“Mie instan dinikmati dari berbagai kalangan. Alih-alih anak kos atau kuliahan saja, namun para pekerja dan kelas menengah-pun menikmatinya”

Setara.net – Makanan pokok di negara Indonesia adalah nasi. Sudah tak bisa ditawar lagi. Walaupun ada sebagian kota mengandalkan sagu dan jagung tapi itu tak terlalu banyak. Makanan utama ya nasi.

Misalkan saya sendiri, Setiap makan, pagi, siang ataupun malam, jika belum ada nasinya belum bisa dikatakan makan. Hal ini dirasakan oleh banyak orang di Indonesia. Mindset ini terus dibudayakan dari dulu hingga sekarang. Makan tanpa nasi namanya belum makan.

Namun uniknya, sekarang tak lagi nasi saja. Mie instan sekarang juga menjadi konsumsi harian hampir setiap orang di Indonesia. Selain memasaknya gampang dan simpel, mie instan menjadi makanan sejuta umat di negeri ini.

Kalau beberapa tahun silam mie instan identik dengan konsumsi anak kos atau anak kuliahan, nyatanya hal ini tak selamanya benar. Banyak orang mengonsumsi mie instan tak memandang latar belakang. Mie instan dinikmati dari berbagai kalangan. Alih-alih anak kos atau kuliahan saja, namun para pekerja dan kelas menengah-pun menikmatinya.

Indonesia, penikmat mie instan terbesar nomor 2 dunia

Menurut survey yang dirilis World Instant Noodles Assocation pada tahun 2015, Indonesia adalah negara pengkonsumsi mie instan terbesar di dunia setelah Cina. Dalam setahun, Indonesia bisa menghabiskan 13,2 miliar bungkus mie instan. Hal ini sangat mengejutkan untuk semua pihak.

Dengan asumsi penduduk Indonesia jumlahnya lebih dari 260 juta orang, maka setiap orang Indonesia rata-rata setiap tahunnya mengonsumsi 51 bungkus mie instan. Ini hanya hitungan dengan ilmu pukul rata.

Indonesia hanya kalah dengan Cina. Cina mengonsumsi mie instan dalam setahun sebanyak 40,4 miliar bungkus. Kemudian di posisi ketiga ada negri Samurai, Jepang. Jepang, dalam setiap tahunnya menghabiskan sebanyak 5,5 miliar bungkus.

indonesia konsumen terbesar mi instan nomor 2 dunia. Infografis setara.net
indonesia konsumen terbesar mi instan nomor 2 dunia. Infografis setara.net

Dalam sebuah obrolan, banyak teman saya yang mengonsumsi mie instan. Rahmat Dewantoro, seorang mahasiswa dan merangkap sebagai pekerja lepas ia mengonsumsi mie instan dalam seminggu sebanyak satu kali.

Beda lagi dengan Meilatifah, seorang karyawan di sebuah lembaga sertifikasi di Jakarta, mengatakan setiap minggunya bisa menikmati mie instan 2-3 kali dalam seminggu. “2-3 dalam seminggu. Dan kalo pengen doang makannya. Misal lauknya gak cocok jadinya makan mie” ujarnya sambil terkekeh.

Hal senada diungkapkan oleh Iman Ridwan Syah, seorang mahasiswa jurusan sistem informasi ini tak tanggung-tanggung dalam menikmati mie instan. Ia mengonsumsi mie instan dalam seminggu bisa sampai 5 kali. “seminggu 5 kali” akunya. “Dalam sekali makan, 2 bungkus”. lanjut Iman.

Beda lagi dengan Aji Ferdiansyah, ia menghabiskan atau menikmati mie instan dalam seminggu hanya sekali saja. Namun dalam sekali makan ia bisa habis dua bungkus. “Seminggu biasanya 1 kali sih, dengan 2 bungkus mie instan” kata Siswa Menengah Atas di kota Tangerang ini.

Yang bikin mengejutkan adalah pengakuan dari Rohim Ahmadi, seorang perantau yang kini tengah kuliah semester 7 dan sebagai pekerja. Rohim setiap harinya makan indomie sebanyak 3 kali. “sehari 3 kali” katanya. Sayapun tak percaya akan hal itu, namun ia mengatakan hal itu dengan serius.

Mie instan sudah menjadi makanan kedua setelah nasi bagi orang Indonesia. Bayangkan saja, saat Anda begadang dan cuaca di luar sedang hujan deras. Hal yang perlu Anda lakukan ketika sedang lapar adalah memasak mie instan.

Potonglah beberapa biji cabai rawit. Tambahkan beberapa lembar daun sawi. Satu lagi, satu buah telur ayam. Mie instan pada waktu-waktu tersebut menjadi makanan paling nikmat sedunia.

Bahaya Makan Mie Instan?

Banyak sekali rumor di masyarakat yang mengatakan bahwa makan mie instan itu tidak sehat dan bahaya. Ada lagi ungkapan bahwa mengonsumsi mie instan bisa bikin sakit kepala, mual, obesitas, dan paling membahayakan adalah kanker.

Namun, hal ini rasanya dikesampingkan dulu oleh para pecinta mie instan di dunia pun di Indonesia. Dalil yang mereka katakan adalah “yang penting gak terus menerus makan mie”.

Mie instan memang bahaya, tapi bayangkan ketika Anda saat begadang dan cuaca di luar rumah hujan. Pilihan memang banyak, bisa membuat wedang jahe, bikin kopi, dan lainnya. Namun pilihan yang tepat dan sederhana adalah pergi ke dapur dan memasak mie instan.

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.
SHARE