kekeringan ini sebagai bencana nasional” ungkap Mohamed Abdullahi Farmajo.

Setara.net – Menolong itu tidak harus memandang latar belakang seseorang, mulai dari agama, kulit, warga negara dan lainnya. Menolong sesama manusia harusnya untuk semua golongan, tak pandang bulu dan segalanya.

Beberapa waktu lalu telah terjadi kematian akibat kelaparan yang terjadi di Somalia, salah satu negara di Afrika. Tepatnya pada tanggal 19-20 maret tahun ini telah meninggal disebabkan kelaparan setidaknya 26 orang. Populasi di negara ini jumlahnya setengahnya kota Jakarta, sebanyak 6 juta orang. Dan lebih dari 50 persen dari populasi saat ini kekurangan makanan dan gizi.

Tak hanya kelaparan saja yang menimpa warga Somalia, namun kekeringan yang terjadi di negara ini sangat parah. Sungai Shabelle yang menjadi sumber pertanian, volume airnya juga menurun sebanyak 60 persen di bawah rata-rata dalam 5 tahun terakhir. Kondisi yang berat ini diperparah lagi dengan adanya peperangan dengan militan al-Shabaab.

Setidaknya sebanyak 360 ribu anak kekurangan gizi dan terancam akan kelangsungan hidup mereka. Kekeringan ini, diprediksi masih akan terus berlangsung selama tahun 2017. Artinya dalam 9 bulan ke depan, Somalia akan terjadi kekeringan dan kelaparan. Dampaknya Harga-harga makanan pokok seperti sereal dan maizena di negara ini melonjak tinggi. Lebih parahnya, hasil dari pertanian pada Januari tahun ini adalah juga paling buruk selama 5 tahun terakhir.

Bencana kelaparan dan kekeringan ini juga mengingat pada tahun 2011 silam. Saat itu Somalia terkena musibah bencana kekeringan yang panjang dan juga kelaparan yang mengakibatkan ratusan ribu nyawa terenggut dengan sangat tragis. Tepatnya sebanyak 260 ribu nyawa melayang akibat bencana ini. Jauh sebelum itu, pada tahun 1992 Somalia juga terjadi bencana serupa yang memakan korban jiwa sebanyak 220 ribu jiwa.

Menurut para ahli, hal ini bisa menjadi tragedi ulang di Somalia. Seperti dilansir dari BBC Indonesia, Presiden  Somalia Mohamed Abdullahi Farmajo, mengatakan bahwa ini adalah bencana nasional. “kekeringan ini sebagai bencana nasional” ungkap Mohamed Abdullahi Farmajo.

potret kekeringan di somalia
Potret kekeringan di Somalia

Kekeringan atau bencana ini disebabkan oleh fenomena El Nino yang mengakibatkan daerah timur dan selatan Afrika terkena kekeringan. El Nino adalah suatu fenomena perubahan iklim secara global yang diakibatkan oleh memanasnya suhu di permukaan air laut pasifik tepatnya di bagian timur.

Somalia adalah saudara kita. Tak ada bedanya dengan kita. Saat ini mereka butuh bantuan, uluran tangan kita. Menolong tidak harus kamu kenal orangnya terlebih dahulu. Kemanusiaan tak mengenal batas, waktu dan segalanya. Kemanusiaan adalah global.

Pada akhirnya kita di sini, di negara yang masih melimpah kekayaan alam dan makanan ini, alangkah lebih baiknya kita bisa membantu saudara kita di negara Somalia.

Anda dapat berdonasi atau membantunya dengan berbagai cara. Tentu yang pertama adalah doa. Kemudian setelah doa, langkah yang nyata adalah berdonasi. Tak muluk-muluk, sekecil bantuan yang Anda berikan, sangat berharga bagi kelangsungan hidup saudara kita di Somalia.

Anda bisa menyalurkan donasi ke yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT). ACT adalah lembaga di Indonesia yang sudah berdiri sejak 2005 lalu. Dengan perjalanannya yang lebih dari satu dekade ini, Anda tak usah khawatir dan takut donasinya mau dibawa kemana.

Silahkan Anda bisa berdonasi melalui ACT di:

– BNI/ BNI SYARIAH 66 00000 120
– Bank Syariah Mandiri 777 778 9777
– Bank mandiri 128 000 4793136
– Atas nama YAYASAN AKSI CEPAT TANGGAP (ACT)
Atau bisa kunjungi langsung di act.id .

Redaksi

Redaksi

Temukan artikel menarik dari Setara.net. Kami akan update setiap hari secara rutin,
Redaksi
SHARE