Jika kita menjadi netizen yang gampang membagikan berita, tanpa verifikasi terlebih dahulu, apa bedanya kita dengan media hoax.

Setara.net – Indonesia adalah salah satu negara dengan pertumbuhan pengguna internet yang paling signifikan. Bahkan Indonesia diperkirakan beberapa tahun ke depan menjadi raksasa digital di Asia. Hal ini memiliki dua sisi, yakni positif maupun negatif.

Dengan adanya internet, semua arus informasi serba cepat dan cepat menyebar ke mana-mana. Tak perlu menunggu waktu berhari-hari untuk mendapatkan informasi, meskipun berita tersebut dari ujung dunia sekalipun.

Internet telah mengubah pola pikir manusia dan kegiatan-kegiatan lainnya. Bukan hanya untuk mendapatkan berita atau informasi saja, namun aktivitas sehari-hari pun dimudahkan oleh adanya internet.

Indonesia saat ini memiliki populasi sebesar 262 juta jiwa dan yang sudah mengenal internet atau pengguna internet di Indonesia mencapai 132,7 juta. Dengan jumlah yang sangat besar ini, arus informasi di dunia maya terus mengalir tanpa henti dan tak mengenal waktu.

Gurihnya membuat berita hoax di Indonesia

Riset yang dikeluarkan oleh Central Connecticut State University pada Maret 2016 lalu yang bertajuk “Most Littered Nation In the Wold” menyatakan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke 60 dari 61 negara mengenai minat membaca.

Mungkin data tersebut mengenai minat baca buku. Padahal jika ditilik soal membaca berita online, netizen di Indonesia adalah salah satu yang paling aktif. Lihat saja portal berita jempolan seperti Detik, Kompas, Tribun, Merdeka dan lain sebagainya, pengunjung hariannya mencapai jutaan.

Namun yang bikin mengenaskan adalah banyak netizen Indonesia yang melihat berita atau informasi hanya dari judulnya saja dan langsung membuat kesimpulan. Dan parahnya lagi banyak pula media yang membuat judul yang hiperbola atau ‘clickbait’. Hal ini yang membuat pembaca kadang tertipu dengan isi berita. Pokoknya sebar atau komentar dulu, baca isinya belakangan.

Penyebaran berita online

Menurut survei yang dilakukan oleh DailySocial.id mengenai media online di Indonesia menunjukkan bahwa hampir 70 persen pembaca berita online me-share atau membagikan berita di media sosialnya, baik di Facebook, Twitter atau lainnya. Dan penyebaran yang paling besar terdapat di Facebook, yaitu sebesar 45 persen.

Persentase Pembaca Berita Online yang Membagikan Berita Berdasarkan Media Sosial
Persentase Pembaca Berita Online yang Membagikan
Berita Berdasarkan Media Sosial | Setara.net

Entah mereka yang menyebarkan berita online tersebut dibaca terlebih dahulu, atau hanya sekadar posting saja. Karena banyak sekali yang menyimpulkan berita tersebut hanya dari judulnya saja.

Memang tidak dipungkiri bahwa media sosial saat ini menjadi salah satu sumber informasi yang sangat kaya sumber, baik sumber berita yang kaya ilmu atau berita bagus maupun berita hoax sekalipun. Dalam menyebarkan berita kita harus telaah lebih dulu, jangan sekonyong-konyong membagikan tanpa membacanya.

Jika kita menjadi netizen yang gampang membagikan berita, tanpa verifikasi terlebih dahulu, apa bedanya kita dengan media hoax.

Pengguna Facebook di Indonesia

Hingga Januari 2017, pengguna aktif Facebook di Indonesia mencapai 115 juta pengguna. Betapa besar dan banyaknya akun yang berseliweran di dunia maya. Penggunanya pun tak tanggung-tanggung, dari umur belasan hinggu kakek-nenek sekalipun ada.

Di Indonesia sendiri, rentang usia yang paling banyak menggunakan Facebook di usia 18 – 24 tahun. Namun, banyak orang menilai bahwa Facebook akhir-akhir ini lebih banyak digunakan oleh usia belasan terutama di usia sekolah menengah pertama.

Menyikapi hal ini, kita sebagai pengguna internet yang cerdas harus bisa menyaring berita. Kita lihat terlebih dahulu media mana yang membuat berita. Lihat track recordnya, dan baca berita tersebut. Barulah, jika memang benar beritanya kita bisa menyebarkan. Langkah tersebut sangat mudah kita lakukan, dan harus menjadi kebiasaan kita sebagai pengguna internet.

Laporan Khusus:

 

Robit Mikrojul Huda

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.
Robit Mikrojul Huda