Setara.net – Kutipan di atas merupakan kutipan yang terkenal mengenai kopi. Bagaiamana tidak? Kopi adalah minuman yang nikmat bagi semua orang. Mayoritas orang, telah merasakan sesapan demi sesapan dari kopi.

Kegiatan minum kopi itu tak mengenal waktu. Di kala pagi kamu meminumnya, sangat nikmat. Siang hari-pun tak jadi masalah. Sore dan malam apalagi, sungguh nikmat sekali. Di waktu kamu sedang pusing masalah pekerjaan, kopi sangat membantu agar otak kembali encer. Pada saat banyak masalah, kopi adalah salah satu obat penenang.

***

Tempat ngopi  di Jakarta beberapa tahun terakhir ini menjamur. Kamu bisa mendapatkan kopi di berbagai jalanan dan sudut di Jakarta. Kamu ingin menyesap kopi di Jakarta itu mudah sekali, asal memiliki uang dan niat. Akan tetapi, di Jakarta memiliki beraneka ragam penjual kopi. Dari harga ribuan hingga ratusan ribu per cangkirnya. Dari pedagang kakilima, hingga kedai atau restoran berbintang. Dari pembelinya orang biasa hingga pejabat. Semuanya ada.

Para kelas menengah di Jakarta memiliki sifat yang konsumtif. Ini adalah incaran para pelaku ekonomi yang bergerak di dunia perkopian. Selain konsumtif, para kelas menengah yang rata-rata diisi oleh generasi milenial ini akan sering menghabiskan waktu untuk nongkrong di sebuah kafe. Itu semua sudah menjadi gaya hidup bagi seorang kelas menengah di beberapa kota besar di Indonesia, Jakarta salahsatunya.

Beberapa waktu lalu, saya sedang mendapatkan sebuah tugas. Dan saya memilih tempat untuk mengerjakan tugas yang bisa untuk santai tapi bisa fokus dalam mengerjakannya. Pilihan tempat itu, tepat saya dapatkan di Bakoel Koffie. Bagi kamu yang di seputaran Jakarta pusat, tepatnya Cikini pasti sudah mengenal ini. Bakoel Koffie terletak bersebalahan dengan kedai Tjikini. Beralamat di Jl. Cikini Raya, No 25 Cikini. Membuat Bakoel Koffie gampang ditemukan.

coffee bar bakoel koffie
Coffee-Bar Bakoel Koffie yang siap menghidangkan kopi terbaiknya… – Bakoelkoffie.com

Sejarah Bakoel Koffie

Sejarah Bakoel Koffie memiliki cerita yang panjang. Pertama kali buka, kedai ini hanya menjajakan nasi yang terletak di Jl. Hayam Wuruk, Jakarta Barat di tahun 1870. Seabad lebih kedai kopi ini berdiri. Kini, Bakoel Koffie dikelola oleh generasi ke empatnya. Sejak dibuka hingga kini, Bakoel Koffie telah memiliki empat gerai di Jakarta. Diantaranya di Cikini, Senopati, Bintaro, dan La Piazza Kelapa Gading.

Menu Bakoel Koffie

Kamu bisa melihat menu lengkap Bakoel Koffie di sini. Dalam hal ini, Menu yang dihidangkan oleh Bakoel Koffie tak beda jauh dari coffee-shop yang lain. Akan tetapi, selain kopi yang dijual enak-enak, di sini kamu juga bisa menikmati snack dan makanan “berat” yang bikin kamu kenyang.

ruangan di Bakoel Koffie
Salah satu sudut ruangan di Bakoel Koffie – bakoelkoffie.com

Harga

Mengenai harga, tak bisa dikatakan mahal atau murah. Itu semua tergantung dari persepsi. Akan tetapi, hukum ekonomi berbicara. Siapa yang menjual lebih murah, bisa dan pasti lebih banyak pembelinya. Di Bakoel Koffie, harga masih standar kok. Tak terlalu murah, begitupun juga tidak terlalu mahal. Waktu itu saya datang berdua dan memesan secangkir kopi hitam, sebotol air mineral, soto betawi. Kemudian teman saya, memesan es cendol dan makanan ringan (lupa saya namanya). Jumlah total tidak lebih dari 150.000.

Soto Betawi disini, porsinya super jombo. Satu mangkuk besar yang berisikan kuah santan yang bercampur dengan daging serta yang lainnya. Rasanya? Sungguh nikmat sekali. Namun dalam hal penyajian nasi, bagi saya yang makannya banyak. Masih terlalu sedikit. Jika karyawan atau pengelola Bakoel Koffie membaca tulisan ini, alangkah lebih baiknya untuk porsi nasi bisa ditambahkan.

Suasana yang klasik serta nyaman membuat kedai ini, selalu ramai dikunjungi. Bakoel Koffie Cikini, memiliki dua lantai. Dan ketika saya datang, padahal di hari senin malam. Suasana saat itu, hampir penuh. Di lantai satu sudah tak ada bangku dan meja yang kosong. Terpaksa saya mencari ke lantai dua. Di Bakoel Koffie kamu juga bisa melihat banyak sekali foto-foto yang menempel di dinding. Foto tersebut adalah foto sejarah tentang kedai ini.

Saya adalah penikmat kopi. Pun juga keranjingan dengan kopi, rasa-rasanya tak mengenal waktu jika sedang menyesap kopi. Aroma sedap dan rasa yang aduhai ini, akan membuat peminumnya ketagihan.

Kopi bukan sekadar minuman, akan tetapi ia lebih dari itu.

“Coffee and cigarettes, that’s one of my weaknesses”.

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.

Latest posts by Robit Mikrojul Huda (see all)

SOURCEMartha Queinn
SHARE