Setara.net – Saat ini media sosial telah menjadi tempat baru masyarakat dunia maupun di Indonesia untuk bersosialisasi. Jadi jika kamu akhir-akhir ini mendengar atau melihat berita mengenai seseorang yang mendapatkan pasangan dari media sosial, jangan kaget. Karena salah satu fungsi dari media sosial adalah untuk mencari pasangan.

Dengan mudah dan relatif murahnya tarif internet ini membuat masyarakat Indonesia menjadi kecanduan dalam bermain media sosial, baik di facebook, instagram, twitter dan media sosial lainnya.

Data yang dikeluarkan oleh Asosiasia Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) hingga pada tahun 2016, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 132,7 juta dengan populasi 256,2 juta. Artinya lebih dari setengah penduduk Indonesia adalah pengguna internet. Jumlah tersebut terus naik jika melihat kondisi seperti sekarang.

Anak-anak sekolah khususnya di kota besar, sudah tak asing lagi dengan media sosial dan internet. Terlebih lagi, trennya beberapa tahun terakhir ini anak baru gede ini cenderung lebih suka bermain instagram dan line, dibanding dengan media sosial lainnya. Meskipun di sisi lain, yang menggunakan facebook juga semakin bertambah.

Dengan majunya teknologi seperti sekarang, kita juga harus mengikutinya biar tidak dikatakan ‘kudet’. Teknologi, khususnya internet mengubah manusia dari yang sebelumnya tidak mungkin menjadi mungkin. Jika kamu tidak mengikuti atau terlewat sedikit, maka akan tertinggal jauh.

Instagram menjadi tempat empuk periklanan

Seperti di awal tulisan, media sosial instagram saat ini menjadi salah satu media sosial terpopuler di Indonesia. Hal ini membuat selebritis maupun tokoh ataupun influencer memanfaatkannya sebagai sarana mendulang uang. Bukan hal yang baru, karena instagram adalah salah satu tempat iklan paling moncer setelah televisi.

Perusahaan-perusahaan nasional maupun multinasional, banyak yang menggunakan media instagram untuk memasarkan produknya. Tujuannya adalah, selain menggaet pasar para pengguna instagram, juga untuk meningkatkan brand awerness. Selain itu biaya yang dikeluarkan saat mengiklan di instagram jauh lebih murah dibandingkan beriklan di televisi.

Maka jangan heran jika kamu sedang scroll time line, dan kamu menemukan iklan produk penurun berat badan misalnya.

Instagram Tempat mencari uang
Para seleb dunia maupun di Indonesia, jika kamu mengikuti postingannya, maka tidak jarang akan menemukan iklan atau endorsment. Perusahaan memilih artis ataupun influencer bukan tanpa alasan, selain mereka memiliki pengikut jutaan, mereka juga memiliki fans garis keras. Jadi memilih artis adalah salah satu langkah yang tepat.

Beberapa waktu lalu Hopper HQ, situs manajemen instagram mengeluarkan daftar “Instagram Rich List”, yakni daftar artis/tokoh yang mndapatkan keuntungan dari instagram. Di peringkat paling puncak adalah Selena Gomez yang telah menjaring sebanyak 122 juta pengikut. Ia sekali unggahan produk bisa mengantongi Rp. 7,3 Miliar. Angka yang menggiurkan, bukan? Selanjutnya terdapat Kim Kardashian, Cristiano Ronaldo dan lains sebagainya.

Di Indonesia juga banyak sekali para selebritis yang seperti Selena Gomez. Sebut saja akun Raffi Ahmad dan istrinya, Nagita Slavina yang kini telah menjaring 21,1 juta pengikut. Dalam sekali posting produk (paid post) atau endorsement, akun @raffinagita1717 kurang lebih mengantongi 22 juta rupiah, atau setara 5 kali lipat lebih UMR Jakarta. Bayangkan saja, betapa legitnya.

Selain Raffi Ahmad, terdapat pula Oki Setiana Dewi, Jessica Iskandar, Zaskia Adya Mecca dan deretan artis papan atas Indonesia lainnya. Tentunya beda jumlah pengikut, tarif per postingnya juga berbeda.

Micro influencer
Selain menggaet artis atau influencer papan atas, perusahaan juga menggaet influencer dengan skala kecil. Dengan hal ini, perusahaan akan menggandeng banyak micro influencer untuk mengkampanyekan produknya. Terkadang perusahaan mengambil langsung misalnya seratus micro influencer untuk mengkampanyekan produk tertentu dalam waktu bersamaan.

Perkiraan tarif per posting di Instagram
Perkiraan tarif per posting di Instagram

Syarat menjadi micro influencer adalah tentunya kamu harus memiliki jumlah pengikut sekian ribu dan lain-lain. Salah satu teman saya yang terjun di dunia endorsemnet instagram adalah Rizka Wulandari, salah satu anggota dari Komunitas Blogger Jakarta. Perempuan asal Bandung ini jika saya lihat sering posting di akunnya mengenai produk-produk tertentu.

Pemilik akun @rizwulandari_ tersebut meskipun jumlah pengikutnya belum sampai 10K, namun banyak brand yang meminang dia. Rizka baru menjalani “nyari uang” di instagram selama setahun terakhir.

“baru setahun doang.” ungkapnya, dengan sedih.

Banyak brand atau produk yang pernah diposting oleh Rizka, sebut saja Home Credit, Clozette, produk baju, produk temen-temennya seperti Shinjuku dan lain-lain. Bahkan ada brand yang langsung mengontaknya untuk mengajak kerjasama.

Bagi dia, kegiatan tersebut tidak ada kendalanya. Apalagi jika brand meminta harus membuat foto atau video khusus tentang produk tersebut. Karena memang ia hobi difoto. Rizka juga menambahkan, jika ingin menjadi influencer, kita harus rajin posting di instagram dan jangan malas bikin caption.

“Rajin ngepost. Sama jangan males bikin caption. Ibaratnya IG itu kayak portofolio kita.” katanya sambil terkekeh.

Jika Raffi Ahmad diperkirakan per posting jutaan, berbeda dengan Rizka. Ia tak menyebut harga yang spesifik. Nah, kalau pengalamanmu mendapatkan uang dari instagram seperti apa? Coba berikan komentar di bawah ini.

Laporan Khusus:

Robit Mikrojul Huda

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.
Robit Mikrojul Huda
SHARE