Setara.net – Hingga saat ini televisi adalah media iklan yang paling ampuh untuk melakukan promosi. Karena penetrasi media di Indonesia, yang paling tinggi adalah televisi. Meskipun beberapa tahun terakhir media online (internet), sedang naik daun, tetapi televisi masih tak terkalahkan.

Pada tahun 2016 lalu, PT. Nielsen Indonesia telah merilis mengenai penetrasi media di Indonesia dan terbukti bahwa televisi menempati paling puncak yakni 96 persen. Sedangkan internet masih di angka 40 persen, selisih tipis dengan penterasi radio di angka 38 persen. Dengan hasil tersebut, maka bukan hal yang aneh jika banyak perusahaan-perusahaan multinasional yang memanfaatkan televisi sebagai media iklan.

Penetrasi Media di Indonesia 2016
Penetrasi Media di Indonesia 2016 | Setara.net

Biaya iklan di Televisi
Setiap stasiun televisi memiliki atau mematok harga yang berbeda dengan stasiun televisi lain. Hal ini dikarenakan perbedaan rating. Semakin tinggi rating sebuah televisi, maka otomatis harga yang akan dipasang juga semakin mahal. Selain rating, stasiun televisi juga memasang tarif pada jam-jam tertentu. Misalnya di jam prime time, harganya jauh lebih mahal dibandingkan di waktu subuh, misalnya.

Menurut situs website harga.web.id, pembaruan terakhir tanggal 14 Agustus 2017, stasiun televisi SCTV setiap 30 detik pada pukul 04.00-09.00 memasang tarif Rp 12-35 juta, pukul 09.00-15.00 harganya berbeda lagi, yakni mencapai 35-55 juta. Pada pukul 15.00-24.00 sebesar Rp 35-65 juta. Dan pukul 00.00-04.00 dengan tarif Rp 12-35 juta per 30 detik.

Harga stasiun televisi di atas masih banyak yang lebih tinggi begitu pun juga terdapat harga yang lebih rendah. Bahkan ada salah satu stasiun televisi, yaitu Indosiar pada pukul 18.00-24.00 mematok harga iklan sebesar Rp 25-85 juta untuk 30 detik saja. Perputaran uang yang sangat menggiurkan.

Biaya yang sangat besar harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk memasang iklan. Meskipun terkadang terdapat beberapa brand yang kurang efektif saat melakukan iklan.

Brand Paling loyal mengeluarkan biaya iklan

PT. Nielsen Indonesia beberapa waktu lalu telah merilis biaya iklan terbesar periode Januari-September 2017 di media televisi dan media cetak. Hasilnya adalah Meikarta, mega proyek properti dari Grup Lippo mengukuhkan brand yang paling besar menggelontorkan biaya promosi, yakni sebesar Rp 1,2 triliun.

Produk dengan Iklan Terbesar di Media TV dan Cetak
Produk dengan Iklan Terbesar di Media TV dan Cetak

Mega proyek dengan nilai investasi sebesar Rp 278 triliun ini sebeanrnya baru saja melakukan grand launching pada 17 Agustus 2017, namun yang membedakan dengan proyek properti-properti lainnya adalah, Meikarta gencar dan masif melakukan promosi di berbagai media. Baik televisi, media cetak dan juga media online. Akan tetapi, proyek terbesar yang telah dibuat oleh grup Lippo ini mendapatkan kontroversi sebab mereka belum menselesaikan proses perizinan dan proyek ini juga belum mendapat rekomendasi dari Gubernur Jawa Barat.

Brand kedua yang membelanjakan biaya promosi tertinggi adalah Traveloka dengan mencatatkan angka sebesar Rp 870 miliar. Angka yang sangat fantastis bagi perusahaan yang umurnya baru 5 tahun. Dengan biaya iklan yang sangat besar ini, membuat Traveloka bisa menjadi penguasa untuk layanan pembelian tiket pesawat, kereta api dan juga pemesanan hotel.

Laporan Khusus:

Robit Mikrojul Huda

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.
Robit Mikrojul Huda

Latest posts by Robit Mikrojul Huda (see all)

SHARE