Mulia Agung & Grand Theatre Salah Satu Bioskop Tertua di Jakarta

Bertahannya bioskop ini memiliki beberapa faktor. Tiket murah dan bebas. Namun di balik kebebasan dan murahnya tiket, bioskop ini memiliki hal yang lebih menarik lagi. Ia menjadi tempat mangkal wanita penjaja cinta.

0
Bioskop Mulia Agung Senen

Setara.net – Suara bising klakson dan lalu lalang kendaraan di kawasan Senen adalah hal lumrah terjadi sehari-hari. Apalagi di perempatan Senen. Pengguna jalan di siang maupun malam hari tak ada sepinya. Aktivitas ekonomi di  pasar Senen sangat sibuk dan menarik untuk disimak.

Penjual dan pembeli menyatu dengan debu-debu yang berterbangan. Pasar Senen juga terkenal dengan barang dagangan yang super murah. Senen terkenal dengan barang-barang bekas. Misalnya Anda dapat membeli pakaian sekarung dengan harga yang sangat murah. Tentu, pakaian tersebut bekas pakai atau tangan kedua.

Tak jauh dari hiruk pikuk pasar senen, terdapat salah satu bioskop tertua di Jakarta. Mulia Agung Theater, namanya. Bagi warga Jakarta mungkin tak asing lagi dengan bioskop legendaris di perempatan pasar Senen ini.

Bioskop di Indonesia memiliki ceritanya masing-masing. Beberapa bioskop di Indonesia dan Jakarta banyak yang sudah tutup karena barbagai hal. Mislanya Rivoli dan Roxy. Bioskop memiliki seribu cerita kepada para penikmatnya.

Sejarah Bioskop Mulia Agung Theater 

Saya tak mendapat sumber yang lengkap dan jelas mengenai sejarah berdirinya bioskop tua ini. Akan tetapi, Mulia Agung & Grand Theater menjadi bioskop yang sangat ramai pada eranya. Ia menjadi saksi keemasan industri film Indonesia pada tahun 1970-80an. Di era tersebut, bioskop ini menjadi tempat bioskop yang terkenal.

bioskop mulia agung senen
Penampakan Bioskop Mulia Agung dari luar yang memasang poster-poster film modern. Dipotret dari halte transjakarta Senen.

Para penonton yang datang

Mulia Agung & Grand Theater memiliki sejarah yang panjang. Bioskop ini bertahan hingga sekarang karena harga tiketnya yang murah meriah. Para penikmat bioskop ini datang dari kalangan kelas bawah yang ingin mencari sebuah hiburan. Yang datang ke bioskop saat ini, seperti tukang becak, anak jalanan, sopir mikrolet dan lain sebagainya.

Harga Tiket

Seperti yang sudah disinggung di atas, bahwa para pengunjungnya adalah kelas bawah. Maka pihak pengelola menjual tiket yang harganya murah sekali. Banderol satu tiket di bioskop ini serupa harga parkir mobil. Tiket di bioskop Mulia Agung hanya Rp 5.000 hingga 6.000 saja. Betapa murahnya.

Film yang disuguhkan bioskop Mulia Agung

Ketika dari luar bioskop, anda akan menemukan poster-poster besar di atasnya. Poster film yang akan tayang di bioskop (coming soon) dan film-film yang sedang hits di bioskop modern. Akan tetapi, keadaan di bioskop ini akan berbalik seratus delapan puluh derajat!

Film yang diputar di bioskop Mulia Agung ini adalah film-film yang berbau porno dan film yang umurnya puluhan tahun lalu. Jangan harap film yang diputar di bioskop ini adalah film yang baru rilis. Anda akan benar-benar tertipu mengenai apa yang diputar. Mengenai hal ini, penglola mempunyai alasan yang kuat. Bahwa di Mulia Agung peralatannya belum canggih speerti bioskop modern, maka dari itu film yang diputar adalah film lama semua.

Keadaan di dalam bioskop

Anda tak akan menemukan dinginnya ruangan bioskop seperti pada bioskop modern. Yang ada hanyalah kipas yang terseok-seok. Dan juga kursi dari kayu yang dibalut bantalan busa yang tipis. Suasana gelap dan bau pesing adalah menjadi ciri khas bioskop Mulia Agung. Belum lagi, dinding-dinding yang berdebu dan memang sudah tak terawat. Anda juga bebas merokok pada ruangan teater. Suara bising dan “suara desahan” bisa Anda dengar di sini.

Seakan, di bioskop ini tidak memiliki peraturan. Anda dapat wara-wiri ke teater satu ke teater lainnya tanpa dikenakan biaya tambahan sepeserpun.

Sisi gelap bioskop Mulia Agung & Grand Theatre

Bertahannya bioskop ini memiliki beberapa faktor. Dari harga tiket yang murah serta kebebasannya. Namun di balik kebebasan dan murahnya tiket, bioskop ini memiliki hal yang lebih menarik lagi. Di Mulia Agung & Grand Theatre hari ini menjadi tempat mangkal para wanita penjaja cinta dan kaum homo yang menawarkan jasanya. Penikmatnya adalah mereka yang datang ke bioskop untuk menonton film sembari melakukan “aktivitas” lain.

Tak salah lagi, jika di dalam bioskop anda akan mendapati berbagai pasangan yang menikmati percumbuan. Entah lawan jenis maupun sejenis.

Biarkan bioskop ini memiliki ceritanya sendiri. Ia sudah bertahan puluhan tahun lamanya. Menantang sejarah dengan segala keadaanya. Bioskop ini adalah saksi dunia perfilman Indonesia dari waktu ke waktu. Tanpa bioskop ini, para kelas bawah seputaran Senen tak akan bisa menikmati hiburan nonton film. Walaupun film yang diputar itu-itu saja.

Mulia Agung & Grand Theatre adalah bioskop yang romantis dan memiliki pamor yang cemerlang. Dahulu.

*) Informasi ini saya dapat dari cerita teman.

Laporan Khusus :
1. Kapan Industri Perfilman Lokal Maju Seperti Negara Lain?
2. Film Indonesia yang Bikin Kamu Ingin Melakukan Traveling

3. Mulia Agung & Grand Theatre, Salah Satu Bioskop Tertua di Jakarta

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.

Latest posts by Robit Mikrojul Huda (see all)

SHARE