Perasaannya pusing harus bolak-balik minta Acc judul. Belum lagi bimbang dengan judulnya, beginilah hidup mahasiswa semester 6.

Setara.net – Sudah memasuki semester genap dan itu berarti mahasiswa semester 6 mesti melaksanakan salah satu mata kuliah wajib sebagai salah satu syarat memperoleh derajat Sarjana Strata Satu (S1) yaitu KKN (Kuliah Kerja Nyata) dan KKP (Kuliah Kerja Praktek).

KKN (Kuliah Kerja Nyata) merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu. Sedangkan KKP (Kuliah Kerja Praktik) dilaksanakan di sebuah institusi tertentu dan mendapatkan tugas (proyek) khusus sesuai dengan bidang pekerjaan yang dilakukan di industri/perusahaan.

Lalu bagaimanakah menurut teman-teman semester 6 yang akan melakukan KKN atau KKP tersebut, memilih KKN atau KKP?

Menurut Derika Pratiwi yang biasa dipanggil Derika, ia lebih memilih KKP karena menurutnya dari judul KKP masih bisa dikembangkan lagi ke skripsi, jadi mahasiswa tidak perlu repot membuat judul dua kali dan KKP lebih mengarah kepada pengembangan sistem judul yang diambilnya. “Jadi kalau KKP kita bisa di kantor sendiri, judul KKP juga bisa diambil dari kegalauan kantor saja, yang penting ambil judul itu meliputi PMS (Problem Method and Solution)” Kata Derika. “Jadi ada masalah yang dipecahkan lalu pilih metode pemecahan masalahnya, dan terakhir ada solusinya. Itu sudah bisa untuk judul KKP.” Sambung mahasiswa semester 6 yang sambil bekerja tersebut.

Menurut Derika kegiatan KKP ini tidak mengganggu pekerjaan, namun sangat membantu meringankan pekerjaannya karena mendapatkan method dan solution dari masalah pekerjaan yang selama ini dihadapinya.

Nah soal perasaan mahasiswa semester 6 yang juga sambil bekerja ini tidak usah ditanyakan lagi bagaimana rasanya menghadapi KKP nanti, sudah pasti rasa pusing serta bingung kerap melanda. “Perasaannya pusing harus bolak-balik minta ACC judul belum lagi bimbang dengan judulnya, beginilah hidup mahasiswa semester 6” Ucap Derika. Menurutnya, “Masa-masa jenuh serta lelah harus ekstra sabar dari segi waktu, tenaga dan pikiran sampai dengan budget.” Ucapnya sambil tertawa.

Bagi mereka yang berkuliah sambil bekerja, sudah kebayangkan bagaimana pusingnya kalau serius terus justru semakin menambah beban mereka. Nah teman-teman yang uniknya dari pusingnya mahasiswa-mahasiswa semester 6 ini, seringkali ditemui gurauan-gurauan mengenai singkatan dari KKP ataupun KKN tersebut.

Mulai dari Muchammad Khoirul Rozikin yang melontarkan singkatan dari KKN yaitu Kapan Kita Nikah, lalu disahut oleh Derika dengan singkatan dari KKP yaitu Kapan Ke Penghulu bahkan ada pula singkatan KKP yang menjadi Kapan Kita Prewed, dan Rian Febriansyah yang tak mau kalah menyahut Kapan Kita Pulang.

Memang ada-ada saja singkatan yang dibuat oleh mereka yang sedang pusing menghadapi KKN atau KKP tersebut. Namun itu hanyalah gurauan untuk menghibur diri mereka masing-masing.

Melihat Mahasiswa di Indonesia

Menurut data Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan tinggi saat ini mahasiswa aktif di Indonesia berjumlah 4.970.422 orang. Dengan komposisi 54 persen mahasiswa atau sebanyak 2.670.141 berkelamin perempuan dan 46 persen mahasiswa atau 2.300.281 mahasiswa berkelamin laki-laki. Dengan jumlah ini, bidang yang paling banyak dipilih mahasiswa/mahasiswi adalah di bidang pendidikan dengan banyak 1.232.002 orang. Selanjutnya ada bidang ekonomi dengan jumlah 971.468. Selain kedua bidang tersebut bidang teknik dan sosial masuk ke empat besar pilihan mahasiswa di Indonesia. Dan bidang yang paling sedikit dipilih di Indonesia adalah bidang seni yang hanya berjumlah 43.311 orang.

Persentase Mahasiswa di Indonesia berdasarkan bidang
Persentase Mahasiswa di Indonesia berdasarkan bidang

Nah untuk kalian yang membaca artikel ini jangan-jangan sedang dihadapkan juga dengan KKP atau KKN ya. Tetap semangat menjalani perkuliahannya untuk mencapai jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi, lalu menurut kalian apa singkatan dari KKN serta KKP? Muehehehe..

Laporan Khusus:

  1. Pilih Mana, Zona Aman atau Zona Kebebasan
  2. Berapa Besar Pendapatan Setiap Bulan Karyawan di Indonesia?
Rodhiyatum Mardhiyah

Rodhiyatum Mardhiyah

Hanya seorang pembelajar kehidupan yang ingin tetap hidup dengan menulis
Rodhiyatum Mardhiyah

Latest posts by Rodhiyatum Mardhiyah (see all)

SHARE