus.

Pariwisata memang sangat menjanjikan untuk mendayung pundi-pundi devisa negara. Karena tren generasi milenial adalah jalan-jalan atau traveling.

Bagi generasi muda saat ini, traveling sudah menjadi bagian dalam hidupnya. Entah traveling sendirian maupun berkelompok. Jika Indonesia tidak memanfaatkan kesempatan yang bagus ini, maka negara akan ketinggalan jauh dengan negara-negara lainnya. Kesempatan di depan mata, tinggal pemerintahnya mau bergerak lebih serius lagi atau tidak. Entah.

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.
SHARE