Walaupupun jumlah pengusaha di Indonesia masih minim, namun survei yang dilakukan oleh Global Entrepreneurship Monitor (GEM), menjadi angin segar bagi Indonesia.

Setara.net – Mayoritas generasi muda di Indonesia yang baru lulus sekolah menengah atas dan juga kuliah, akan melangkahkan karirnya menjadi seorang karyawan. Pertanyaan-pertanyaan yang menghinggapi mereka yang baru lulus adalah “mau kerja di perusahaan apa?”, “mau kerja di kota mana” dan pertanyaan lainnya. Selain pertanyaan tadi, teman-teman seangkatan senasib sepenanggungan juga mengajak melamar di perushaan ini dan itu.

Mindset masyarakat Indonesia sebagian besar adalah setelah lulus langsung kerja. Bila untung bisa bekerja di perusahaan besar dan mentereng. Adalagi yang mencoba peruntungan mendaftar jadi pegawai negeri sipil (PNS). Alih-alih menjadi seorang pengusaha.

Persentase Pengusaha di Indonesia

Menjadi pengusaha atau memilih jalan sebagai seorang pengusaha bagi masyarakat Indonesia yang baru saja lulus jumlahnya sangat kecil sekali. Bahkan pikiran setelah lulus untuk menjadi pengusaha angkanya sangat minim. Hal ini harusnya menjadi perhatian serius bagi pemerintah.

Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah telah merilis data persentase jumlah pengusaha di Indonesia dari jumlah populasi. Hasilnya negara Indonesia jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara di Asia lainnya. Jumlah pengusaha di Indonesia hanya 1,65 persen saja dari jumlah populasi. Jika kita dibandingkan dengan negeri jiran seperti Malaysia 5 persen, dan apalagi dengan Singapura yang mencapai 7 persen.

Rasio Pengusaha Terhadap Jumlah Penduduk
Rasio Pengusaha Terhadap Jumlah Penduduk | Setara.net

Idelanya jumlah pengusaha adalah 2 persen dari jumlah populasi di suatu negara. Namun untuk mencapai target pendapatan perkapita yang baik diperlukan 6,13 juta pengusaha atau sekitar 2,5 persen dari populasi. Saat ini jumlah wirausaha yang mapan sekitar 4 juta saja. Jadi, masih dibutuhkan banyak sekali yang ingin terjun menjadi pengusaha di Indonesia.

Minimnya Pengusaha di Indonesia

Melihat data di atas, pemerintah Indonesia dan juga masyarakatnya harus merubah sedikit demi sedikit mindsetnya. Pola pikir setelah lulus “mau kerja apa dan dimana” harus dirubah menjadi paling tidak “mau usaha apa”. Setidaknya dengan merubah mindset tersebut, anak-anak Indonesia ke depan akan banyak yang menjadi pengusaha. Dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, kiranya angka pengusaha di atas 2 persen dari populasi akan terealisasi.

Walaupupun jumlah pengusaha di Indonesia masih minim, namun survei yang dilakukan oleh Global Entrepreneurship Monitor (GEM), menjadi angin segar bagi Indonesia. Bahwa Indonesia pada tahun pada 2013, menunjukkan bahwa keinginan berwirausaha masyarakat Indonesia adalah tertinggi kedua di ASEAN setelah negara Filipina.

Kemunculan Startup

Survei yang dilakukan oleh GEM rasanya memang benar adanya. Beberapa tahun terakhir, kemunculan pengusaha di Indonesia memang sedang tumbuh ke arah positif. Startup-startup digital yang diprakarsai oleh anak muda terus bermunculan setiap hari di Indonesia. Bahkan hal ini bisa dikatakan menjadi tren yang menarik. Saat ini ada tren untuk mendirikan startup. Bahkan beberapa diantaranya lebih memilih mendirikan startup dibandingkan dengan bekerja pada perusahaan besar yang sudah mapan.

Tentu modal mendirikan perusahaan atau menjadi pengusaha harus dibekali dengan ilmu yang mumpuni. Tak hanya ilmu saja, namun modal (uang) juga menjadi faktor utama. Selain itu, pemerintah harus mendukung pengusaha-pengusaha kecil, dan juga startup-startup di Indonesia.

Laporan Khusus:

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.

Latest posts by Robit Mikrojul Huda (see all)

SHARE