Setara.net – Perkembangan teknologi dan internet yang begitu pesat dua tahun belakangan ternyata sangat memudahkan kita dalam menjalankan aktivitas harian. Semua bisa dilakukan hanya dengan duduk di depan laptop, mulai dari meeting dengan klien, bernegosiasi untuk suatu proyek, menyelesaikan serangkaian pekerjaan, membuat laporan, membeli barang kebutuhan, bahkan untuk membayar berbagai tagihan, kita cukup menggerakkan jemari dan semuanya bisa selesai dalam waktu singkat. Tidak ada lagi ceritanya berdiri lama dalam antrian yang panjang di depan loket bank hanya untuk membayar tagihan atau transfer uang. Tidak perlu lagi berpanas-panas ria atau berhujan-hujanan untuk bertemu klien di luar kantor/rumah demi mendapatkan peluang kerja. Pokoknya cukup duduk di depan laptop, kita bisa menemukan solusi untuk memenuhi kebutuhan kita. Akibatnya, ada banyak sekali waktu yang kita miliki, kita habiskan dengan duduk di depan laptop. Padahal ternyata, duduk terlalu lama bisa sebabkan kematian.

Masa sih Duduk Terlalu Lama Bisa Menyebabkan Kematian?

Pada 16 September 2017 lalu, laman trubus.id mengulas jurnal kesehatan berjudul Annal of Internal Medicine yang menyatakan bahwa karyawan yang bekerja di kantor atau di balik meja, memiliki risiko kematian dini dua kali lipat lebih besar dibandingkan orang-orang yang bekerja di luar ruangan dan banyak melibatkan aktivitas fisik.

Jurnal kesehatan tersebut sebenarnya merupakan hasil penelitian yang dilakukan tim peneliti dari Columbia University di bawah pimpinan Keith Diaz. Mereka melakukan penelitian terhadap 8.000 orang dewasa berusia 45 tahun ke atas, yang diminta mengenakan akselerometer. Akselerometer adalah alat pengukur akselerasi. Penelitian dilakukan selama 10 hari dan ditemukan fakta bahwa orang yang duduk selama kurang lebih 12 jam setiap hari memiliki risiko kematian yang lebih tinggi, meski di waktu luang, mereka tetap menyempatkan berolahraga.

Risiko tersebut tetap tinggi karena sebagian besar waktu yang dimiliki lebih banyak dihabiskan untuk duduk dan gerak fisik yang dilakukan sangat terbatas. Terlalu banyak duduk bisa menyebabkan banyak gangguan kesehatan, seperti perubahan postur tubuh (menjadi bungkuk, gangguang tulang belakang, dan lain sebagainya), metabolisme tubuh menjadi lebih lambat yang bisa berakibat menimbulkan obesitas dan peningkatan kadar gula dalam darah. Selain itu, duduk dalam waktu lama juga bisa menyebabkan peredaran darah di dalam tubuh menjadi tidak lancar. Akibat lanjutan dari efek terlalu banyak duduk tentu saja bisa mendatangkan berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, pecahnya pembuluh darah di otak yang sering menimpa pasien stroke, penyakit pernafasan, hipertensi, bahkan bisa menyebabkan gangguan di hati dan ginjal.

10 Penyakit Paling Mematikan di Indonesia (2)
10 Penyakit Paling Mematikan di Indonesia

Siapa Saja yang Berisiko Mengalami Risiko Kematian Akibat Duduk Terlalu Lama?

Penelitian memang dilakukan pada para pekerja kantoran yang banyak menghabiskan waktu dengan duduk di belakang meja dan sedikit beraktivitas fisik. Tetapi sebenarnya, tidak hanya para pekerja kantoran ini saja yang memiliki risiko, melainkan semua profesi yang banyak menghabiskan waktu dengan duduk. Contohnya adalah penulis. Seorang penulis seringkali lupa waktu ketika berhadapan dengan naskah yang sedang ditulisnya. Para penulis di sini bisa penulis buku, novel, penulis konten untuk website dengan jumlah tulisan sangat banyak, penulis skenario dan sebagainya. Banyak di antara mereka yang setelah duduk berjam-jam di depan komputer/laptop, tetap tidak melakukan aktivitas olahraga, malah ada yang lebih memilih tidur dulu, lalu begitu bangun kembali duduk di depan komputer/laptopnya. Minimnya gerak tubuh tadi itulah yang bisa memicu risiko kematian semakin tinggi. Selain penulis, profesi lainnya seperti: ilustrator, desain grafis, layouter, arsitek, pustakawan (membaca dalam posisi duduk/berbaring terlalu lama dan gerak fisik lainnya sangat sedikit), bahkan supir kendaraan yang setiap hari duduk lama karena harus menempuh perjalanan jauh berisiko mengalami hal yang sama seperti pekerja kantoran, penulis, dan profesi lain yang bekerja dengan duduk dalam jangka waktu lama.

Jadi, Apa yang Harus Dilakukan Agar Terhindar dari Risiko Kematian?

  1. Sesering-seringlah melakukan peregangan di sela-sela waktu bekerja. Melakukan peregangan berarti melakukan gerakan-gerakan tubuh yang bertujuan untuk melemaskan dan melenturkan otot-otot yang kaku akibat duduk terlalu lama. Peregangan juga bisa untuk melancarkan kembali peredaran darah yang sebelumnya terganggu akibat kita duduk dalam jangka waktu yang lama. Upayakan untuk melakukan peregangan setiap satu jam sekali.
  2. Kurangi menggunakan lift atau eskalator dan lebih seringlah menggunakan tangga. Awalnya memang terasa berat dan melelahkan, namun jika sering melakukannya kegiatan ini tidak lagi terasa berat dan tubuh kita pun menjadi lebih bugar.
  3. Usahakan untuk mengurangi memanfaatkan tenaga cleaning service atau office boy untuk mengambilkan sesuatu bagi kita, dan memilih melakukannya sendiri. Inilah kesempatan kita untuk sejenak bergerak, meninggalkan kursi kerja, dan meminimalkan risiko duduk terlalu lama bisa sebabkan kematian.
  4. Untuk sesuatu yang hanya perlu ditempuh dalam jarak dekat, alangkah baiknya berjalan kaki dibandingkan dengan menggunakan kendaraan. Contoh: kita butuh beli makan siang saat jam istirahat dari kedai yang berada sekitar 500 meter dari kantor. Alih-alih menggunakan pesan antar atau naik mobil/sepeda motor menuju kedai itu, lebih baik jalan kaki sejenak sambil berolahraga demi tubuh yang sehat.
  5. Luangkan lebih banyak waktu untuk berolahraga/beraktivitas fisik di mana pun dan di saat apa pun kita bisa melakukannya.
  6. Nikmati libur weekend untuk berolahraga, seperti joging di kompleks rumah, berwisata alam yang memaksa kita menikmati pemandangan sekitar sambil berjalan kaki, pergi berenang bersama keluarga, bahkan membersihkan rumah juga termasuk aktivitas fisik yang menyehatkan.

Semoga ulasan kali ini membuat kita sadar bahaya duduk terlalu lama bisa sebabkan kematian dan lebih memperbanyak aktivitas fisik.
Salam sehat selalu dan tetap berbahagia.