“Walaupun pemain dalam kancah penjualan mie instan banyak, namun dua raksasa Indofood Sukses dengan produknya Indomie dan Wings dengan andalannya Mi Sedaap masih kuat bertengger dalam dunia mie instan di Indonesia”

Setara.net – Pernahkah Anda berpikir bahwa dunia ini tanpa mie instan? Rasanya ada yang kurang dan terlalu hampa jika dunia ini tak ada kehadiran mie instan.

Tak tanggung-tanggung, masyarakat Indonesia dalam mengonsumsi makanan yang satu ini jumlahnya setiap tahunnya terus bertambah. Mie instan secara perlahan menjadi makanan kedua setelah nasi.

Permintaan mie instan di Indonesia jumlahnya sangat mencengangkan. Data yang dirilis oleh Bloomberg L.P pada tahun 2016, Indonesia menghabiskan sebanyak 14,8 miliar bungkus. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kenaikan konsumsi mie instan sebesar 1,6 miliar bungkus.

Perkiraan di tahun ini, jumlahnya lebih dari 15 miliar bungkus. Dengan begitu besarnya permintaan mie instan ini, sebenarnya siapa saja sih pemain atau produsen mie instan di Indonesia.

Setidaknya di Indonesia kini dipegang oleh dua raksasa pemasok mie instan di Indonesia. Walaupun pemain dalam kancah penjualan mie instan banyak, namun dua raksasa Indofood Sukses dengan produknya Indomie dan Wings dengan andalannya Mi Sedaap masih kuat bertengger dalam dunia mie instan di Indonesia.

Tercatat ada 4 perusahaan yang memiliki andil dalam penjualan mie instan. Diantaranya adalah Indofood Sukses, Wings, Jakarana Tama dan ABC President. Dalam hal persentase, Indofood Sukses benar-benar merajai. Ia menguasai 70,7% pasar mie instan. Disusul oleh Wings dengan jumlah 17,2%. Lalu dibuntuti jauh oleh Jakarana Tama (GAGA Mi) dengan angka 2,8% dan selanjutnya ABC president 1,8%.

penguasa mie instan di indonesia
penguasa mie instan di Indonesia. Infografis oleh Setara.net

Dengan dikuasi oleh dua raksasa tersebut, maka pasar mie instan di Indonesia tak salah jika yang terdapat dalam warung-warung burjo atau kelontong hanya dua merek saja. Indomie dan Mi Sedaap.

Pertarungan Indomie melawan Mi Sedaap

Saya sudah mengnjungi puluhan warung burjo atau kelontong di Jakarta. Dan mereka para penjual mayoritas menjual mie dengan merek indomie. Warung Burjo di Jakarta identik dengan indomie. Banyak orang juga memesan mie instan dengan menyebutkan mereknya.

Seperti ketika saya sedang membeli mie instan di warung burjo tak jauh dari rumah saya.

“Mang, indomie rebus 1 pake telor. Jangan lupa dikasih potongan cabe rawit” Ucap seorang lelaki berkaos putih tersebut kepada abang burjo.

Jika Anda sedang di Jakarta dan singgah di burjo, maka mie yang mereka jual pastinya indomie.

Dengan begitu kuatnya indomie di mata masyarakat Jakarta, maka perlawanan Mi Sedaap rasanya sangat timpang sekali. Kekuatan Mi Sedaap untuk menggeser Indomie terasa sangat berat.

Namun, berbeda dengan di Jawa Timur. Khususnya di kampung halaman saya, Ngawi. Merek Indomie rasanya begitu asing dengan masyarakat yang tinggal di daerah tersebut. Entah saya benar atau tidak, sepanjang yang saya temui di warung-warung kelontong, mereka menjual Mi Sedaap.

Melihat persaingan diantara mereka

Melihat pangsa psar yang luas dan empuknya di Indonesia, maka kedua perusahaan tersebut terus melancarkan strategi masing-masing. Walaupun saat ini Wings masih jauh tertinggal dengan Indofood Sukses, namun bisa jadi beberapa tahun ke depan akan mengimbangi atau bahkan mengalahkan.

Hal itu bukan isapan jempol belaka. Gencarnya Mi Sedaap dipsarkan di daerah-daerah akan membuat masyarakat daerah hanya mengenal satu produk saja. Di samping itu, perang harga juga sangat mempengaruhi.

Di Indonesia, sudah menjadi kultur yang sangat mengakar. Bahwa nomor satu yang dicari adalah harga, dan rasa itu belakangan. Jadi, masalah perang harga dan rasa itu penting, namun yang lebih penting saya kira adalah mengenai harga.

Laporan Khusus : 

  1. Indonesia, Penikmat Mie Instan Terbesar Kedua di Dunia

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.
SHARE