Setara.net – Saat ini internet sudah menjadi kebutuhan pokok bagi banyak orang. Mayoritas kehidupan orang kota maupun di desa sudah terkoneksi dengan internet.

Menggunakan internet adalah hal yang umum di jaman ini. Berbeda dengan belasan tahun silam, yang menggunakan internet hanya sebagian kecil saja.

Data dari Asosiasi Penyelenggara Internet Indonesia (APJII) pengguna internet di Indonesia jumlahnya lebih dari 82,3 juta. Jumlah tersebut dari tahun ke tahun trennya terus meningkat.

Mengapa Internet terus berkembang di Indonesia?

Menurut survey dari Katadata Indonesia, penduduk Indonesia menggunakan internet alasan utamanya adalah untuk mengakses media sosial.

Bukan mengherankan, karena pengguna aktif Facebook di Indonesia adalah paling banyak di Asia setelah India. Alih-alih puas dengan pengguna terbanyak nomor dua di Asia, Indonesia masih memiliki data pengguna nomor tiga dunia dalam jumlah pengguna terbanyak media sosial twitter. Indonesia hanya kalah dengan negara Amerika, dan India saja.

Netizen (sebutan pengguna internet) di Indonesia juga sangat aktif. Kota Jakarta adalah kota yang sangat cerewet di Twitter. Dari pagi hingga balik ke pagi lagi, cuitan-cuitan terus dilontarkan di twitter oleh penduduk Jakarta. Maka tak heran jika sedang terjadi sesuatu di Jakarta atau di Indonesia, hampir pasti menjadi viral dan mendapatkan perhatian dari dunia.

Contoh yang masih segar adalah fenomena “Om Telolet Om”. Fenomena klakson bus ini menjadi sangat viral di dunia maya, media-media daring luar negeri pun tak ingin ketinggalan untuk memeberitakannya.

Berhati-hati menggunakan media sosial

Apakah Anda masih ingat kejadian beberapa waktu silam, tepatnya di pertengahan tahun 2014 tentang seorang mahasiswi di Jogja, bernama Florence Sihombing? Ya, mahasiswi tersebut melontarkan status di akun media sosial path mengenai kekesalannya saat mengantre di SPBU. Kata-kata yang tak pantas diarahkan ke kota Jogja dan warganya.

Sontak, media sosial kala itu langsung ramai. Tak hanya di ranah dunia maya. Pemberitaan di televisi nasionalpun muncul. Itu hanya salah satu contoh saja. Banyak sekali kejadian-kejadian yang aneh dan konyol di media sosial. Jika kita tidak berhati-hati, jeruji besi yang akan diterima.

Media sosial adalah sumber berita dan tujuan utama penduduk Indonesia menggunakan internet

Sebanyak 82,05% orang Indonesia mengkases internet adalah untuk berinteraksi dengan teman-temannya melalui sosial media. Selanjutnya orang Indonesia menggunakan internet adalah untuk akses berita sebesar 73,5 persen.

tujuan penduduk indonesia menggunakan internet
tujuan penduduk indonesia menggunakan internet

Sosial media saat ini adalah lahan bagi orang untuk menyebarkan berita. Lalu-lalang berita baik fakta maupun hoax setiap detiknya terus bermunculan. Jika kita tak selektif, maka bisa termakan berita palsu.

Pada tahap ini, agar kita tidak ikut membagikan berita palsu adalah harus lebih selektif serta cek dan ricek. Hal selanjutnya yang penting ketika kita bermain media sosial adalah harus tahu dari siapa berita itu, siapa yang menyebarkan, dan serentetan-serentetan informasi lainnya.

Media sosial adalah lahan yang empuk untuk menunjang segala aktivitasmu. Yang pasti semuanya kembali kepada diri masing-masing. Gunakanlah media sosial secara positif.

Laporan Khusus :

Robit Mikrojul Huda

Belajar rajin nulis di Setara.net. Penikmat kopi hitam dan sedang belajar digital marketing.
SHARE