Jika anda terlahir dalam kemiskinan itu bukanlah kesalahan anda, tapi jika anda mati dalam kemiskinan itu adalah kesalahan anda

Setara.net – Menjadi kaya adalah hal yang diimpikan jutaan manusia di bumi. Jika engkau punya kekayaan berlimpah, maka otomatis derajat sosialnya akan naik level. Apalagi jika kita hidup di negara Indonesia ini, miskin dan kaya sangat penting sekali dalam segala hal. Perlakuan pun juga demikian. Si kaya pasti akan dihormati dan “disembah”. Begitupula sebaliknya, si miskin akan diacuhkan seakan tak ada.

Pandangan tersebut di Indonesia masih berlaku hingga sekarang. Maka tak salah, masyarakat kita mengejar kekayaan sampai mati-matian. Bekerja dari pagi hingga malam untuk mengejar kekayaan. Hidup di Indonesia, dan terutama di Jakarta mengedepankan gengsi. Gengsi menjadi salah satu motivasi untuk bekerja mengejar kekayaan.

Menjadi Konglomerat di Indonesia

Orang-orang dengan kekayaan berlebih di Indonesia rupanya sangat banyak. Bahkan kekayaannya bisa untuk membangun ribuan sekolah dan juga ratusan ribu perpustakaan. Nah, Desember tahun lalu majalah Forbes telah merilis daftar orang terkaya di Indonesia hingga tahun 2016. Daftar ini rasanya sudah kita duga, siapa saja yang menempati posisi teratas dan nama-namanya sudah terkenal di kancah nasional. Pemilik BCA dan Djarum dan perusahaan-perusahaan moncer lainnya menjadi orang terkaya di Indonesia.

Menjadi konglomerat di Indonesia membuat “apa saja” bisa dikendalikan. Karena di Indonesia bisa dikatakan “uang adalah segalanya”. Meskipun masih banyak yang belum setuju akan hal ini.

Daftar orang terkaya di Indonesia

Per desember tahun lalu, majalah Forbes telah membuat daftar orang terkaya di Indonesia saat ini. Lantas siapa saja yang menduduki kursi tersebut?

Adalah pemilik Djarum dan Bank Central Asia (BCA) menempati posisi paling puncak. Ia adalah R Budi Hartono. Hingga saat ini kekayaannya tercatat sebanyak 9 miliar dolar. Jika kita rupiahkan di kurs 13,321, maka jumlah uangnya sebanyak Rp 119 triliun. Ketika hari-hari ini kita ribut persoalan korupsi E-KTP yang hanya sekitar 3 triliunan, maka uang R Budi Hartono puluhan kali lipat dari itu.

Selanjutnya masih pemilik BCA dan Djarum, yaitu saudaranya R Budi Hartono, bernama Mihael Hartono. Keluarga Hartono ini menjadi konglomerat di Indonesia dari tahun ke tahun. Saat ini, Michael Hartono memiliki kekayaan sebesar 8.9 miliar dollar atau setara Rp 118 triliun. Lalu di posisi ketiga ada Sri Prakash Lohia. Pengusaha keturunan India ini naik dua peringkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pengusaha yang bergerak di industri  tekstil dan polyester melalui Indorama, ini memiliki kekayaan sebesar 5.4 miliar dollar atau setara 79 triliun rupiah.

Posisi ke empat adalah Chairul Tanjung. Si anak singkong ini mendapatkan pundi-pundi kekayaan dari berbagai industri. Di perbankan ada Bank Mega, kemudian media ada Trans media, lalu di sekotor makanan ada Wendy’s dan masih ada sederet perusahaan yang dimilikinya. Perusahaan-perusahaan tersebut di bawah bendera CT Corp. Dengan banyaknya perusahaan, Chairul Tanjung saat ini memiliki kekayaan sebesar 4.6 miliar dollar atau sekitar 61 triliun rupiah.

Selanjutnya ada nama Tahir yang memiliki kekayaan sebanyak 2.8 miliar dollar. Kemudian disusul oleh Murdaya Poo yang berjumlah 2.1 milliar.

Daftar orang terkaya di Indonesia saat ini
Daftar orang terkaya di Indonesia saat ini

Kekayaan-kekayaan konglomerat tersebut bisa dikatakan bisa sampai ke 7 turunan. Dan rasanya kekayaan itu semakin hari makin menggelembung.

Bill Gates pernah mengatakan demikian “Jika anda terlahir dalam kemiskinan itu bukanlah kesalahan anda, tapi jika anda mati dalam kemiskinan itu adalah kesalahan anda”. Begitulah ucapan Bill Gates.

Tak dapat dipungkiri bahwa menjadi kaya adalah salah satu jaminan dari calon mertua, jadi cara pandang orang tua hingga saat ini dalam menentukan calon menantu adalah dari latar belakang. Terutama kekayaan. Ya, kekayaan. Bukan paras yang cantik ataupun ganteng nan rupawan. Melainkan harta yang melimpah.

Baca juga :

Robit Mikrojul Huda

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.
Robit Mikrojul Huda