“udah pesen H-90, tapi ketika booking tiket kereta, error”

Setara.net – Mudik adalah kegiatan yang sangat menyenangkan. Para perantau dari penjuru kota berduyung-duyung kembali pulang ke kampung halaman. Mudik adalah rutinitas tahunan di Indonesia. Periode mudik di Indonesia biasanya tujuh hari sebelum lebaran, dan puncaknya adalah lebaran kurang 2-3 hari.

Para pemudik biasanya menggunakan transportasi umum, dan juga menggunakan transportasi pribadi. Baik sepeda motor, maupun mobil. Dengan banyaknya pemudik, hal-hal yang tidak diinginkan selama mudik, seperti kecelakaan sering menjadi berita di masa mudik berlangsung. Bahkan, setiap tahunnya, berita kecelakaan pemudik selalu ada.

Pilihan moda transportasi

Mayoritas para pemudik yang pulang ke arah Jawa Tengah dan Timur, sebenarnya pilihan utamanya adalah menggunakan transpotasi umum, yaitu Kereta Api. Namun, pilihan yang satu ini tak sebanding dengan para pengguna. Ketersediaan tiket cepat sekali habis di musim lebaran. Alhasil, para pemudik ketika tidak mendapatkan tiket kereta api, ada yang memilih menggunakan bus, pesawat dan bahkan kendaraan pribadi. Dengan banyaknya pemudik, setiap tahun banyak pula yang mengeluh tidak mendapatkan tiket kereta api.

Hal ini dirasakan oleh teman saya di kampung. Misalnya teman saya sekolah di SD, “udah pesen H-90, tapi ketika booking tiket kereta, error” ucap Angga, seorang perantau di Tangerang. Akhirnya ia lebih memilih menggunakan bus dibandingkan moda transportasi umum lainnya.

Agak beruntung dengan Eko, ia adalah teman saya SD juga, ia mendapatkan tiket kereta, namun dari stasiun Bandung, padahal ia bekerja di Jakarta, sama seperti saya. “Dapet tiket, tapi berangkat dari Bandung” ucapnya sambil tertawa.

Asiknya mudik

Mudik bagi seorang perantau sangat menyenangkan. Betapa tidak, selama satu tahun penuh berada di perantauan, tidak bertemu dengan keluarga, teman sekolah, dan kampung, maka dengan adanya momen mudik, hal itu bisa menjawab kerinduan tersebut. Tak hanya itu, dengan mudik kita akan bertemu dengan banyak teman-teman kampung atau teman sekolah yang lama tak berjumpa.

Dengan mudik kita bisa mengobrol panjang lebar dengan teman, keluarga mengenai aktivitasnya selama di perantauan. Kerja dimana, bagian apa dan lain sebagainya.

Jumlah korban kecelakaan saat mudik

Banyaknya pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi membuat jumlah kecelakaan banyak yang terjadi. Belum lagi, para pemudik membawa barang bawaannya melebihi dari batas standar. Misalkan para pemudik yang menggunakan motor, mereka bisa berboncengan dengan istri, dan anak. Masih ditambah lagi dengan barang bawaan yang banyak.

Jumlah Korban Kecelakaan Saat Mudik
Jumlah Korban Kecelakaan Saat Mudik | Setara.net

Dengan jarak tempuh yang jauh, para pemudik sangat rawan terjadi kecelakaan di jalanan. Beberapa faktor seperti kecapekan, ngantuk, kurang hati-hati dan lainnya membuat kecelakaan sering terjadi.

Menurut data yang dikeluarkan oleh Kepolisian Republik Indonesia, pada tahun 2016 kemarin terjadi jumlah kecelakaan sebanyak 2.719 kecelakaan lalu lintas di seluruh jalur mudik. Adapun jumlah korban meninggal sebanyak 504 orang, dengan luka berat sebanyak 873 orang dan luka ringan mencapai 3.635 orang. Tahun 2016 mengalami penurunan jumlah kecelakaan dibandingkan tahun 2014 dan 2015. Begitupula dengan jumlah korbannya.

Laporan Khusus:

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.
SHARE