Langkah yang harus kita ambil sederhana saja, baca berita tersebut dan lihat sumber serta isinya apakah melenceng atau tidak.

Setara.net – Dahulu, ketika berita online belum sebanyak saat ini, menyebarkan berita sangat susah sekali. Pusat berita atau informasi hanya kita dapatkan dari televisi dan juga radio. Itupun acara berita memiliki jadwalnya masing-masing. Paling tidak, dalam sehari berita di televisi tiga kali. Pagi, tengah hari dan sore hari.

Namun sejak adanya berita online seperti sekarang, medapatkan berita dan menyebarkannya bisa 24 jam nonstop. Seolah-olah, setiap detik berita di dunia maya terus diproduksi. Hal ini memiliki dua mata pisau. Di sisi positif, kita bisa mendapatkan berita atau informasi seketika itu juga. Tak menunggu lama. Pun sebaliknya, di sisi lain, dengan kecepatan berita dan saling balapan atas kecepatan arus informasi yang dibuat, pasti memiliki kekurangan yang bahkan sangat fatal.

Menyebarkan berita atau informasi saat ini sangat mudah sekali. Dengan bermodalkan akses internet, maka berita seketika menyebarkan kemana-mana. Tak hanya di lokal saja, namun belahan dunia manapun langsung menerima berita tersebut. Internet adalah penyebar nomor wahid di bumi ini.

Menyebarkan berita

Baru-baru ini Dailysocial.id telah mensurvei pengguna internet di Indonesia khsususnya pembaca berita online. Ternyata warganet di Indonesia hampir 70 persen pembaca berita online meneruskan atau membagikan berita tersebut di berbagai sosial medianya. Dan hanya sebesar 30,83 persen yang tidak membagikannya.

Sudah kita ketahui bersama, bahwa media sosial Facebook masih menjadi media sosial paling populer untuk membagikan berita. Facebook memperoleh persentase sebanyak 44.86. Barulah Whatsapp Group mendapatkan posisi nomor dua dalam membagikan berita. Ia menjaring sebanyak 28.85 persen.

Kemunculan aplikasi Line, dengan fitur Line Today ternyata disambut baik oleh pengguna internet di Indonesia. Mereka mendapatkan 21.54 persen. Barulah si burung biru, Twitter yang hanya mendapatkan 11.76 persen saja.

Persentase Pembaca Berita Online yang Membagikan  Berita Berdasarkan Media Sosial
Persentase Pembaca Berita Online yang Membagikan Berita Berdasarkan Media Sosial | Setara.net

Menarik untuk disimak adalah, Facebook terus memimpin penyebaran berita online di Indonesia. Hal ini mengacu kepada para pengguna media sosial Facebook jumlahnya jutaan. Ia mengalahkan media sosial lainnya, seperti Twitter, Intagram, dan tak terkecuali Path.

Mengapa Facebook

Menurut Sri Widowati, Country Director Facebook Indonesia, menyebutkan bahwa hingga akhir kuartal kedua tahun 2016, pengguna aktif bulanan Facebook di Indonesia mencapai 88 juta. “Itu merupakan angka terakhir di kuartal kedua (2016) kemarin” ungkap Sri Widowati.

Untuk skala global, perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg ini lebih gila lagi. Hingga akhir 2016, tercatat sebanyak 1,86 miliar pengguna aktif. Hal ini membuat Facebook mantab menjadi perusahaan jejaring terbesar di dunia.

Dengan pengguna sebanyak itu, maka wajar di Indonesia dalam menyebarkan berita memilih Facebook. Selain penggunanya banyak, potensi menjadi viral sangat besar dibandingkan media sosial lainnya.

Negatif dari mudahnya membagikan berita

Dengan kecepatan dan menyebarnya berita online di media sosial, ternyata memiliki segi negatif yang harus diwaspadai dengan ketat. Mengapa demikian? Karena banyaknya berita hoax di era digital ini, kita harus pikir-pikir dahulu saat membagikan berita. Apakah berita tersebut benar terjadi, atau hanya berita palsu (fitnah) belaka.

Langkah yang harus kita ambil sederhana saja, baca berita tersebut dan lihat sumber serta isinya apakah melenceng atau tidak. Jika melenceng atau sumbernya tidak jelas, jangan disebar. Sangat simpel. KIta sebagai pengguna internet harus lebih cerdas dan sangat hati-hati.

Apalagi jangan membagikan berita di media sosial kita hanya dengan membaca judulnya saja, tanpa mengetahui isi berita. Karena akhir-akhir ini marak media online yang membuat judul berita yang bombastis, namun isinya sangat berbeda dengan judulnya. Miris, miris sekali.

Laporan Khusus:

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.

Latest posts by Robit Mikrojul Huda (see all)

SHARE