Mau tidak mau, masyarakat harus menggunakan moda transportasi umum. Jika tidak ingin kendaraan seperti motor terus memenuhi jalanan.

Setara.net – Akhir-akhir ini kota Jakarta dan sekitarnya dihebohkan oleh para gangster yang melukai pengendara motor. Mereka melukai pengendara dengan serampangan. Mirisnya lagi adalah, para pelaku mayoritas masih di usia belasan. Kisaran pelajar Sekolah Menengah Pertama dan Atas.

Penyebab remaja menjadi begal atau gangster entahlah untuk keren-kerenan atau untuk apa. Menilik ramainya begal dan gangster akhir-akhir ini, salah satu faktornya adalah banyaknya masyarakat di Indonesia yang memiliki sepeda motor.

Jumlah Sepeda Motor di Indonesia

Kendaraan sejuta umat ini, adalah kendaraan yang harganya murah. Sepeda motor menjadi penunjang kehidupan sehari-hari masyarakat di Indonesia. Hingga tahun 2014 lalu, menurut data dari Badan Pusat Statistik, jumlah sepeda motor di Indonesia mencapai lebih dari 114 juta. Trennya dari tahun ke tahun meningkat. Bahkan setiap tahunnya, jumlah sepeda motor di Indonesia naiknya di atas 8 juta kendaraan sepeda motor.

Jumlah Sepeda Motor di Indonesia
Jumlah Sepeda Motor di Indonesia | Setara.net

Hal ini membuat para begal setiap malam bergentayangan di jalanan. Banyaknya sepeda motor yang melintas di jalan setiap malam, dan juga situasi dan kondisi yang mendukung membuat begal melakukan aksinya.

Remaja yang menggunakan sepeda motor

Mudahnya orangtua yang memperbolehkan anaknya menggunakan sepeda motor dan minimnya pengawasan membuat jumlah sepeda motor khususnya di kalangan remaja semakin membludak.

Menurut peraturan negara, orang yang boleh membawa sepeda motor persyaratannya musti memiliki Surat Izin Mengendara (SIM). Untuk pemegang SIM, usia minimalnya adalah tujuh belas tahun. Namun, apa yang terjadi di lapangan? Bahwa pelajar-pelajar yang masih usia belasan (SMP) atau usia dini, sudah membawa sepeda motor untuk berangkat maupun pergi sekolah.

Beri Sanksi tegas

Tak ada sanksi tegas kepada pengendara motor usia dini, dan juga kepada orangtuanya membuat laju penjualan sepeda motor di Indonesia tumbuh subur. Karenanya, pemerintah harus membuat sanksi atas pelanggaran ini. Belum lagi (tak ada) pembatasan penjualan motor. Memberi sanksi kepada pengendara usia dini haruslah dilakukan, jika tidak ya akan seperti ini terus bahkan lebih parah ke depannya.

Mengeruk untung

Mengapa negara tidak membatasi penjualan sepeda motor? Mudah sekali jawabannya, karena negara mengeruk untung jutaan bahkan miliaran dari pajak sepeda motor. Ya mau bagaimana lagi, namanya juga uang. Pajak dari kendaraan bermotor di Indonesia sangat menggiurkan untuk negara. Maka, wajar bila produksi dan penjualan sepeda motor terus dilakukan.

Transportasi umum adalah jawaban

Mau tidak mau, masyarakat harus menggunakan moda transportasi umum. Jika tidak ingin kendaraan seperti motor terus memenuhi jalanan. Mindset ini harus kita jejalkan di otak. Namun yang perlu diperhatikan adalah, ketika masyarakat ingin menggunakan transportasi umum adalah fasilitas dan kemanannya harus dibenahi dahulu oleh negara. Kalau tidak, ya mau gimana lagi, motor ataupun mobil pribadi akan terus bertambah jumlahnya.

Baca juga:

Robit Mikrojul Huda

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.
Robit Mikrojul Huda