Di akhir tahun 2017 kita bisa membuat kesimpulan bahwa tahun ini kemunculan startup berkurang dibandingkan dengan tahun 2016. Jika melihat laporan dinamika startup dari Techinasia, bahwa hingga penrtengahan tahun 2017 terjadi penurunan jumlah startup baru sampai 23 persen.

Tahun ini banyak juga yang mengalami penutupan startup dan terdapat pula growth yang cepat di beberapa startup. Bahkan diprediksi akan ada beberapa startup yang tutup, baik di ecommerce, fintech maupun lainnya.

Tahun 2017 juga merupakan babak baru bagi Bukalapak yang menjadi startup unicorn dari Indonesia. Kini Indonesia hingga tutup tahun 2017 memiliki 4 startup unicorn, yakni Go-Jek, Traveloka, Tokopedia dan Bukalapak.

Kategori Startup Lokal 2017
Kategori Startup Lokal 2017

Meskipun demikian, jika dilihat dari perkembangannya ke depan akan ada banyak startup baru dari lokal maupun asing yang akan lahir untuk meramaikan pasar startup Indonesia.

Munculnya startup lokal

Munculnya startup lokal ini bukan tanpa alasan dan tanpa tujuan. Saat ini menurut data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia mencapai 132,7 juta. Hal ini menjadi salah satu pendorong yang paling kuat untuk menciptakan startup di Indonesia.

Startup yang telah duluan lahir dan berkembang cepat seperti Gojek, Traveloka, Tokopedia dan lainnya menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia suka dengan hal-hal yang berbau digital.

Indonesia Didominasi Startup Fintech

Menurut laporan dari Tech in Asia dan Daily Social, pada tahun 2017 di Indonesia terdapat beberapa kategori startup yang muncul. Menariknya dari semuanya adalah di tahun ini 60 persennya adalah bermain pada startup financial technology (fintech). Sisanya terdapat Software-as-a-service (SaaS), Ecommerce dan lain-lain.

Lahirnya startup fintech dikarenakan atas keraguan pada sistem perbankan dan lembaga keuangan lainnya dalam menyalurkan kredit dan sulitnya masyarakat untuk mendapatkan kredit.

Otoritas Jasa Keuangan hingga tahun 2016, mencatat terdapat 135 startup fintech. Data tersebut masih terus bertambah hingga sekarang. Fintech payment (pembayaran) yang mendominasi pasar fintech lokal yakni 57 startup atau 43 persen.

Bahkan jika kita melihat laporan dari Daily Social mengenai startup fintech di Indonesia akan terasa bingung, saking banyaknya startup yang ada.

Startup Fintech Indonesia 2017
Startup Fintech Indonesia 2017 – Daily Social

Memudahkan Masyarakat

Dengan banyaknya startup fintech yang ada di Indonesia seperti sekarang, masyarakat semakin dimudahkan dalam hal transaksi. Tidak hanya dalam bertransaksi saja, namun saat ingin berinvestasi juga dimudahkan. Baik yang ingin kredit, asuransi, dan lainnya kini menjadi mudah.

Konsumen tidak perlu datang ke kantor atau bank seperti dulu, kini tinggal dengan beberapa langkah klik saja. Kita bisa mendapatkan informasi yang jelas dan menerima kredit atau lainnya secara cepat. Dengan kondisi seperti ini juga menjadi tantangan bagi perbankan yang harus berinovasi atau paling tidak memiliki sistem yang sama dengan startup fintech. Jika tidak berinovasi, maka semakin hari perbankan akan ditinggalkan oleh masyarakat.

Pilihan kedua dari perbankan adalah dengan menggandeng atau kerja sama dengan startup fintech. Dengan langkah ini, setidaknya akan memperkuat bank dan juga startup itu sendiri.

Kolaborasi adalah langkah yang paling bagus

Kerjasama dari sektor perbankan dan startup fintech adalah langkah yang paling bagus untuk saat ini dan ke depannya. Langkah ini adalah langkah yang paling nyata dan bagus untuk memepertahannkan eksistensi dan mendapatkan keuntungan yang diinginkan.

Mencari atau menghadapi solusi sendiri sangat berat dan susah, maka jawaban yang terbaik dan paling nyata adalah dengan kolaborasi. Dengan kolaborasi juga akan bersinergi satu sama lain yang akan menghasilkan karya yang bagus dan tentunya akan memudahkan masyarakat atau konsumen.

Laporan Khusus:

Robit Mikrojul Huda

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.
Robit Mikrojul Huda