Bukan hal aneh ketika banyak berita mengenai tingkat stres yang tinggi di kota besar, mengingat kehidupan di kota besar yang memang tidak mudah dengan tingkat persaingan yang tinggi di segala bidang. Hal ini dibuktikan dari hasil survei yang dilakukan oleh Endang Mariani Rahayu, pengamat psikologi sosial dan budaya dari Universitas Indonesia.

Dalam penelitiannya menemukan bahwa 49 persen dari wanita yang ia survei menyatakan stres dibandingkan 4 dari 10 pria dalam survei yang sama. Kebanyakan dari mereka mengaku stres yang mereka alami akibat dipicu masalah ekonomi. Di sisi lain, stres yang dialami seseorang bisa disebabnya berbagai hal dan dalam bentuk stres yang berbeda. Jika dilihat dalam data yang berhasil dihimpun WHO, terdapat 35 juta orang terkena depresi sepanjang tahun 2016, 60 juga orang mengalami bipolar, 47,5 juta terkena dimensia, dan 21 juta mengalami skizofrenia (depkes.go.id/6 Oktober 2016).

Salah satu penyebab stres menurut Kemas Antonius, Chief Product Officer Jobplanet di Indonesia, adalah profesi atau pekerjaan yang sedang dilakoni. Situs Jobplanet.com telah melakukan survei terhadap 86.000 responden dan menemukan bahwa pekerja yang berprofesi sebagai pengacara, insinyur, dan UI/IX developer memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan pekerja dengan profesi guru TK, pengasuh anak, petugas kesehatan gigi, dan public speaker.

Apa Itu Stres?

Dari buletin yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, stres terkait pekerjaan adalah pola reaksi yang terjadi saat pekerja dihadapkan pada tuntutan pekerjaan yang tidak sesuai dengan pengetahuan, keterampilan, atau kemampuan pekerja, sehingga mereka membutuhkan daya adaptasi yang lebih tinggi dan upaya yang lebih keras untuk menyelesaikan pekerjaan.

Artinya, jika sebagai pekerja kita mampu beradaptasi dengan tekanan yang kita dapatkan di tempat kerja maka kemampuan dan pengetahuan kita bertambah, yang kelak kemampuan dan pengetahuan ini bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai masalah di tempat kerja. Sebaliknya, jika kita tidak mampu beradaptasi dan tekanan dalam pekerjaan membuat kita frustasi maka kemungkinan besar kita akan mengalami stres, yang kemudian berakibat pula pada kesehatan fisik kita.

Penyebab Stres

Seperti yang tadi telah disebutkan, penyebab stres yang dialami para pekerja di tempat kerja biasanya disebabkan oleh tekanan pekerjaan yang terlalu tinggi, ritme kerja yang cepat, pengaturan kerja yang tidak sesuai dengan keinginan hati atau tidak tersistemasi dengan baik, penghasilan yang rendah sementara beban kerja terus bertambah, masalah dalam rumah tangga yang dibawa ke tempat kerja, konflik di lingkungan kerja, dan sebagainya.

Cara Mengatasi Stres di Tempat Kerja

  • Menyeimbangkan hidup dalam lingkungan sosial dan pekerjaan. Orang yang terlalu banyak bekerja hingga melupakan kehidupan sosial biasanya rentan stres karena ia hanya berkutat dalam pekerjaan dan masalah-masalahnya tanpa berusaha menyediakan waktu untuk melakukan hal lain di luar pekerjaan.
  • Mempelajari manajemen stres. Pelajari manajemen stres, yaitu dengan cara mencari sumber atau penyebab yang menimbulkan perasaan tertekan dan stres, mengetahui cara mengurangi tingkat stres, aktif berkomunikasi dengan seseorang yang memegang peranan penting dalam pekerjaan untuk mencari solusi terbaik.
  • Latihan fisik/olahraga teratur. Banyak sekali penelitian yang telah dilakukan berkaitan dengan manfaat olahraga terhadap tingkat prodduktif seseorang. Pekerja yang rutin berolahraga biasanya memiliki tingkat stres yang rendah, bahkan jarang stres, karena ketika ia berolahraga, ia melepaskan tekanan atau beban yang dirasakannya. Selain itu, olahraga membuat tubuh menjadi lebih bugar, tekanan darah rendaha, dan jadwal tidur menjadi lebih teratur.
  • Berbagi pekerjaan. Belajarlah untuk mendelegasikan pekerjaan kepada orang lain atau cobalah bagi pekerjaan dalam bentuk-bentuk sederhana yang bisa dilakukan setahap demi setahap. Dengan cara ini, beban pekerjaan seberat apa pun akan menjadi ringan karena semuanya tak dipikul sendirian dan sekaligus.
  • Mampu mengelola waktu. Aturlah waktu kerja secara efektif dan efisien sehingga kita memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat. Kerjakan pekerjaan sesuai skala prioritas dan utamakan pekerjaan penting dan mendesak dulu untuk diselesaikan. Hilangkan juga kebiasaan menunda pekerjaan agar pekerjaan tidak menumpuk.
  • Pertimbangkan untuk bekerja dari rumah. Memang bekerja di kantor itu terkesan lebih profesional dan berkelas. Namun saat ini ternyata ada lebih banyak orang yang malah lebih produktif dan bisa mencapai kesuksesan dengan bekerja dari rumah. Jika perusahaan atau tempat kerja memiliki kebijakan mengizinkan pekerja bekerja dari rumah 2-3 hari dalam seminggu, manfaatkanlah dengan baik untuk meningkatkan produktivitas, namun tetap dengan cara menyenangkan.
  • Punya waktu santai. Sebanyak apa pun pekerjaan yang menjadi tanggung jawab kita, tetaplah menyediakan waktu untuk bersantai. Dengan cara ini, kita bisa menghindari stres. Misalnya saja ketika jam makan siang, pergilah ke luar dan makanlah di luar. Hindari kebiasaan makan di kubikel masih dengan tetap memelototi pekerjaan.

Yuk atasi stres di tempat kerja ini sehingga produktivitas meningkat dan hidup tetap seimbang antara bekerja dan bersenang-senang.

 

SHARE