Facebook menjadi populer karena media sosial ini sudah lama masuk di Indonesia dibandingkan dengan misalnya Twitter, dan  Instagram.

Setara.net – Internet saat ini sudah menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat di Indonesia, khususnya di perkotaan. Dulu hal-hal yang sulit dilakukan, dengan adanya internet, semua bisa lebih mudah. Salah satu contohnya adalah berkomunikasi dengan teman, keluarga atau pasangan yang berbeda jarak.

Saya kira nternet adalah penemuan teknologi yang revolusioner. Dengan adanya internet kita bisa melakukan apa saja. Hal ini membuat banyak perusahaan harus gulung tikar karena adanya internet. Begitupula muncul perusahaan yang menjadi besar akibat internet.

Deretan perusahaan yang menjadi raksasa dunia akibat atau memanfaatkan internet adalah seperti Amazon, Alphabet (Google) dan di Indonesia sendiri, traveloka, Bukalapak, Tokopedia, Go-Jek dan masih banyak lagi.

Masyarakat Digital

Hingga tahun 2016, Asosiasi Penelenggara Jasa Internet di Indonesia (APJII) menyebutkan bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai angka 132,7 juta orang. Artinya, lebih dari 50 persen populasi di Indonesia sudah terkoneksi oleh internet.

Dengan begitu banyaknya, maka Indonesia menjadi salah satu lahan empuk bagi perusahaan-perusahaan digital di dunia maupun di Indonesia sendiri. Abad 21 ini adalah abad dengan pertumbuhan teknologi yang sangat cepat. Melihat hal itu, para raksasa perusahaan internet berlomba untuk menjaring sebanyak-banyaknya pengguna di Indonesia.

Media Sosial di Indonesia

Dengan kemunculan berbagai media sosial, pengguna dimudahkan berinteraksi dengan orang yang bahkan berada di ujung dunia sekalipun, asalkan ada koneksi internet. Menurut data Empathic Marketing Social Media Marketing Report for Indonesia dengan tajuk “A Strategy Guide for E-Commerce Companies to Improve Engagement and Conversion” menunjukkan bahwa media sosial Facebook di Indonesia masih menjadi raja media sosial. Facebook menguasai setidaknya 26 persen pengguna media sosial yang ada di Indonesia.

Facebook menjadi populer karena media sosial ini sudah lama masuk di Indonesia dibandingkan dengan misalnya Twitter. Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg di California, Amerika pada tahun 2004. Sedangkan Twitter baru lahir dua tahun setelahnya yaitu di tahun 2006. Begitupula di Indonesia, Facebook sudah dikenal lebih dulu sejak tahun 2004, dan Twitter di tahun yang sama dengan kemunculannya 2006, namun menjadi terkenal pada tahun 2008.

Persentase Pengguna Sosial Media di Indonesia tahun 2016
Persentase Pengguna Sosial Media di Indonesia tahun 2016 | Setara.net

Media Sosial terpopuler di Indonesia

Seperti yang sedikit disinggung di atas, data dari Empathic Marketing menunjukkan bahwa Facebook menjadi media sosial paling banyak penggunanya di Indonesia (26 persen). Lalu Twitter berada di posisi nomor dua dengan persentase sebanyak 20 persen. Kemudian Google+ menjaring pengguna sebanyak 17 persen. Linkedin dan Instagram sama-sama kuat di angka 13 persen. Dan terakhir ada media sosial Pinterest yang memperoleh 11 persen.

Setidaknya enam media sosial terbesar di Indonesia itulah yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Facebook selain sudah dikenal lebih dulu dibandingkan ke lima media sosial lainnya, adalah karena inovasi yang dilakukan oleh Mark dan orang-orang Facebook membuat media sosial yang satu ini masih bertengger di posisi puncak.

Laporan Khusus:

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.
SHARE