Beberapa tahun terakhir ini, rentetan kemunculan perusahaan yang bergerak di bidang digital semakin tak terbendung. Setiap bulannya terus bermuculan startup.

Setara.net – Menurut penelitian yang dilakukan oleh JobPlanet Indonesia –sebuah perusahaan yang bergerak dalam pencarian kerja, menyebutkan bahwa generasi milenial saat ini dalam mencari pekrjaan mereka lebih memilih bekerja di perusahaan startup. Generasi milenial ini berbeda dengan generasi sebelumnya yang mencari pekerjaan di perusahaan yang memiliki nama mentereng dan tentunya perusahaan konvensional.

Hal ini sangat menarik untuk kita pelajari bersama, bahwasanya generasi milenial cara berfikir dan dalam melihat suatu pekerjaan berbeda dengan generasi di atasnya. Hal ini juga membuat banyak startup-startup di dunia juga di Indonesia terus bermunculan sampai sekarang.

Startup-startup ini tumbuh besar bersama dengan karyawan-karyawan yang mayoritas usianya masih terbilang muda. Walaupun diisi oleh generasi muda, startup-startup di dunia terus berkembang dan melaju cepat tak bisa dihentikan.

Baru-baru ini, PT. Kely Services Indonesia telah merilis besaran gaji yang dikantongi oleh karyawan yang bekerja di perusahaan E-Commerce di Indonesia. Hasilnya, membuat kita ingin beralih saja ke perusahaan E-Cmmerce yang ada. Setidaknya gaji yang didapat dari rentang paling minimal 7 juta bahkan bisa mencapai 50 juta sebulan. Menggiurkan bukan?

Gaji yang diperoleh

Sedikitnya ada 13 jabatan yang dirilis oleh Kely Services Indonesia. Dimulai dari sales Executive hingga Head of Merchandising. Mereka yang memiliki jabatan sebagai Sales Executive dalam sebulan bisa mendapatkan upah sebesar 7 juta rupiah. Naik level ke jabatan Manager, pada divisi sales, content, dan merchandising mereka mendapat gaji 20 juta sebulan. Angka yang sangat besar untuk posisi manajer di sebuah perusahaan. Pada posisi Head of Merchandising pada perusahaan E-Commerce, bisa mendapatkan gaji yang sangat besar. Mereka bisa memperoleh gaji di atas 50 juta rupiah.

Gaji Minimum pekerja E-Commerce di Indonesia | Setara.net
Gaji Minimum pekerja E-Commerce di Indonesia | Setara.net

Perusahaan Digital dan IT di Indonesia

Beberapa tahun terakhir ini, rentetan kemunculan perusahaan yang bergerak di bidang digital semakin tak terbendung. Setiap bulannya terus bermuculan startup. Jika kita menengok atau sering membaca berita dari Tech in Asia Indonesia, maka setiap minggu akan ada update mengenai startup baru dari berbagai penjuru Indonesia.

Fenomena ini sebenarnya bagus. Karena dengan adanya startup-starup baru di Indonesia, maka generasi ini bisa bersaing dengan bangsa lain terutama di bidang teknologi serta perkembangannya.

Tak sampai disitu saja, para generasi muda ini juga tidak lagi bergantung pada mindset bahwa setelah lulus “mau bekerja di perusahaan”. Namun, kita juga tak bisa sembarang untuk membuat startup. Karena harus direncanakan dengan matang. Manfaatnya apa, apakah dibutuhkan oleh masyarakat dan pertanyaan-pertanyaan yang lain.

Investasi masa depan

Dengan banyaknya startup digital yang lahir, maka ini bisa menjadi investasi yang sangat besar di masa depan. Sudah menjadi trend bahwa startup-startup yang saat ini sudah besar dan merajai dunia, pada masa awal berdirinya juga belum mendapatkan untung. Bahkan mereka justru terus merugi. Namun, memang itulah salah satu prinsip dari startup digital, “bakar duit” adalah langkah yang memang harus dilakukan. Bahkan, sekelas Gojek saja, saya kira hingga saat ini belum mendapatkan untung. Begitupula dengan startup yang sejenis yang ada di Indonesia.

Laporan Khusus:

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.

Latest posts by Robit Mikrojul Huda (see all)

SHARE