“Twitter dibuka kalo pengen liat kasus apa yang dibahas  sama selebtweet” kata Rizka Wulandari, salah seorang pengguna media sosial dan bekerja sebagai freelancer sosial media.

Setara.net – Empat hingga lima tahun lalu, media sosial Twitter sangat ramai sekali di Indonesia. Bahkan, pada tahun-tahun itu kota Jakarta, menjadi salah satu kota paling cerewet di dunia. Kicauan-kicauan pengguna Twitter di Indonesia tak mengenal waktu. Justru semakin malam menjelang pagi, kicauan terus bertambah.

Twitter adalah jejaring sosial layaknya Facebook, namun yang membuatnya berbeda dan unik adalah dengan dibatasinya setiap sekali kicauan. Batasnya adalah 140 karakter. Media sosial besutan Jack Dorsey, mahasiswa di California, Amerika Serikat ini didirikan pada bulan Maret 2006, dan baru diluncurkan pada Juli di tahun yang sama.

Cerita sedikit awal mula Twitter

Jack adalah seorang mahasiswa di California, Amerika Serikat. Twitter dalam blueprintnya, namanya bukanlah Twitter yang kalian kenal seperti sekarang. Namun namanya adalah twttr. Asal mulanya adalah ketika Jack mengikuti acara diskusi yang diselenggarakan oleh perusahaan Podcast bernama Odeo. Tujuan Jack membuat media sosial ini hanya untuk penggunaan layanan pesan singkat untuk berkomunikasi.

“kami memilih kata twitter, dan itu sempurna. Defenisinya adalah ‘ledakan singkat informasi tidak penting’ dan ‘celotehan burung’. Dan seperti itulah tepatnya produk ini” ungkap Jack Dorsey kala itu.

Melesatnya pengguna Twitter

Tak menunggu lama, aplikasi besutan Jack yang memiliki lambang burung biru ini terus melesat ke penjuru dunia. Hingga kuartal pertama di tahun ini, pengguna Twitter di dunia mencapai 328 juta pengguna. Jika kita bandingkan dengan facebook, masih ketinggalan jauh untuk bisa mengejarnya. Di akhir 2016, Facebook menjaring pengguna aktif bulanan sebanyak 1,8 miliar. Hampir enam kali lipat dibandingkan dengan si burung biru.

Negara Pengguna Twitter terbesar di dunia

Pada pertengahan tahun 2016, Statista telah merilis data negara pengguna Twitter terbesar di dunia. Al hasil, Indonesia menduduki 3 besar dunia. Indonesia hanya dikalahkan oleh Amerika Serikat (67,5 juta) dan India (41,2 juta). Sedangkan Indonesia sendiri hingga Mei 2016, jumlah penggunanya mencapai 24,3 juta. Yang menarik adalah negara samurai Jepang, antara pengguna Twitter dan Facebook bedanya tipis sekali. Negeri Jepang memiliki pengguna Twitter sebanyak 22,4 juta. Sedangkan pada Facebook ia menjaring sebanyak 26 juta. Hanya berbeda 3,6 juta saja. Bisa diartikan bahwa, Jepang sama-sama kuatnya di media sosial Facebook maupun Twitter.

7 Negara Pengguna Twitter Terbesar di Dunia
7 Negara Pengguna Twitter Terbesar di Dunia | Setara.net

Twitter di Indonesia

Masyarakat Twitter di Indonesia sangat cerewet. Bahkan Jakarta dan kadang Bandung menjadi kota paling cerewet di dunia. Jika kita lihat, pengguna Twitter ini berbeda dengan misalnya Facebook. Facebook isinya menurut banyak orang, kontennya mengandung berita hoax. Walaupun tidak menutup kemungkinan, bahwa di Twitter nihil berita hoax. Banyak, namun lebih banyak lagi Facebook.

“Twitter dibuka kalo pengen liat kasus apa yang dibahas  sama selebtweet” kata Rizka Wulandari, salah seorang pengguna media sosial dan bekerja sebagai freelancer sosial media.

Ia mengamati Twitter bukan untuk iseng di waktu luang saja, namun lebih kepada untuk mendapatkan bisnis. “ngetweet masih, karena untuk narik peluang bisnis” kata perempuan berusia 24 tahun ini. “karena aku freelance sosial media pegang brand, makanya aktif di sosmed itu penting” lanjutnya. Hal ini menurut Rizka juga untuk menambah portfolio-nya.

Selebtweet, kultweet, buzzer

Selebtweet adalah seorang selebritis di dunia maya, khususnya Twitter. Ini sama saja seperti misalnya pada Instagram, bernama Selebgram. Peran seorang selebtweet ini sangat menarik di dunia online. Ia bisa mengarahkan pengikutnya untuk melakukan sesuatu. Selain selebtweet, ada Buzzer.

“Buzzer/ Influencer adalah seseorang yang didengarkan opininya, dipercayai, dan membuat orang lain bereaksi setelahnya.” ungkap Jeff Staple, seorang pengamat sosial media. Buzzer biasanya memiliki jumah pengikut yang banyak di Twitter. Tugas seorang Buzzer adalah, mengarahkan pengikutnya untuk membeli, atau datang ke sebuah event tertentu. Dan masih banyak lagi. Ceruk ini yang beberapa tahun terakhir dijadikan oleh generasi milenial sebagai pekerjaannya sampingannya.

Sedangkan kultweet atau kepanjangan dari kuliah twitter adalah seorang yang berkicau mengenai bahasan tertentu dan bisanya diberi tagar dan nomor. Kultweet pada jamannya sangat ramai sekali. Ya, empat hingga lima tahun lalu. Kalau sekarang, masih ada yang kultweet, namun yang menyimak tentunya sedikit.

Laporan Khusus:

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.

Latest posts by Robit Mikrojul Huda (see all)

SHARE