Walaupun apa yang menjadi pemahaman, sudut pandang, serta pilihan kita berbeda namun kita tetap satu tanah air yaitu Indonesia.

Setara.net – Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta) merupakan ibu kota negara Indonesia. Wilayah dimana menjadi sorotan utama bagi negara Indonesia. Sebagai pusat bisnis, politik, kebudayaan dan lainnya. DKI Jakarta merupakan tempat berdirinya kantor-kantor pusat BUMN, perusahaan swasta, dan perusahaan asing. Kota ini juga menjadi tempat kedudukan lembaga-lembaga pemerintahan dan kantor sekretariat ASEAN.

Jakarta berstatus setingkat provinsi dan dipimpin oleh seorang gubernur. Bebeberapa hari lalu, tepatnya tanggal 19 April 2017 adalah tanggal pemilihan gubernur Jakarta putaran kedua, untuk menentukan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Dengan 2 calon kandidat yakni Basuki Tjahaja Purnama dan wakilnya Djarot Saiful Hidayat (Basuki-Djarot) serta Anies Rasyid Baswedan dan wakilnya Sandiaga Salahuddin Uno (Anies-Sandi).

Pastinya setiap kandidat mempunyai latar belakang serta visi-misi yang berbeda. Tentu saja dengan satu tujuan yang sama yaitu menjadikan DKI Jakarta untuk lebih baik lagi. Namun yang sangat disayangkan karena antusiasme para pendukung dari masing-masing paslon menyebabkan ‘perpecahan’. Dimulai dari masalah SARA (Suku, Ras, Agama, Ras dan Antar Golongan) hingga merembet ke masalah politik, apalagi di Indonesia ini memang terdapat keberagaman budaya, etnis, agama, dll.

Berbicara soal agama yang dianut oleh penduduk DKI Jakarta beragam adanya. Menurut data pemerintahan DKI pada tahun 2014, komposisi penganut agama di kota Jakarta adalah Islam (83,3%), Kristen (8,62%), Katolik (4,04%), Budha (3,84%), dan Hindu (0,19%). Jumlah umat Buddha terlihat lebih banyak karena umat Konghucu juga ikut tercakup di dalamnya.

Melihat keberagaman dari segi Agama, budaya, serta etnis di DKI Jakarta, rasanya ‘agak’ sensitif bila kita membicarakan perihal tersebut. Karena pastinya setiap pemeluk masing-masing agama, budaya, serta etnis memiliki pemahaman serta sudut pandang yang berbeda. Tidak seharusnya kita memaksakan kepada mereka yang memang berbeda pemahaman serta sudut pandang untuk mengikuti pemahaman kita. Apalagi jika saling nyinyir tentang perbedaan sudut pandang serta keyakinan, maka akan berdampak kepada perpecahan antar sesama.

Penduduk Jakarta Berdasarkan Agama
Penduduk Jakarta Berdasarkan Agama | Setara.net

Melihat kejadian belakangan ini mengenai Pilgub DKI 2017, tidak hanya warga DKI Jakarta saja yang antusias mendukung pilihan paslonnya. Namun juga seluruh tanah air Indonesia yang tidak memiliki hak suara, ikut serta dalam mendukung apa yang menjadi pemahamannya mengenai pilihan masing-masing. Seolah-olah Pilgub DKI 2017 seperti pemilihan calon presiden RI. Ya, memang begitu adanya kalau berbicara soal Ibukota.

Jakarta merupakan Ibu Kota Indonesia, dimana jika berbicara mengenai Indonesia maka DKI Jakarta-lah yang akan menjadi sorotan utamanya. Tidak heran jika warga setanah air ini sangat menggantungkan harapannya kepada calon gubernur yang akan memimpin DKI Jakarta 5 tahun ke depan. Perubahan DKI Jakarta akan berdampak besar untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena memang DKI Jakarta merupakan wajah Indonesia.

Kami warga Indonesia hanya berharap siapapun yang akan menjadi Gubernur DKI Jakarta, akan dapat berkontribusi besar dalam menjadikan ibukota ke arah yang lebih baik lagi. Dapat memajukan DKI Jakarta dalam bidang apapun serta dapat menimimalisir masalah-masalah yang sudah ada di DKI Jakarta sebelumnya.

Kita sebagai Warga Negara Indonesia mari kita sama-sama menegakkan semboyan negara kita, Bhineka Tunggal Ika. Walaupun apa yang menjadi pemahaman, sudut pandang, serta pilihan kita berbeda namun kita tetap satu tanah air yaitu Indonesia. Lebih baik kita bisa saling menghargai satu sama lain. Tujuan kita sama yaitu ingin Indonesia menjadi lebih baik serta lebih maju lagi, dimulai dari Ibu Kota kita tercinta DKI Jakarta.

Laporan Khusus:

Rodhiyatum Mardhiyah

Rodhiyatum Mardhiyah

Hanya seorang pembelajar kehidupan yang ingin tetap hidup dengan menulis
Rodhiyatum Mardhiyah

Latest posts by Rodhiyatum Mardhiyah (see all)

SHARE