“Samsung masih menguasai pasar ponsel pintar di Indonesia, setidaknya ia menguasai 25,42%. Kemudian dibuntuti oleh Apple dengan 17,7%. Nah yang menarik lagi, ponsel pintar asal Cina, Xiaomi telah membuat kita tercengang”

Setara.net – Perkembangan teknologi lajunya semakin cepat. Tak terkecuali dalam dunia ponsel. Bisa dikatakan, hampir beberapa bulan jenis ponsel pintar terus bermunculan. Perang antar merke tak terhindarkan lagi.

Tak tanggung-tanggung, persaingan antar perusahaan smartphone ini seringkali menjadi headline media cetak dan online di dalam maupun luar negeri.

Di Indonesia dengan penduduk terbesar ke 4 dunia, membuat produsen ponsel pintar dari berbagai penjuru dunia menyasar pasar negeri ini. Gempuran merek ponsel terus masuk ke pasar lokal.

Jika 10 tahun silam hanya ada beberapa produsen saja yang menjual produknya di Indonesia, namun kini hampir semua merek ponsel pintar ada di Indonesia. Nokia dan Sony di tahun 2000an awal menjadi rajanya ponsel di Indonesia. Ya, itu sudah menjadi sejarah.

Setelah Nokia dan Sony, mereka digilas oleh kedatangan BlackBerry. Ponsel pintar ini menghancurkan dominasi ponsel saat itu. Dengan aplikasi andalannya BlacBerry Messenger (Bbm) maka mayoritas masyarakat Indonesia beralih ke merek yang satu ini.

Dimulai tahun 2009 Blackberry terus mengibarkan bendera tinggi-tinggi di Indonesia. Namun kejayaan tersebut tak bertahan lama.

Adalah iOS dengan merek andalannya iPhone dan Samsung yang memakai operasi sistem Android langsung menggempur dominasi Blackberry.

Dengan lebih canggih dan tren dunia ke arah iOS dan Android, maka Blackberry tersungkur di pasar global maupun pasar lokal.

Semenjak Andoid dan iOS (iPhone) menguasai pasar ponsel pintar di dunia dan Indonesia, maka perang inovasi-pun hingga kini masih terjadi. Dalam hal ini, OS Android dikuasai atau yang paling jaya adalah Samsung.

Maka yang terjadi saat ini adalah peperangan antara Apple dengan Samsung. Adu inovasi, harga, dan kehebatan terus ditunjukkan oleh kedua perusahaan ini.

Baru-baru ini sebuah lembaga riset bernama International Data Corporation (IDC), telah merilis Merek Ponsel Pintar Pilihan Masyarakat Indonesia 2016. Hasilnya sudah diduga oleh banyak orang.

Bahwa Samsung masih menguasai pasar ponsel pintar di Indonesia, setidaknya ia menguasai 25,42%. Kemudian dibuntuti oleh Apple dengan 17,7%. Nah yang menarik lagi, ponsel pintar asal Cina, Xiaomi telah membuat kita tercengang. Xiaomi mendapatkan pasar sebanyak 14,78%. Hal ini membuat angin segar bagi para produsen Cina, yang ingin melebarkan pasarnya ke Indonesia.

Lalu di posisi ke empat ada Asus dengan angka 12,24%. Dan dibuntuti oleh Lenovo dan Oppo di angka yang sama, yaitu 6,31%.

merek ponsel pintar pilihan masyarakat Indonesia 2016
Merek ponsel pintar pilihan masyarakat Indonesia 2016. Infografis oleh Setara.net

Mengapa Xiaomi Di urutan Ketiga?

Beberapa tahun belakangan ini, banyak masyarakat yang memilih Xiaomi karena masalah di harga. Sudah itu saja. Jika dibandingkan dengan Samsung yang harganya lumayan menguras kantong dan apalagi iPhone yang harganya selangit, membuat masyarakat khususnya kelas menengah ke bawah lebih memilih Xiaomi dibandingkan dengan kedua merek tersebut.

Selain harga murah, ia juga bisa diadu dengan Samsung dan iPhone. Meskipun banyak kekurangannya di sana-sini. Namun, dengan melihat penjualannya di peringkat tiga, artinya Xiaomi menjadi alternatif ponsel pintar di Indonesia.

Bertarung menjadi penguasa pasar ponsel pintar

Kalau mengatakan hanya Samsung melawan Apple rasanya sudah kadaluarsa. Di tahun 2017 ini, produsen asal Cina ini harus dimasukkan ke arena. Betapa tidak, jarak Xiomi dengan Apple tipis sekali.

Saat ini di Indonesia yang bertarung paling terasa adalah Apple vs Samsung vs Xiaomi. Menarik untuk disimak. Menurut catatan IDC, kunci Samsung dalam mempertahankan penguasa pasar telepon pintar adalah kampanye pemasaran yang konsisten di toko ritel. Nah jika Apple dan Xiaomi membuat atau memodifikasi cara yang dilakukan oleh Samsung boleh-boleh saja.

Namun perlu digaris bawahi, bahwa banyak orang mengatakan, bahwa iPhone identik dengan harga mahal. Namun pada praktiknya, iPhone sudah memiliki pecintanya.

Akankah di tahun Ayam Api ini, Xiaomi bisa menggeser Apple? Atau justru Kekuatan Apple dan Samsung mampu mendepak anak baru Xiaomi ini? Rasanya, perlu untuk ditunggu.

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.

Latest posts by Robit Mikrojul Huda (see all)

SHARE